Balitopik.com – Pemerintah Provinsi Bali berturut-turut setiap tahun mengadakan kegiatan menarik untuk memperingati jasa Founding Father Ir. Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia di setiap Bulan Juni.
Mengingat Bulan Juni diperingati sebagai Bulan Bung Karno karena berbagai alasan penting. Sebab di bulan Juni Bung Karno lahir (6 Juni 1901) dan wafat (21 Juni 1970). Kemudian sebagai hari lahir Pancasila yang digagas Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945.
Peringatan Bulan Bung Karno VII tahun 2025 di Bali dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti bakti sosial dan lomba-lomba. Tema yang diangkat adalah “Prana Jagat Kherti” yang mengandung makna “Mahakarya Bung Karno Simbol Keharmonisan Alam Semesta”.
“Penyelenggaraan kegiatan bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2025 dan sumber-sumber lain yang tidak mengikat. Anggaran yang disiapkan senilai Rp 115 juta untuk pemenang berbagai kategori,” ujar Kaban Kesbangpol Bali, Ngurah Wiryanata, dihubungi Bali Topik, Jumat (21/3/2025).
Salah satu lomba yang menarik untuk disaksikan adalah musikalisasi puisi karya Bung Karno yang berjudul “Sudah Ber-Ibu Kembali”. Puisi ini diabadikan dalam buku “Di Bawah Bendera Revolusi I” tepatnya di halaman 107.
Berikut bait puisi Karya Bung Karno yang berjudul Sudah Ber-Ibu Kembali;
Sudah Ber-Ibu Kembali
Sudah lama bunga Indonesia
tiada mengeluarkan harumnya
Semenjak sekar yang terkemudian
sudah menjadi layuTetapi sekarang bunga Indonesia
sudah kembang kembali
Kembang ditimpa cahaya bulan persatuan IndonesiaDalam bulan yang terang-benderang ini
berbaurlah segandi segala bunga-bungaan yang harum
dan menarik hati yang tahu akan harganya bunga
Sebagai hiasan alam yang diturunkan Tuhan IllahiKembangnya bunga ini
ialah bangunnya bangsa Indonesia
Menurut langkah yang terkemudian sekali
didahului oleh bangunnya laki-laki Indonesia
beserta pemudanyaLangkah yang terkemudian
tetapi jejak yang pertama sekali
Dalam sejarah Indonesia
dan permulaan zaman baruSudah lama Indonesia kehilangan ibu
Sudah lama Indonesia kehilangan puterinya
Tetapi berkat disinari cahaya persatuan Indonesia
bertemulah anak piatu dengan ibu
yang disangka sudah hilang
berjabat tanganlah dengan puteri
yang dikatakan sudah berpulangPertemuan anak piatu dengan ibu kandung
ialah saat yang semulia-mulianya
dalam sejarah anak piatu
yang ber-ibu kembaliSaat ini tiada dapat dilupakan
sedih dan suka
pedih dan pilu bercampur-baur
karena kenang-kenangan yang sudah berlaluDan oleh karena nasib baru yang akan dimulai
Baru sekarang Persatuan Indonesia ada romantiknyaApa gunanya gamelan dalam pendopo kalau tidak dibunyikan
terletak saja jadi pemandangan
kaum keluarga turun-temurunGamelan Indonesia berbunyi kembali
berbunyi dalam pendopo Indonesia
dan melagukan persatuan Indonesia
pada waktu bulan purnama raya
penuh dengan bau bunga
dan kembang yang harum
Indonesia piatu sudah ber-ibu Kembali.
Note: Informasi lengkap seputar Lomba Bulan Bung Karno VII tahun 2025 dapat dilihat melalui laman bulanbungkarno.baliprov.go.id (*)