• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Kolase: Nelayan Pulau Serangan, Nyoman Dana (kiri) dan Wayan Kerman. -Balitopik.com

Nelayan Diperlakukan Seperti Teroris oleh PT BTID, Dipiting Polisi

1 tahun ago
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna didampingi Kakanim Imigrasi Ngurah Rai Bugie Kurniawan saat memantau situasi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. -IST/BALITOPIK.COM

40 Penerbangan Timur Tengah Batal, Imigrasi Bali Beri Solusi bagi WNA Terdampak

8 jam ago
Suasan kegiatan “Mebanjaraan” yang dilaksanakan oleh Jimbaran Bersatu. -IST/BALITOPIK.COM

“Mebanjaraan” di Jimbaran Perkuat Kebersamaan Warga, Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

8 jam ago
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung I Gusti Made Dwipayana. -IST/Balitopik.com

Porsenijar Badung 2026 Resmi Ditutup, Ini Daftar Juara SMA, SMP, dan SD

8 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -Balitopik.com

CATAT! Batas Waktu Pengiriman Sampah ke TPA Suwung 31 Maret

11 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan arahan. -Balitopik.com

Koster Ancam Tahan BKK bagi Daerah yang Abai Kelola Sampah

11 jam ago
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna. -IST/BALITOPIK.COM

270 WNA di Bali Ajukan Izin Tinggal Darurat Akibat Konflik Timur Tengah

11 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat memberikan arahan kepada tim. -IST/Balitopik.com

Badung Canangkan Gerakan Serentak Olah Sampah Berbasis Sumber

12 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyerahkan Bantuan Sosial Berupa Uang sebesar Rp. 2 Juta Per KK Menjelang Hari Raya Keagamaan Idul Fitri Secara Simbolis Kepada Masyarakat Di Kabupaten Badung yang beragama Islam, bertempat di Musholla Nurul Hikmah, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Senin (09/03/2026).

Bansos Idul Fitri Cair di Badung, 6.518 KK Muslim Terima Rp2 Juta

12 jam ago
BALI TOPIK
Senin, Maret 9, 2026
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
No Result
View All Result
BALI TOPIK
No Result
View All Result

Nelayan Diperlakukan Seperti Teroris oleh PT BTID, Dipiting Polisi

Reporter balitopik.com
29 Januari 2025 - 1:07 am
0 0
Kolase: Nelayan Pulau Serangan, Nyoman Dana (kiri) dan Wayan Kerman. -Balitopik.com

Kolase: Nelayan Pulau Serangan, Nyoman Dana (kiri) dan Wayan Kerman. -Balitopik.com

Berbagi artikel balitopikredaksi@gmail.com

Balitopik.com – Sungguh ngeri, para nelayan di Pulau Serangan mengaku sempat diperlakukan seperti teroris oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID) sebagai pengelolah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Denpasar Selatan, Bali.

Hal itu terjadi ketika mereka melakukan aksi saat PT Bali Turtle Island Development (BTID) membuat tanggul pembatas yang mengisolasi ruang gerak mereka sebagai nelayan di lautan sekitar Pulau Serangan.

Nyoman Dana salah seorang yang dituakan di kalangan nelayan Pulau Serangan menjelaskan perjuangan mereka terhadap intimidasi PT BTID selama ini. Mereka dibuat seperti teroris karena dianggap menyerobot tanah dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali yang dikelolah oleh PT BTID itu.

“Contohnya waktu membuat kanal ini saya aja khusus nelayan unjuk rasa nggak ada artinya. Kadang-kadang bapak-bapak itu kayak menangkap teroris bahkan teman kami dapat dipeluk di leher (dipiting) sama Polisinya, dibilang nelayan serobot tanah,” ungkap Dana.

Dana mengaku saat ini penghasilan sebagai nelayan menurun 100 persen lantaran tidak hanya laut yang dibatasi, tapi mereka juga dilarang beraktivitas ketika ada kunjungan tamu atau investor ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali. “Saya ngomong real, kenyataan aja ini nggak bisa mengada-ngada,” ujarnya.

Sementara, Wayan Kerman yang sudah menjadi nelayan di Pulau Serangan sejak tahun 1984 ikut memberi pengakuan. Kerman mengaku hadirnya PT BTID di Pulau Serangan mempersulit nelayan, ruang gerak mereka sangat terbatas untuk mendapat penghasilan.

“Jelas (sulit dapat penghasilan), itu jelas menurut saya. Karena aktivitas melaut pantai ini sudah diblok, jalan saja tidak bisa apalagi untuk bekerja (melaut),” kata Kerman.

Dia berharap pihaknya bisa mendapatkan kembali hak mereka sebagai nelayan seperti dulu.

“Harapan saya agar pantai ini dikembalikan seperti semula, bagaimana Pulau Serangan yang dulu, itu dikembalikan. Mudah-mudahan bisa dikembalikan seperti dulu,” tandas Kerman penuh harap. (*)

Tags: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura BaliKura-Kura BaliNelayan SeranganPantai Kura Kura Bali (Surf Surf by The Waves)Pantai SeranganPT Bali Turtle Island Development (BTID)PT BTIDPulau Serangan
SendSendScan

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • 40 Penerbangan Timur Tengah Batal, Imigrasi Bali Beri Solusi bagi WNA Terdampak
  • “Mebanjaraan” di Jimbaran Perkuat Kebersamaan Warga, Diharapkan Jadi Agenda Tahunan
  • Porsenijar Badung 2026 Resmi Ditutup, Ini Daftar Juara SMA, SMP, dan SD
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?