• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Pengamat Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Borromeu Duarte. -BALITOPIK.COM

Disel Mundur, Koalisi Merah-Kuning Bisa Hemat Ongkos Politik

2 tahun ago
Harmaini Hasibuan, S.H (depan ketiga dari kiri) dan saat konferensi pers. -IST

Babak Baru Kasus Tanah Pura Dalam Balangan 

13 jam ago
Petugas Imigrasi Ngurah Rai saat mengawal pendeportasian terhadap 12 WNA. -IST

Deportasi Massal WNA Bermasalah di Bali, 12 Orang Diusir dalam 10 Hari

14 jam ago
Para relawan dari Aliansi Bali Peduli Bencana Flores saat membagikan sembako di sejumlah lokasi. -IST

Aliansi Bali Salurkan Bantuan ke Korban Gempa Flores

14 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat mengikuti perayaan Tumpek Uye. -IST

Tumpek Uye dan Aksi Serentak Lindungi Satwa

19 jam ago
Ilustrasi. -BALITOPIK.COM

Menggugat Perilaku ‘Mengadatkan’ Sistem Keuangan Kolonial di Bali

20 jam ago
Warga Negara (WN) Australia berinisial MS (59) saat dideportasi. -IST

MS Dideportasi Usai Jalani Hukuman 18 Tahun Penjara

2 hari ago
Perum BULOG Kantor Wilayah Bali saat melakukan pemantauan. -IST

Stok Beras Bali 7.657 Ton, BULOG Perketat Pantauan Harga di Pasar

2 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster

Manakala AI Merajalela, Koster: Tak Boleh Gantikan Budaya

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Disel Mundur, Koalisi Merah-Kuning Bisa Hemat Ongkos Politik

Reporter balitopik.com
11 Agustus 2024 - 4:37 pm
Pengamat Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Borromeu Duarte. -BALITOPIK.COM

Pengamat Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Borromeu Duarte. -BALITOPIK.COM

Balitopik.com – Mundurnya I Wayan Disel Astawa dari arena pilkada Badung membuat peta politik di Badung berubah dari yang terlanjur dilihat publik selama ini. Hubungan romantis antara I Wayan Suyasa dan I Wayan Disel Astawa kandas jelang pilkada Badung 2024.

Pengamat politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Borromeu Duarte menilai ada sisi keuntungan yang bisa diambil dari mundurnya Disel tersebut.

Salah satunya adalah perubahan koalisi dimana Golkar bisa bergabung dengan PDIP (Koalisi Merah-Kuning). Jika koalisi Merah-Kuning terjadi maka berpotensi akan melawan kotak kosong. Jika terjadi maka bisa menghemat ongkos politik.

“Apabila PDIP dan Golkar ini bergabung  bisa saja isu lawan kotak kosong itu menjadi kenyataan. Ini tentu akan sangat menarik karena bagaimana saat ini partai politik itu berupaya untuk menurunkan kos politik dengan cara menghentikan agresivitas dari lawan-lawan politiknya lewat berkoalisi,” terang Efatha, Minggu (11/8/2024).

Menurut Efatha, selain akan menekan ongkos politik, koalisi Merah-Kuning bisa menekan tensi politik di Badung. Meskipun di atas kertas PDIP adalah penguasa di Badung, akan tetapi Golkar tidak bisa dianggap enteng. Apabila dua kekuatan politik ini bersatu maka tensi politik di pilkada Badung pasti akan adem.

“Saya kira mungkin ke depannya akan ada satu trend baru untuk menurunkan nilai kompetitif itu berkurang karena sudah cair segala sesuatunya di akar rumput,” ucap mahasiswa doktoral Unud tersebut.

Namun di sisi lain, Efatha menilai saat ini Disel adalah kunci. Baik PDIP maupun Golkar harus bisa menjalin komunikasi yang baik dengan ketua DPC Gerindra Badung itu. Mengingat Disel adalah figur yang memiliki basis massa yang kuat.

Manuver Disel bisa saja menciptakan plot twist peta politik di Pilkada Badung. Disel bisa saja dipinang menjadi wakil bagi calon yang akan diusung PDIP Badung (Koalisi Merah-Putih) nantinya.

“Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Entah itu Golkar gabung dengan PDIP, atau PDIP mengambil Diesel. Mundurnya Pak Disel ini akan menciptakan plot twist.

“Saya justru melihat bahwa Disel saat ini menjadi primadona. Dia akan diperebutkan, entah nanti diajak atau mungkin menjadi kingmaker yang bergerak di belakang,” tutup Efatha. (*)

Tags: Efatha Filomeno Borromeu DuarteGerindraGolkarI Wayan Disel AstawaI Wayan SuyasaPDI PerjuanganPilkada BadungSuyasa-Disel
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Babak Baru Kasus Tanah Pura Dalam Balangan 
  • Deportasi Massal WNA Bermasalah di Bali, 12 Orang Diusir dalam 10 Hari
  • Aliansi Bali Salurkan Bantuan ke Korban Gempa Flores
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?