• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI I Nyoman. -BALITOPIK.COM

Nyoman Parta Minta Pulau Kecil Tujuan Turis Dilindungi, Dasco: Masukan Kami Terima

2 bulan ago
Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat menyerahkan pandangan fraksi kepada Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. -IST

Setujui Empat Raperda, DPRD Badung Soroti Air Bersih hingga Kemacetan

9 jam ago
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti. -BALITOPIK.COM

Krisis Air Bersih, DPRD Badung Ingin Air Laut Diolah Jadi Air Bersih

12 jam ago
Festival Seni dan Budaya Kabupaten Badung Tahun 2026

Setelah Dua Tahun Vakum, Badung Kembali Gelar Festival Seni dan Budaya Selama 13 Hari

13 jam ago
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). -IST

SBY: Kok Jadi Begini Negara Kita, Segala Cara Dihalalkan Demi Kekuasaan

2 hari ago
ILUSTRASI

Zaman Yesus: Sigit ini seperti Yudas, ketika orang terdekat justru berkhianat

2 hari ago
Anggota Komisi III dan Badan Legislasi DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Parta. -IST

Edan, Bukannya Lindungi Presiden Malah Disadap, Polri Harus Direformasi

2 hari ago
ILUSTRASI

Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Irjen Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

2 hari ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat meninjau langsung lokasi proyek. -IST

Sidak Proyek di Badung Selatan, Adi Arnawa Target Pelebaran Simpang Rampung Desember

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Nyoman Parta Minta Pulau Kecil Tujuan Turis Dilindungi, Dasco: Masukan Kami Terima

Reporter balitopik.com
21 September 2026 - 11:05 am
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI I Nyoman. -BALITOPIK.COM

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI I Nyoman. -BALITOPIK.COM

BALITOPIK.COM, JAKARTA — Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI I Nyoman Parta meminta pemerintah memperketat pembatasan kepemilikan dan penguasaan lahan oleh korporasi di pulau-pulau kecil yang menjadi pusat pariwisata.

Permintaan tersebut disampaikan Parta saat Rapat Pleno Pengambilan Keputusan Tingkat I Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria di Baleg DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Dalam rapat tersebut, Baleg bersama pemerintah menyepakati RUU Pengaturan Reforma Agraria untuk dilanjutkan ke pembahasan tingkat II dalam Rapat Paripurna DPR RI.

Parta mendorong agar pengaturan batas maksimum penguasaan dan pemilikan tanah diperhatikan khusus. Ia meminta pemerintah tidak hanya melihat persoalan agraria dari sisi luas tanah, tetapi juga memperhatikan karakteristik setiap daerah.

Menurut Parta, ketentuan tersebut berkaitan dengan Pasal 37 RUU Pengaturan Reforma Agraria yang mengatur batas minimum dan maksimum penguasaan serta pemilikan tanah.

Ia kemudian merujuk pada sejumlah faktor yang perlu diperhatikan pemerintah, seperti ketersediaan tanah, kepadatan penduduk, angka kemiskinan, kondisi dan fungsi lingkungan, serta keterbatasan luas wilayah.

“Pulau-pulau kita karakternya berbeda,” kata Parta.

Ia mencontohkan sejumlah wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik alam dan fungsi berbeda. Menurut dia, karakteristik tersebut harus menjadi pertimbangan dalam menentukan batas penguasaan dan pemilikan tanah.

Parta secara khusus menyoroti Bali. Ia menyebut Bali sebagai pulau yang relatif kecil namun menjadi salah satu pusat pariwisata.

“Kita juga memiliki Bali, Pak Dasco. Bali itu pulau kecil, kecilnya hampir sama dengan Banyuwangi. Pulau ini barbar tentang kepemilikan lahan yang melampaui batas,” ungkapnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah memperhatikan potensi konsentrasi kepemilikan lahan oleh korporasi di pulau-pulau yang menjadi tujuan utama pariwisata.

“Dalam PP nanti, pemerintah, saya mohon ini diperhatikan Pak Mendagri, Pak dari Kementerian Hukum, ATR, agar dilakukan pembatasan tentang kepemilikan lahan oleh korporasi di pulau-pulau yang berfungsi sebagai pusat pariwisata,” katanya.

Parta mengingatkan, pembatasan tersebut menurutnya penting agar pulau-pulau kecil yang berkembang sebagai destinasi wisata tidak kehilangan ruang akibat penguasaan lahan dalam skala besar.

“Nanti pulau-pulau kita ini akan habis. Oleh karena itu di samping menyelesaikan konfliknya, juga mencegah kemudiannya,” ujar dia.

Ia meminta persoalan tersebut menjadi perhatian sejak penyusunan aturan turunan RUU Pengaturan Reforma Agraria. Menurut Parta, perlindungan terhadap pulau-pulau kecil tidak cukup hanya dilakukan setelah muncul konflik, tetapi juga melalui kebijakan yang mampu mencegah terjadinya konsentrasi penguasaan lahan.

“Mohon ini saya titip sama pimpinan Wakil Ketua, Pak Dasco, bersama pemerintah agar pulau-pulau kita yang kita jadikan pusat pariwisata tidak habis dipegang oleh korporasi,” kata Parta.

Pasal 37 RUU Pengaturan Reforma Agraria sendiri mengatur bahwa pemerintah menentukan batas minimum dan maksimum penguasaan serta pemilikan tanah.

Dalam menentukan batas tersebut, pemerintah mempertimbangkan antara lain ketersediaan tanah, kepadatan penduduk, angka kemiskinan, kondisi lingkungan dan keterbatasan luas wilayah.

Pasal tersebut juga mengatur pembatasan penguasaan, pemilikan, pemanfaatan dan penggunaan tanah secara kumulatif untuk satu badan usaha dan/atau badan usaha yang terafiliasi. Selain itu, terdapat ketentuan bahwa satu bidang tanah yang mencakup seluruh luas suatu pulau kecil atau berbatasan langsung dengan garis pantai tidak dapat diberikan sebagai satu kesatuan hak atas tanah kepada satu orang atau satu badan hukum.

Atas masukan tersebut, Dasco menyatakan akan menerimanya untuk menjadi perhatian pemerintah dalam penyusunan aturan turunan.

“Baik, terima kasih masukannya, kita terima, kepada pihak pemerintah, terutama selain PP mungkin permen-permennya itu mesti dilihat. Karena itu saya pikir juga lebih banyak teknis diatur di permen. Masukan kami terima,” kata Dasco.

Rapat tersebut dihadiri unsur pemerintah yang berkaitan dengan pembahasan RUU Pengaturan Reforma Agraria. Pemerintah sebelumnya menyampaikan 596 Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dalam pembahasan RUU tersebut. Pembahasan tingkat I kemudian diselesaikan Baleg bersama pemerintah pada Senin (21/9/2026).

Tags: Baleg DPR RIBaliKepemilikan LahankorporasiNyoman PartaPariwisata Balipulau kecilReforma AgrariaRUU Reforma AgrariaSufmi Dasco Ahmad
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Setujui Empat Raperda, DPRD Badung Soroti Air Bersih hingga Kemacetan
  • Krisis Air Bersih, DPRD Badung Ingin Air Laut Diolah Jadi Air Bersih
  • Setelah Dua Tahun Vakum, Badung Kembali Gelar Festival Seni dan Budaya Selama 13 Hari
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist