Balitopik.com, BALI – Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Bali minta PT Pelindo tanggungjawab untuk pembersihan kembali kawasan Mangrove yang masih tergenang minyak solar, kemudian lakukan segera tindakan Bioremedi terhadap kandungan air laut yang sudah tercemar agak kembali pada kondisi semula, serta melakukan perawatan intensip terhadap segala bentuk yang menjadi penyebab bocornya minyak dan logam berat kelaut.
Persoalan matinya ratusan pohon mangrove di areal PT Pelindo, Benoa, Denpasar tersebut yang disebabkan logam berat dan BBM yang bocor menimbulkan permasalah Lingkungan di permukaan laut, khususnya mangrove yang merupakan sarana peredam ombak.Ketua KMHDI Bali, Pitriyou memberikan sikap tegas usut sampai tuntas matinya ratusan mangrove tersebut, dan lakukan tindak perbaikan secara menyeluruh.
“Matinya ratusan mangrove sudah dipastikan oleh adanya zat Hidrokarbon yang menggenangi perairan di sekitaran tanaman Mangrove, secara penyerapan nutrisi terhambat, akar jadi rusak dan jaringan kambium pada tanaman juga terganggu hingga rusak,” ucap Ketua PD KMHDI tersebut, Jumat (6/3/2026).
Lebih lanjut ia juga menuntut perbaikan secara menyeluruh, didapatinya cairan BBM jenis solar yang masih menggenang di areal tanaman Mangrove harus segera mendapat tindakan pembersihan.
“Sangat jelas kelalaian dari pihak pengelola khususnya lahan mangrove yang dibawah kawasan PT Pelindo itu, sisa cairan logam berat seperti solar masih menggenang, ini akan menjadi ancaman ke tanaman yang lain,” tegas Pitriyou.
Ia juga menyampaikan bahwa harus ada tindakan pemulihan terhadap lingkungan yang tercemar tersebut, tidak cukup hanya bertanggungjawab dengan penanaman pohon mangrove.
“Meski pihak Pelindo sudah ada tindakan dengan menanam bibit baru tapi air nya masih tidak aman ini sama dengan bohong, harus ada tindakan yang terukur, kadar keamanan air nya harus normal kembali, bisa dilakukan dengan Bioremediasi terhadap kandungan air laut,” pungkasnya.
Bioremediasi adalah teknik pengelolaan limbah yang memanfaatkan mikroorganisme seperti bakteri, fungi, alga atau enzim yang dihasilkannya untuk membersihkan lingkungan terkontaminasi, tanah, air, atau udara secara aman dan ramah lingkungan. (*)









