Balitopik.com, BALI – Asosiasi Mahasiswa Manggarai Bali (ASMMABA) sukses menyelenggarakan pelatihan jurnalistik bagi para anggotanya pada Sabtu, (28/2/2026) malam. Kegiatan yang bertempat di Gedung DPD KNPI Bali, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar ini bertujuan untuk mengasah minat dan bakat mahasiswa dalam dunia literasi dan jurnalistik.
Hadir sebagai fasilitator, Rovin Bou, seorang jurnalis dari media Bali Topik. Dalam sesi materinya, Rovin memaparkan teknik dasar penulisan berita yang mencakup unsur 5W+1H, struktur berita yang sistematis, hingga pemahaman mendalam mengenai Kode Etik Jurnalistik.
Menurut Rovin, penguasaan teknik jurnalistik bukan sekadar untuk mencetak penulis atau wartawan masa depan, melainkan sebagai tameng diri bagi mahasiswa.
“Memahami teknik dasar jurnalistik akan membebaskan individu dari paparan hoaks. Sebagai mahasiswa tidak hanya dituntut kecerdasan intelektual, tapi juga harus memiliki daya analisis yang tajam terhadap sebuah isu,” ucap Rovin.
Sesi workshop peserta pelatihan jurnalistik. -Balitopik.com
Ketua Umum ASMMABA, Hilarius Susanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar anggota ASMMABA mampu menganalisis informasi berdasarkan fakta dan dari sumber terpercaya. Ini karena ia menyadari saat ini segala macam informasi baik itu informasi yang valid dan yang hoaks dekat dalam genggaman setiap orang.
Selain itu, jelasnya, tujuan dibuatnya kegiatan pelatihan jurnalistik tersebut agar mengasah potensi anggota ASMMABA di bidang jurnalistik.
“Sebagai pengurus kami memandang bahwa ada kebutuhan anggota yang harus kami penuhi, salah satunya adalah soal mengasah potensi di bidang jurnalistik. Selain itu seperti yang sudah dijelaskan oleh fasilitator bahwa memahami teknik dasar jurnalistik akan membebaskan kita dari paparan hoaks,” kata Soni sapaan Hilarius Susanto.
Soni berharap anggota ASMMABA dapat menjadikan kegiatan pelatihan jurnalistik tersebut sebagai pedoman dalam membaca isu-isu yang beredar.
Senada dengan hal tersebut, Remigius Yolani, salah satu penggagas organisasi, menekankan pentingnya kemampuan jurnalistik dalam berorganisasi, terutama saat berhadapan dengan konflik atau isu kontroversial.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan potensi mahasiswa agar lebih teliti dalam menilai berita yang beredar di media sosial,” sumbang Yolan.
Workshop: Peserta pelatihan jurnalistik saat melakukan wawancara terhadap narasumber. -Balitopik.com
Pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa Manggarai dari berbagai kampus di Bali. Dalam kegiatan ini, selain menyampaikan materi dan diskusi interaktif, ada juga sesi workshop.
Fasilitator membagi peserta kegiatan dalam dua kelompok. Mereka ditugaskna untuk membuat berita tentang kegiatan tersebut dengan narasumber adalah Ketua Umum ASMMABA, Hilarius Susanto dan Remigius Yolani sebagai penggagas organisasi.
Melalui pendidikan non-formal seperti ini, ASMMABA berkomitmen untuk terus melahirkan kader-kader yang kompeten, peka terhadap lingkungan sosial, serta memiliki ketajaman paradigma dalam berpikir. (*)
NOTE: Tulisan ini telah diedit dari hasil workshop anggota ASMMABA.