• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Kolase: Ketua BEM FH UNUD, I Gusti Agung Roman Kertajaya (kanan) dan Kepala Bidang Kajian Aksi Strategis BEM FH UNUD, Ida Bagus Gede Permana Putra. -Balitopik.com

5 Tuntutan BEM FH UNUD Atas Matinya Ratusan Mangrove di Benoa

2 bulan ago
Foto dari kiri: I Dewa Nyoman Rai, I Nyoman Oka Antara dan I Made Supartha. -BALITOPIK.COM

Waduh! Pansus TRAP Kena Prank BTID, Bongkar Fakta Tukar Guling Mangrove Kura-Kura Bali

3 jam ago
Pembangunan villa dekat bantaran sungai di Kuta Utara Bali yang diduga melanggar aturan sempadan

Villa di Bantaran Sungai Kuta Utara Disorot, Diduga Langgar Aturan dan Ancam Aliran Air

18 jam ago
Perempuan Badung tampil dalam gathering ILDI peringati Hari Kartini

Penuh Energi dan Haru, Perempuan Badung Hidupkan Semangat Kartini Lewat Aksi Nyata

23 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat bersalaman dengan seorang peserta Wondr Kemala Run 2026. -BALITOPIK.COM

Koster Ikut Wondr Kemala Run 2026 di Gianyar

1 hari ago
Wayan Koster meresmikan Gedung MUI Bali di Denpasar

Koster Resmikan Gedung MUI Bali, Pesan Persatuan di Tengah Perbedaan

1 hari ago
Kolase: Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Ida Bagus Surja Manuaba dan seorang jurnalis yang dibatasi saat peliputan. -IST/BALITOPIK.COM

Duduk Perkara Miskomunikasi Antara Petugas Keamanan Jayasabha dan Jurnalis

2 hari ago
Petugas Imigrasi Denpasar mengamankan WNA asal Inggris yang overstay di kawasan Renon Bali

Bikin Resah Warga, WNA Inggris di Denpasar Diamankan Usai Aksi Intimidasi Viral

2 hari ago
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau TPST Kertalangu, Denpasar, Jumat (17/4/2026). -BALITOPIK.COM

CATAT! Selasa dan Jumat Jadwal Sampah Organik Masuk TPA Suwung

3 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

5 Tuntutan BEM FH UNUD Atas Matinya Ratusan Mangrove di Benoa

Reporter balitopik.com
26 Februari 2026 - 9:31 am
Kolase: Ketua BEM FH UNUD, I Gusti Agung Roman Kertajaya (kanan) dan Kepala Bidang Kajian Aksi Strategis BEM FH UNUD, Ida Bagus Gede Permana Putra. -Balitopik.com

Kolase: Ketua BEM FH UNUD, I Gusti Agung Roman Kertajaya (kanan) dan Kepala Bidang Kajian Aksi Strategis BEM FH UNUD, Ida Bagus Gede Permana Putra. -Balitopik.com

Balitopik.com, DENPASAR – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana (BEM FH UNUD) meminta pemerintah daerah serta pihak korporasi terkait mengusut ratusan pohon mangrove di kawasan Pelindo Benoa, tepatnya di sisi barat pintu masuk Tol Bali Mandara, Benoa, Denpasar Selatan yang mati secara tidak wajar.

Kepala Bidang Kajian Aksi Strategis BEM FH UNUD, Ida Bagus Gede Permana Putra, menegaskan bahwa peristiwa ini beririsan langsung dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Pasal 1 angka 14 mendefinisikan pencemaran lingkungan sebagai masuknya zat atau energi akibat kegiatan atau kelalaian manusia hingga melampaui baku mutu lingkungan. Pasal 69 ayat (1) huruf a melarang secara tegas setiap perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup,” kata Gede Permana, Kamis (26/2/2026).

“Sementara Pasal 99 mengatur sanksi atas kelalaian, dan Pasal 88 menegaskan prinsip tanggung jawab mutlak atau strict liability bagi pelaku usaha yang kegiatannya menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan,” tambahnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun hingga saat ini belum ditemukan bukti pasti adanya kebocoran dan dugaan masih bersifat awal, prinsip kehati-hatian (precautionary principle) serta penerapan strict liability tetap relevan untuk dipertanyakan dalam konteks kegiatan industri berisiko tinggi.

Dari sisi tata kelola industri migas, BEM FH UNUD menilai bahwa standar ISO 14001 dan ISO 45001 secara tegas mewajibkan penerapan hirarki pengendalian risiko, di mana rekayasa teknik seperti penggunaan sensor pemantauan otomatis memiliki tingkat efektivitas lebih tinggi dibandingkan inspeksi visual atau prosedur administratif.

“Ketiadaan sistem sensor real-time menghilangkan fungsi deteksi dini terhadap rembesan hidrokarbon maupun gas berbahaya. Dalam kerangka HIRADC, absennya data real-time membuat penilaian risiko berpotensi tidak akurat dan bisa menempatkan risiko aktual pada kategori ekstrem tanpa terdeteksi,” ujar dia pula.

Menurutnya, penilaian kebocoran yang hanya didasarkan pada bau atau gejala umum tidak dapat dianggap memadai dalam sistem manajemen risiko modern.

BEM FH UNUD juga menyoroti potensi dampak ekologis apabila dugaan kebocoran terbukti. Peristiwa serupa di Teluk Balikpapan pernah memicu krisis lingkungan besar dengan dampak luas terhadap ekosistem pesisir dan mata pencaharian masyarakat.

Ketua BEM FH UNUD, I Gusti Agung Roman Kertajaya, menegaskan bahwa kematian mangrove tidak dapat dipandang sebagai sekadar kehilangan vegetasi.

“Indonesia memiliki cadangan karbon mangrove terbesar di dunia, dengan stok karbon yang tersimpan di dalam tanah dan sedimen. Ketika mangrove mati akibat polusi, sedimen tersebut berpotensi melepaskan karbon dalam jumlah besar ke atmosfer. Artinya, kawasan yang semula berfungsi sebagai penyerap emisi dapat berubah menjadi sumber emisi gas rumah kaca,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kerusakan tersebut tidak hanya berdampak secara lokal, tetapi juga berimplikasi terhadap komitmen mitigasi perubahan iklim nasional.

Dalam pernyataan sikapnya, BEM FH UNUD mendesak:

  1. Pemerintah Provinsi Bali memastikan keberlanjutan investigasi secara transparan serta menjamin pemulihan ekosistem mangrove yang terdampak.

  2. PT Pertamina Patra Niaga bertanggung jawab apabila terbukti mencemari lingkungan berdasarkan prinsip strict liability sesuai UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

  3. PT Pertamina Patra Niaga segera membangun sistem pemantauan berbasis sensor real-time yang terintegrasi langsung dengan otoritas pengawas.

  4. DPRD Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi Bali mengambil langkah pengawasan dan kebijakan preventif yang lebih serius serta terkoordinasi.

  5. Aparat penegak hukum, termasuk Polda Bali dan Kejaksaan, mengusut tuntas dugaan pencemaran apabila ditemukan unsur pidana. (*)

Tags: BEM FH UNUDMangrovePelindo BenoaPertamina Patra Niaga
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Waduh! Pansus TRAP Kena Prank BTID, Bongkar Fakta Tukar Guling Mangrove Kura-Kura Bali
  • Villa di Bantaran Sungai Kuta Utara Disorot, Diduga Langgar Aturan dan Ancam Aliran Air
  • Penuh Energi dan Haru, Perempuan Badung Hidupkan Semangat Kartini Lewat Aksi Nyata
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?