BALITOPIK.COM, BADUNG – Ribuan warga asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berdomisili di Bali merayakan momen Paskah dengan cara berbeda. Mereka menggelar aksi bersih sampah di Pantai Jerman, Kuta, pada Minggu (5/4/2026) sore.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus wujud syukur setelah melaksanakan ibadah Paskah di gereja.
Koordinator kegiatan, Yos Koilmo, mengatakan bahwa aksi bersih pantai ini merupakan bagian dari perayaan Paskah yang memiliki makna spiritual sekaligus sosial.
“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk perayaan Paskah setelah pulang dari gereja. Kami ingin merayakannya tidak hanya secara ibadah, tetapi juga dengan aksi nyata menjaga lingkungan,” ujar Yos Koilmo dalam keterangannya.
Ia menambahkan, semangat kebersamaan warga diaspora Alor di Bali menjadi kekuatan utama dalam kegiatan tersebut. Selain mempererat tali persaudaraan, aksi ini juga menjadi pesan bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Yos menjelaskan, kegiatan ini didukung oleh media online Bali Topik, Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, yang menyediakan fasilitas kerja serta dua alat berat pengangkut sampah.
“Kami dibantu dengan dua alat berat sebagai pengangkut, serta beberapa fasilitas kerja. Jadi pada dasarnya kami menyumbangkan tenaga untuk memungut sampah yang ada,” tambahnya.
Ribuan peserta tampak antusias memungut sampah di sepanjang pesisir Pantai Jerman. Aksi ini pun mendapat perhatian dari masyarakat sekitar dan wisatawan yang berada di lokasi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan pantai, khususnya di kawasan wisata seperti Kuta.
Adapun ribuan warga Alor yang terlibat dalam aksi tersebut berasal dari komunitas, diantaranya: Bungawaru, Klonbring, Otvai, Pitang Topuna, Kabola, Keluarga Batulolong, Kampoeng Alor, Klon Tebet Nuk, IKAP, Onongtou, Panbers, Pilanuku, Kailesa, Pisnuk Poumnuk, Tominuku, Habbang Wal, Ikatla, Taidu, Aki Altim, Kolana, Langkuru, Kenarimbala dan Gepab.
“Melalui momentum Paskah, kami warga Alor yang ada di Bali ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai keimanan dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat luas,” pungkasnya. (*)









