• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Prof. Dr. Ida Ayu Dwi Giriantari saat diskusi Pekan Iklim Bali 2025, beberapa waktu lalu. -Balitopik.com

Prof Dr. Ida Ayu Giriantari: Penentuan 3,5 KM mengikuti Rekomendasi Otoritas Yang Kompeten, Aneh Kalau Ditolak

5 bulan ago
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna didampingi Kakanim Imigrasi Ngurah Rai Bugie Kurniawan saat memantau situasi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. -IST/BALITOPIK.COM

40 Penerbangan Timur Tengah Batal, Imigrasi Bali Beri Solusi bagi WNA Terdampak

12 jam ago
Suasan kegiatan “Mebanjaraan” yang dilaksanakan oleh Jimbaran Bersatu. -IST/BALITOPIK.COM

“Mebanjaraan” di Jimbaran Perkuat Kebersamaan Warga, Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

12 jam ago
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung I Gusti Made Dwipayana. -IST/Balitopik.com

Porsenijar Badung 2026 Resmi Ditutup, Ini Daftar Juara SMA, SMP, dan SD

12 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -Balitopik.com

CATAT! Batas Waktu Pengiriman Sampah ke TPA Suwung 31 Maret

15 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan arahan. -Balitopik.com

Koster Ancam Tahan BKK bagi Daerah yang Abai Kelola Sampah

15 jam ago
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna. -IST/BALITOPIK.COM

270 WNA di Bali Ajukan Izin Tinggal Darurat Akibat Konflik Timur Tengah

15 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat memberikan arahan kepada tim. -IST/Balitopik.com

Badung Canangkan Gerakan Serentak Olah Sampah Berbasis Sumber

16 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyerahkan Bantuan Sosial Berupa Uang sebesar Rp. 2 Juta Per KK Menjelang Hari Raya Keagamaan Idul Fitri Secara Simbolis Kepada Masyarakat Di Kabupaten Badung yang beragama Islam, bertempat di Musholla Nurul Hikmah, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Senin (09/03/2026).

Bansos Idul Fitri Cair di Badung, 6.518 KK Muslim Terima Rp2 Juta

16 jam ago
BALI TOPIK
Selasa, Maret 10, 2026
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
No Result
View All Result
BALI TOPIK
No Result
View All Result

Prof Dr. Ida Ayu Giriantari: Penentuan 3,5 KM mengikuti Rekomendasi Otoritas Yang Kompeten, Aneh Kalau Ditolak

Reporter balitopik.com
27 September 2025 - 1:58 pm
0 0
Prof. Dr. Ida Ayu Dwi Giriantari saat diskusi Pekan Iklim Bali 2025, beberapa waktu lalu. -Balitopik.com

Prof. Dr. Ida Ayu Dwi Giriantari saat diskusi Pekan Iklim Bali 2025, beberapa waktu lalu. -Balitopik.com

Berbagi artikel balitopikredaksi@gmail.com

Balitopik.com, DENPASAR – Guru Besar Universitas Udayana yang juga pakar energi terkemuka, Prof. Dr. Ida Ayu Dwi Giriantari, menyatakan bahwa penentuan lokasi Terminal Khusus (Tersus) LNG sejauh 3,5 kilometer dari garis pantai Bali sudah mengikuti rekomendasi otoritas yang kompeten, yaitu mantan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada tahun 2023 dan juga saran dari Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2025.

Oleh karena itu, munculnya penolakan baru dari sebagian masyarakat yang dinilainya mengherankan dan patut diwaspadai agar tidak menjadi alat adu domba oleh kepentingan tertentu yang ingin menggagalkan transisi energi Bali.

Pernyataan ini disampaikan Prof. Giriantari menanggapi dinamika terbaru proyek LNG Bali, dimana meski titik pembangunan telah dipindahkan dari 500 meter menjadi 3,5 km—sesuai usulan pusat untuk mengakomodir aspirasi keamanan—penolakan tetap muncul, khususnya dari warga Serangan.

Prof. Giriantari, yang merupakan profesor di Departemen Teknik Elektro Universitas Udayana dan memimpin Center for Community Based Renewable Energy (CORE) , mengungkapkan keanehan terhadap pola penolakan ini.

“Seharusnya kalau mengikuti rekomendasi tidak ada masalah. Ternyata tidak. Jadi makanya bingung kita, nih,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa titik 3,5 km ini justru merupakan hasil kajian yang dianggap ideal karena jauh dari pemukiman dan tidak mengganggu jalur pelayaran. “Padahal dulu, dari pihak Kemenko Marves memang yang minta 3,5 km itu,” tambahnya .

Menurut analisis Prof. Giriantari, salah satu munculnya persoalan terletak adanya pemahaman yang belum utuh terkait manfaat proyek. Masyarakat seringkali mengharapkan keuntungan yang langsung terasa, sementara manfaat energi bersih seperti LNG bersifat jangka panjang.

“Masyarakat kan pengen lihat untungnya saat ini gitu ya. Mereka berpikir setiap ada investasi, itu hanya keuntungannya untuk investor. Jaminan bahwa masyarakat memperoleh dampak positifnya itu belum ada,” jelasnya.

Dia memaparkan, manfaat energi bersih bagi Bali bersifat jangka panjang dan multidimensional. Mulai dari peningkatan kualitas udara, penguatan brand pariwisata hijau, hingga penghematan anggaran kesehatan.

“Yang jelas, untuk masa depan anak cucu kita. Keuntungan jangka panjangnya luar biasa,” tegasnya.

Ia mencurigai adanya faktor non-teknis yang lebih kompleks dalam proses pembangunan tersus LNG, sehingga mengaburkan arti penting kehadiran LNG.

Guru Besar Universitas Udayana tersebut menyoroti bahwa seringkali masalah muncul bukan dari level masyarakat bawah, melainkan dari dinamika di tingkat elit.

“Itu keras. Itu masalah kita sama sama tahu lah. Ada di segala aspek. Elit-elit di atas itu harus serius,” tegas Prof. Giriantari, mengisyaratkan adanya permainan kepentingan. Seringkali masyarakat di tingkat bawah digunakan saja, sebagai kepanjangan tangan para pemilik kepentingan.

Prof. Giriantari mengingatkan semua pihak, terutama masyarakat dan media, untuk waspada terhadap upaya-upaya yang dapat memecah belah. Ia mendorong agar sosialisasi dan harmonisasi proyek yang menjanjikan manfaat kemitraan bagi wilayah sekitar seperti Intaran dan Serangan harus terus diintensifkan.

“Supaya masyarakat sadar, jangan sampai diadu domba, dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang kepentingan pribadinya, kepentingan kelompok mereka,” pesannya .

Sebagai pakar yang baru saja meraih penghargaan bergengsi Solar Award dalam International Solar Summit (ISS) 2025 atas kontribusinya di bidang energi terbarukan , Prof. Giriantari menegaskan bahwa kehadiran LNG merupakan bagian penting dari peta jalan transisi energi Bali menuju Net Zero Emission 2045.

Proyek ini tidak hanya untuk menyediakan energi yang lebih bersih tetapi juga untuk mewujudkan kemandirian energi dan stabilitas pasokan listrik di Pulau Dewata. Dengan demikian, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan transparan dari semua pemangku kepentingan untuk memastikan agenda strategis ini tidak terganggu oleh kepentingan-kepentingan sempit. (*)

Tags: LNGLNG SidakaryaProf. Dr. Ida Ayu Dwi Giriantari
SendSendScan

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • 40 Penerbangan Timur Tengah Batal, Imigrasi Bali Beri Solusi bagi WNA Terdampak
  • “Mebanjaraan” di Jimbaran Perkuat Kebersamaan Warga, Diharapkan Jadi Agenda Tahunan
  • Porsenijar Badung 2026 Resmi Ditutup, Ini Daftar Juara SMA, SMP, dan SD
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?