BALITOPIK.COM, DENPASAR – Siswa-siswi kelas XII SMK Saraswati 1 Denpasar mengikuti uji kemampuan bahasa Inggris berbasis digital melalui aplikasi Headway Test, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi bahasa Inggris sebelum para siswa terjun ke dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Pelaksanaan tes dilakukan di lingkungan sekolah dengan menggunakan hand phone atau telepon genggam masing-masing siswa,serta diawasi oleh para guru. Para peserta mengerjakan sejumlah soal yang dirancang untuk mengukur berbagai aspek kemampuan bahasa inggris, mulai dari listening atau mendengarkan pemahaman reading atau membaca, tata bahasa,tenses hingga kemampuan analisis teks.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa penggunaan aplikasi digital seperti Headway Test memberikan pengalaman baru bagi siswa. Selain lebih praktis, sistem ini juga mampu memberikan hasil evaluasi yang lebih cepat dan terukur.
Foto bersama siswa Kelas XII Akuntansi SMK Saraswati 1 Denpasar usai tes
“Melalui tes berbasis aplikasi ini, kami ingin mengetahui sejauh mana kemampuan penguasaan bahasa inggris siswa serta mendorong mereka lebih siap menghadapi tantangan di dunia pendidikan maupun dunia kerja,” ujar koordinator tes, Ni Ketut Seri, S.Pd., usai mengawasi pelaksanaan tes, Jumat (13/3/2026) pagi.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun khusus untuk siswa kelas XII.Kami melaksanakan kerja sama dengan Headway Test untuk mengukur, mengevaluasi siswa/siswi kami,dengan kegiatan ini kita berharap siswa bisa mengimplementasikan kemampuan bahasa Inggrisnya di dunia kerja maupun di pendidikan yang lebih tinggi.
“Dengan Kegiatan ini serta bekerjasama dengan Headway Test kami yakin tamatan siswa SMK Saraswati 1 Denpasar akan diserap diberbagai sektor pekerjaan. Harapan kedepan kita tetap optimis tahun depan siswa kita akan terus meningkat. Bagi Siswa SMP Khusus kelas IX yang akan tamat dan mau melanjutkan ke SMK, ayo bergabung bersama kami SMK Saraswati 1 Denpasar.
Foto bersama siswa Kelas XII AK, XII MP SMK Saraswati 1 Denpasar usai tes
“Mudah-mudahan kedepan kegiatan HeadWay Test lebih bisa ditingkat kan lagi. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada HeadWay Test karena selama ini telah membantu kami dalam mengevaluasi kemampuan bahasa inggris siswa. Selain bahasa inggris siswa juga kita bekali dengan bahasa jepang, jadi dengan memilih SMK Saraswati 1 Denpasar banyak ilmu atau kompetensi yang didapatkan,” tambahnya.
Antusiasme siswa terlihat selama pelaksanaan tes. Banyak di antara mereka merasa metode pengujian menggunakan Headway Test lebih menarik dibandingkan metode konvensional. Sebanyak 49 siswa kelas XII SMK Saraswati 1 Denpasar mengikuti dan menyelesaikan tes tersebut tepat waktu.
Salah satu siswa kelas XII, Calvin Marvellous Santoso, mengatakan tes tersebut dinilai lebih relevan dibandingkan tes yang disiapkan oleh pemerintah. Ia berencana menggunakan sertifikat hasil uji kemampuan bahasa inggris tersebut untuk melamar pekerjaan di luar negeri.
“Daftar pertanyaannya lebih kompleks dan menantang. Saya akan menggunakan sertifikat ini untuk mencari kerja di luar negeri,” ujar Calvin.
Sementara itu, Kepala SMK Saraswati 1 Denpasar, G. A. Hendrastuti, S.Sos., M.M., mengatakan pihaknya memilih aplikasi Headway Test karena mudah digunakan, praktis, serta mampu memberikan hasil secara real time.
Foto bersama siswa Kelas XII MP, XII BD MK Saraswati 1 Denpasar usai tes
Menurutnya, sekolah memang memiliki tanggung jawab untuk membekali para siswa dengan sertifikat kemampuan berbahasa inggris sebagai bekal mereka memasuki dunia kerja.
Selain sebagai alat evaluasi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah sekolah dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan. Dengan memanfaatkan teknologi, proses belajar dan pengukuran kemampuan siswa diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.
Ke depan, pihak sekolah juga berencana memanfaatkan berbagai platform pembelajaran digital lainnya untuk memperkaya metode pembelajaran serta meningkatkan kualitas kompetensi siswa, khususnya dalam penguasaan bahasa inggris yang menjadi salah satu keterampilan penting di era global saat ini.
“Komitmen kami adalah membekali anak-anak dengan sertifikat kompetensi sebagai bekal untuk melamar pekerjaan. Semua siswa mendapatkan sertifikat dan itu yang kami lakukan selama ini,” ungkap Hendrastuti.
Beliau menambahkan bahwa selain kemampuan bahasa Inggris, para siswa juga diuji dalam berbagai kompetensi lain seperti pengetahuan perhotelan, bahasa Jepang, public speaking, keahlian sesuai jurusan, hingga aspek kepribadian.
“Mudah-mudahan ini menjadi bekal yang baik bagi mereka, dan semoga para siswa bisa mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang sesuai dengan harapan mereka,” tandasnya.