BALITOPIK.COM, BADUNG – Pecalang Desa Adat Sibanggede turut melaksanakan pengamanan kegiatan Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga yang diselenggarakan GPPI Jemaat Sang Sinar Bali di Warung Coffee d’Kebun, Tanah Ayu, Sibanggede, Badung, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan ibadah yang dipimpin Pendeta Leonardo tersebut diikuti sekitar 200 jemaat dan berlangsung dengan aman serta lancar berkat pengamanan bersama dari pecalang dan unsur terkait.
Koordinator Pecalang Desa Adat Sibanggede, Gede Wira, mengatakan kehadiran pecalang dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas adat karena lokasi kegiatan berada di wilayah wewengkon Desa Adat Sibanggede.
“Kami hadir untuk memastikan kegiatan ibadah berjalan aman dan lancar. Apalagi ini merupakan kegiatan keagamaan yang harus dijaga bersama,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan pecalang dalam pengamanan kegiatan keagamaan umat lain juga menjadi simbol kuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Bali.
Ia menegaskan, pecalang sebagai satuan pengamanan adat tidak hanya bertugas mengawal kegiatan keagamaan Hindu, tetapi juga menjaga keamanan seluruh aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan umat lain yang berlangsung di wilayah desa adat.
Sementara itu, Bendesa Adat Sibanggede, I Nyoman Suarianta, menegaskan bahwa tugas pecalang dalam menjaga keamanan masyarakat telah diatur dalam peraturan daerah maupun pararem desa adat.
“Pecalang Desa Adat Sibanggede tidak hanya bertugas mengamankan aktivitas keagamaan Hindu saja, tetapi juga kegiatan agama lain yang berlangsung di wilayah desa adat,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh kegiatan masyarakat di wilayah Desa Adat Sibanggede wajib dijaga tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok masyarakat tertentu.
Dalam pelaksanaan tugasnya, pecalang juga dapat bersinergi dengan aparat TNI dan Polri, termasuk dalam pengamanan kegiatan keagamaan maupun pengaturan lalu lintas guna memastikan situasi tetap kondusif.
Kehadiran pecalang dalam pengamanan ibadah tersebut sekaligus menjadi gambaran nyata semangat toleransi dan harmoni sosial yang terus dijaga masyarakat Bali di tengah keberagaman umat beragama. (*)









