BALITOPIK.COM, DENPASAR – Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Denpasar Sanctus Paulus resmi menetapkan susunan kepengurusan periode 2026-2027, Jumat (1/5/2026).
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Mandataris Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) Nomor 01/KEPT/FORMATUR TUNGGAL-DPS/IV/2026 yang ditetapkan pada 30 April 2026.
Dalam kepengurusan baru ini, Stanley Francisco Gurion dipercaya sebagai Ketua Presidium PMKRI Denpasar periode 2026-2027.
Adapun susunan inti kepengurusan meliputi:
- Presidium Pengembangan Organisasi: Fransisco Dehadi
- Presidium Pendidikan dan Kaderisasi: Gaspar Stagasingger Wedo Hokor
- Presidium Gerakan Kemasyarakatan: Andrianus Yovianto
- Presidium Hubungan Antar Perguruan Tinggi: Heribertus Wora Bombo
- Presidium Hubungan Masyarakat Katolik: Tarentasiensis Halek
- Sekretaris Jenderal: Maria Melania
- Wakil Sekretaris Jenderal: Elfrida Sinafrin
- Bendahara: Maria Febriana Lau dan Christianus Aaron Sawusa Nduing
Selain itu, struktur kepengurusan juga dilengkapi dengan berbagai biro, yakni:
Biro Minat dan Bakat: Fransiskus Xaverius Payong Doni, Emanuel Juan Steven Gerard Putra, Eusabius Yustiano S. G. Aran, Alexsius Aldiansa Putra, Karolus Boromeus Magang.
Biro Mading dan Perpustakaan: Arnoldus Dersetnus Lede, Aprijano Andriano Bhoka, Frelydino Nyongkianus Leki, Maria Yastin.
Biro Diskusi dan Penalaran: Alfonsus Deliguori Bili Kadu, Kunigunda Ledyanti, Yasinta Sartika Asri, Mariobas Kamara, Benediktus Valentina Sandyawan.
Biro Kajian Isu Strategis: Yanuarius Amon, Laurensius Ledhi, Ignasius Alfrinus Juano.
Biro Media dan Propaganda: Viktorius Daputra Jhon.
Juga terdapat komunikator kampus yang memperkuat jaringan organisasi, yakni Stefanus Sengaji Betekeneng (Universitas Warmadewa), Ardianus Man (Universitas Mahasaraswati), serta Natasya Tiara Dedo (Universitas Dhyana Pura).
Ketua Presidium PMKRI Denpasar periode 2026-2027, Stanley Francisco Gurion, menegaskan bahwa kepengurusan baru ini akan fokus pada penguatan kaderisasi dan peran organisasi dalam menjawab dinamika sosial.
“Kami berkomitmen menjadikan PMKRI Denpasar sebagai ruang kaderisasi yang progresif, kritis, dan solutif. Kepengurusan ini akan bekerja tidak hanya untuk internal organisasi, tetapi juga hadir menjawab persoalan sosial, kebangsaan, dan kemanusiaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta penguatan peran mahasiswa sebagai agen perubahan.
“Kami ingin membangun sinergi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, kampus, maupun masyarakat sipil, agar PMKRI tetap relevan dan berdampak nyata,” tambahnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, PMKRI Denpasar diharapkan mampu terus berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di kalangan mahasiswa Katolik di Bali. (*)









