• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Kolase: Nelayan Pulau Serangan, Nyoman Dana (kiri) dan Wayan Kerman. -Balitopik.com

Nelayan Diperlakukan Seperti Teroris oleh PT BTID, Dipiting Polisi

1 tahun ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta resmi menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) Kabupaten Badung XLVIII Tahun 2026. -IST

Kelar di Badung, Adi Arnawa Utus 26 Duta Seni ke PKB Provinsi Bali

12 jam ago
Peserta korve yang dipimpin oleh Gubernur Bali dan Bupati Badung di Pantai Samuh, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan. -BALITOPIK.COM

Laudato Si’ bumi adalah rumah bersama, pesan Paus Fransiskus bergema di Bali

22 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat memimpin korve. -BALITOPIK.COM

Hari Lingkungan Hidup 2026, Bali Serukan Pertobatan Ekologis

2 hari ago
Gubernur Bali, Wayan Koster dan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa saat memimpin korve. -BALITOPIK.COM

Hari Lingkungan Hidup 2026, Gubernur Koster dan Bupati Adi Arnawa Pimpin Aksi Bersih Pantai di Benoa

2 hari ago
Ketua Pansus TRAP bersama jajaran saat menerima For Hati Bali di Wantilan DPRD Bali. -BALITOPIK.COM

FOR HATI Bali Kawal Rekomendasi Pansus TRAP Sampai Dieksekusi Eksekutif

2 hari ago
Peta titik pembangunan LNG. Foto: LMND Bali.

Polemik Proyek LNG, Sudahkah Mengakomodasi Suara Inklusif Warga Adat Serangan?

2 hari ago
I Dewa Nyoman Rai (tengah) dan tim Pansus TRAP saat menerima FOR HATI BALI di Wantilan DPRD Bali. -BALITOPIK.COM

Pelanggaran BTID, Dewa Rai: Even More, Administrasi doang Lengkap tapi “Ompong” Fakta Lapangan

2 hari ago
Sekretaris I Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta. -BALITOPIK.COM

Dorong Ekonomi Lokal, Ny. Giri Prasta Ajak Warga Cintai Produk Daerah

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Nelayan Diperlakukan Seperti Teroris oleh PT BTID, Dipiting Polisi

Reporter balitopik.com
29 Januari 2025 - 1:07 am
Kolase: Nelayan Pulau Serangan, Nyoman Dana (kiri) dan Wayan Kerman. -Balitopik.com

Kolase: Nelayan Pulau Serangan, Nyoman Dana (kiri) dan Wayan Kerman. -Balitopik.com

Balitopik.com – Sungguh ngeri, para nelayan di Pulau Serangan mengaku sempat diperlakukan seperti teroris oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID) sebagai pengelolah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Denpasar Selatan, Bali.

Hal itu terjadi ketika mereka melakukan aksi saat PT Bali Turtle Island Development (BTID) membuat tanggul pembatas yang mengisolasi ruang gerak mereka sebagai nelayan di lautan sekitar Pulau Serangan.

Nyoman Dana salah seorang yang dituakan di kalangan nelayan Pulau Serangan menjelaskan perjuangan mereka terhadap intimidasi PT BTID selama ini. Mereka dibuat seperti teroris karena dianggap menyerobot tanah dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali yang dikelolah oleh PT BTID itu.

“Contohnya waktu membuat kanal ini saya aja khusus nelayan unjuk rasa nggak ada artinya. Kadang-kadang bapak-bapak itu kayak menangkap teroris bahkan teman kami dapat dipeluk di leher (dipiting) sama Polisinya, dibilang nelayan serobot tanah,” ungkap Dana.

Dana mengaku saat ini penghasilan sebagai nelayan menurun 100 persen lantaran tidak hanya laut yang dibatasi, tapi mereka juga dilarang beraktivitas ketika ada kunjungan tamu atau investor ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali. “Saya ngomong real, kenyataan aja ini nggak bisa mengada-ngada,” ujarnya.

Sementara, Wayan Kerman yang sudah menjadi nelayan di Pulau Serangan sejak tahun 1984 ikut memberi pengakuan. Kerman mengaku hadirnya PT BTID di Pulau Serangan mempersulit nelayan, ruang gerak mereka sangat terbatas untuk mendapat penghasilan.

“Jelas (sulit dapat penghasilan), itu jelas menurut saya. Karena aktivitas melaut pantai ini sudah diblok, jalan saja tidak bisa apalagi untuk bekerja (melaut),” kata Kerman.

Dia berharap pihaknya bisa mendapatkan kembali hak mereka sebagai nelayan seperti dulu.

“Harapan saya agar pantai ini dikembalikan seperti semula, bagaimana Pulau Serangan yang dulu, itu dikembalikan. Mudah-mudahan bisa dikembalikan seperti dulu,” tandas Kerman penuh harap. (*)

Tags: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura BaliKura-Kura BaliNelayan SeranganPantai Kura Kura Bali (Surf Surf by The Waves)Pantai SeranganPT Bali Turtle Island Development (BTID)PT BTIDPulau Serangan
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Kelar di Badung, Adi Arnawa Utus 26 Duta Seni ke PKB Provinsi Bali
  • Laudato Si’ bumi adalah rumah bersama, pesan Paus Fransiskus bergema di Bali
  • Hari Lingkungan Hidup 2026, Bali Serukan Pertobatan Ekologis
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?