BALITOPIK.COM, DENPASAR – Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Bali akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV di Gedung Rapat DPRD Bali, Sabtu (7/11/2026) esok. Forum lima tahunan ini menjadi momentum evaluasi kepengurusan sekaligus menentukan pemimpin baru untuk periode 2026-2031.
Ketua DPD KPPI Bali, Ni Wayan Sari Galung, mengatakan Musda kali ini memiliki sejumlah agenda. Mulai dari penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2021-2026 hingga pemilihan kepengurusan yang baru.
Selain itu, Musda juga akan membahas program kerja ke depan dan memperkuat konsolidasi organisasi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Bali.
“Musda juga akan mengevaluasi pertanggungjawaban kinerja pengurus sebelumnya, menetapkan program kerja ke depan dan memperkuat konsolidasi organisasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Bali,” kata Sari Galung, Jumat (6/11/2026) malam.
Anggota DPRD Bali dari Fraksi PDI Perjuangan ini menjelaskan, KPPI dibentuk untuk memperkuat peran perempuan dalam politik. Salah satu tujuannya mendorong keterwakilan perempuan sebesar 30 persen di lembaga politik dan partai politik.
Menurutnya, KPPI juga menjadi ruang bersama bagi perempuan dari berbagai partai politik. Organisasi ini bersifat independen dan memberi kesempatan kepada anggotanya untuk mengembangkan kapasitas, termasuk dalam bidang politik dan legislasi.
“Inilah sesungguhnya fondasi dasar hadirnya KPPI,” jelasnya.
Selama memimpin KPPI Bali periode 2021-2026, Sari Galung menyebut sejumlah kegiatan telah dijalankan. Di antaranya pelantikan pengurus DPC, talk show, peringatan Hari Ibu, serta kegiatan bertema Perempuan Berdaya, Negara Berjaya.
KPPI Bali juga menggelar seminar bersama B-Trust untuk meningkatkan peran dan kemampuan calon anggota legislatif perempuan. Kegiatan itu menjadi ruang belajar, bertukar pandangan, sekaligus memperluas jaringan perempuan di Bali.
Di luar kegiatan organisasi, KPPI Bali turut mengadakan bantuan sosial bagi warga terdampak bencana di Bangli dan Karangasem. Kunjungan sosial serta pembagian sembako kepada lansia di Denpasar dan Singaraja juga menjadi bagian dari program yang telah dilaksanakan.
Meski demikian, Sari Galung mengakui masih ada kendala dan kekurangan dalam pelaksanaan program selama kepengurusannya. Ia berharap pengurus yang terpilih nantinya bisa membawa KPPI Bali berjalan lebih baik.
“Terlepas dari semua program ini, namun masih juga ada kendala dan kekurangan dalam pelaksanaannya,” tuturnya. (*)









