BALITOPIK.COM, BALI – Desakan agar Kejaksaan Agung mengusut tuntas dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin menguat. Politisi muda asal Bali, Muhamad Shalahuddin Jamil atau yang akrab disapa Bro Shalah, meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap seluruh pihak yang disebut terlibat dalam perkara tersebut.
Desakan itu muncul setelah mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menyatakan kesiapannya menjadi Justice Collaborator (JC) dan mengungkap pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus yang kini sedang ditangani Kejaksaan Agung.
Melalui kuasa hukumnya, disebutkan bahwa terdapat sedikitnya 26 nama yang diklaim mengetahui atau terlibat dalam berbagai proses terkait pelaksanaan program MBG. Nama-nama tersebut disebut berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari lingkungan eksekutif, legislatif, hingga kelompok yang memiliki pengaruh kuat dalam pengambilan keputusan.
Bahwa, ada data digital terkait penentuan titik dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disebut menjadi salah satu bukti yang dimiliki Sony. Data tersebut diklaim dapat menjelaskan pihak-pihak yang diduga memperoleh atau menguasai titik-titik pelaksanaan program MBG.
Kasus ini kemudian mendapat perhatian luas setelah muncul kekhawatiran bahwa aktor-aktor yang berada di level lebih tinggi berpotensi luput dari proses penegakan hukum apabila penyidikan tidak dilakukan secara menyeluruh.
Bro Shalah yang juga orang dekat salah satu Menko di Pemerintahan Prabowo ini menegaskan bahwa pengakuan mengenai keberadaan 26 nama tersebut harus menjadi pintu masuk bagi Kejaksaan Agung untuk mengembangkan perkara hingga ke akar persoalan.
“Kalau memang ada 26 nama yang disebut mengetahui atau terlibat dalam dugaan praktik korupsi program MBG, maka Kejaksaan Agung harus membongkarnya secara tuntas. Jangan sampai publik hanya melihat pelaku di permukaan, sementara aktor-aktor besar yang diduga berada di belakang layar justru tidak tersentuh proses hukum,” ujar Bro Shalah di Denpasar, Selasa (9//6/2026).
Menurutnya, keberanian Sony Sonjaya mengajukan diri sebagai Justice Collaborator harus dimanfaatkan penyidik untuk membuka seluruh rangkaian peristiwa yang diduga terjadi dalam pengelolaan program MBG.
Ia menilai transparansi penanganan perkara menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum yang sedang berjalan.
Kejaksaan Agung melalui penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) masih mendalami dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG, termasuk dugaan praktik jual beli titik dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Pengajuan status Justice Collaborator oleh Sony Sonjaya kini menjadi salah satu perkembangan penting dalam perkara tersebut. Publik pun menantikan sejauh mana informasi yang dimiliki mantan pejabat BGN itu dapat membantu mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dan memastikan penegakan hukum dilakukan secara menyeluruh tanpa pandang bulu.
“Clue (petunjuk) yang sudah diungkapkan Sony adalah pintu masuk untuk membongkar dugaan korupsi yang terstruktur di BGN. Kalau Sony sudah berani menyebut ada 26 nama, maka tugas penyidik adalah menelusuri satu per satu tanpa pandang bulu. Ini menyangkut uang rakyat dan program yang seharusnya ditujukan untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Selain mendorong pembenahan tata kelola Program MBG, Bro Shalah juga meminta pemerintah tetap memberi perhatian serius terhadap kondisi sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah.
Menurutnya, peningkatan kualitas gizi anak harus berjalan beriringan dengan perbaikan fasilitas sekolah agar tujuan pembangunan sumber daya manusia dapat tercapai secara optimal.
“Saya mendukung Program Makan Bergizi Gratis karena manfaatnya sangat besar bagi anak-anak Indonesia. Tetapi kita juga harus jujur melihat bahwa masih banyak sekolah yang membutuhkan perhatian serius. Jangan sampai kita hanya fokus pada program makan bergizi, sementara ruang kelas rusak, fasilitas pendidikan terbatas, dan kualitas pembelajaran belum merata,” tandasnya.









