• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Pertunjukan Wimbakara (Lomba) Taman Penasar yang dibawakan Sanggar Seni Semar Pegulingan Sekar Tunjung Biru di PKB 2026. -IST

Duta Badung Sajikan Humor, Kritik Sosial dan Pesan Dharma Melalui Wimbakara Taman Penasar

5 bulan ago
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). -IST

SBY: Kok Jadi Begini Negara Kita, Segala Cara Dihalalkan Demi Kekuasaan

14 jam ago
ILUSTRASI

Zaman Yesus: Sigit ini seperti Yudas, ketika orang terdekat justru berkhianat

16 jam ago
Anggota Komisi III dan Badan Legislasi DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Parta. -IST

Edan, Bukannya Lindungi Presiden Malah Disadap, Polri Harus Direformasi

17 jam ago
ILUSTRASI

Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Irjen Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

1 hari ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat meninjau langsung lokasi proyek. -IST

Sidak Proyek di Badung Selatan, Adi Arnawa Target Pelebaran Simpang Rampung Desember

1 hari ago
Ketua Komisi IV DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana. -BALITOPIK.COM

Badung Kurang 340 Guru, Komisi IV Dorong Optimalkan Mahasiswa Magang

2 hari ago
Sebanyak 17 pemangku memanjatkan doa untuk keselamatan dan kesejahteraan Indonesia di Rumah Kebangsaan dan Kebinekaan (Rumah KaKek), Pasraman Satyam Eva Jayate, Sabtu (31/10/2026).

17 Pemangku Panjatkan Doa untuk Keselamatan Indonesia

2 hari ago
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat meninjau longsor di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung. -BALITOPIK.COM

Giri Prasta Tinjau Longsor Pelaga, Pencarian Dua Korban Jadi Prioritas

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Duta Badung Sajikan Humor, Kritik Sosial dan Pesan Dharma Melalui Wimbakara Taman Penasar

Reporter balitopik.com
18 Juni 2026 - 10:01 am
Pertunjukan Wimbakara (Lomba) Taman Penasar yang dibawakan Sanggar Seni Semar Pegulingan Sekar Tunjung Biru di PKB 2026. -IST

Pertunjukan Wimbakara (Lomba) Taman Penasar yang dibawakan Sanggar Seni Semar Pegulingan Sekar Tunjung Biru di PKB 2026. -IST

BALITOPIK.COM, DENPASAR – Gelak tawa pecah berkali-kali di Kalangan Ratna Kanda, Art Centre Denpasar, Kamis (18/6/2026). Namun di balik humor yang menghibur, tersimpan kritik sosial dan pesan kehidupan yang membuat ratusan penonton terdiam dan merenung.

Itulah kekuatan pertunjukan Wimbakara (Lomba) Taman Penasar yang dibawakan Sanggar Seni Semar Pegulingan Sekar Tunjung Biru, Desa Adat Tanjung Benoa, sebagai Duta Kabupaten Badung dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.

Tokoh sentral bernama Wayan menjadi magnet utama pementasan. Dengan gaya khas yang jenaka, ia sukses mengocok perut penonton. Namun, di saat bersamaan, karakter tersebut juga menyentil berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat adat Bali saat ini.

Mulai dari makna menyama braya yang kian tergerus, beban kewajiban adat yang terus meningkat, hingga ketimpangan ekonomi yang dirasakan sebagian warga menjadi isu yang disampaikan melalui dialog-dialog satir penuh makna.

Dalam pementasan tersebut, Wayan digambarkan sebagai sosok yang mudah marah dan pesimistis terhadap kehidupan. Ia bahkan mengibaratkan dirinya seperti “batu yang direbus”, yang menurutnya tidak akan pernah berubah nasib meskipun terus berusaha menjaga nilai-nilai tradisi dan kebersamaan di lingkungan adat.

Ketua Sanggar Seni Semar Pegulingan Sekar Tunjung Biru, I Wayan Citra, mengungkapkan bahwa karakter Wayan sengaja dihadirkan sebagai representasi realitas yang terjadi di tengah masyarakat.

“Wayan adalah sosok antagonis yang hanya melihat persoalan dari satu sisi. Ketika menghadapi masalah, dia langsung marah tanpa memahami situasi secara utuh. Ini sebenarnya gambaran pola pikir yang masih sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari,” ujar I Wayan Citra usai pementasan.

Menurutnya, konflik yang dialami tokoh Wayan bermula dari persoalan sederhana. Saat pulang ke rumah dan tidak menemukan istrinya, ia langsung emosi tanpa mengetahui bahwa warga banjar sedang menghadapi suasana duka karena ada warga yang meninggal dunia.

Dari situ lahir berbagai dialog yang mengundang tawa sekaligus menyentuh persoalan sosial yang lebih dalam.

Namun puncak cerita terjadi ketika Wayan mulai mendapatkan berbagai wejangan dan tuntunan hidup dari Jero Kelian serta masyarakat sekitarnya.

Melalui sastra Bali yang dikemas dalam sekar alit, sekar madya, sekar agung, sloka, hingga palawakya, perlahan hati dan pikirannya mulai terbuka.

Salah satu sumber inspirasi yang digunakan dalam pementasan ini berasal dari Geguritan Dharma Sunyata, karya sastra klasik Bali karya I Made Menaka yang sarat pesan etika, filsafat Hindu, dan nilai moderasi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Karena berbagai tutur sastra yang disampaikan, akhirnya Wayan sadar. Ia mulai memahami makna menyama braya dan pentingnya menjaga keseimbangan hidup,” jelasnya.

Menurut I Wayan Citra, pesan utama yang ingin disampaikan adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara kewajiban spiritual dan kebutuhan ekonomi keluarga.

“Kalau hanya mencari uang dan melupakan yadnya, tentu tidak baik. Sebaliknya, kalau terus-menerus melakukan yadnya tanpa memperhatikan kebutuhan keluarga juga akan menimbulkan persoalan. Di situlah keseimbangan harus dijaga,” katanya.

Pesan tersebut dirangkum dalam garapan berjudul “Upahayu Atmeng Tanu”, yang secara harfiah berarti memelihara Sang Hyang Atma yang bersemayam dalam diri manusia.

“Upahayu berarti memelihara, sedangkan Atma Ing Tanu adalah Sang Hyang Atma yang berada dalam tubuh manusia. Jadi maknanya adalah menjaga dan merawat kesucian jiwa yang ada dalam diri kita,” ujarnya.

Selain mengangkat nilai filosofis yang mendalam, pementasan ini juga menjadi bukti keberhasilan regenerasi seni tradisi di Bali.

I Wayan Citra mengungkapkan bahwa proses persiapan menuju PKB 2026 tidaklah mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah mencari pemain yang memenuhi batas usia peserta, yakni 17 hingga 28 tahun.

“Jujur saja, di tengah proses persiapan kami sempat frustrasi. Ada yang masih sekolah, ada yang baru bekerja, ada yang sedang mencari kuliah. Tapi astungkara akhirnya kami bisa menyatukan semuanya,” katanya.

Seluruh pemain yang tampil berasal dari wilayah Kuta Selatan, mulai dari penyaji, panembang, hingga sekaa geguntangan.

Sanggar Seni Semar Pegulingan Sekar Tunjung Biru sendiri telah berdiri sejak 9 Juli 2005 dan didirikan oleh para seniman otodidak Desa Adat Tanjung Benoa.

Selama dua dekade berkarya, sanggar ini telah meraih berbagai prestasi, termasuk pernah meraih Juara I Wimbakara Taman Penasar sebagai Duta Kabupaten Badung pada penyelenggaraan PKB sebelumnya.

Kini, melalui “Upahayu Atmeng Tanu”, mereka kembali membawa pesan bahwa sastra, budaya, dan nilai-nilai kearifan lokal tetap relevan sebagai penuntun kehidupan masyarakat modern.

Di tengah berbagai tantangan zaman, pementasan ini mengingatkan bahwa kemenangan terbesar bukanlah mengalahkan orang lain, melainkan mampu mengalahkan ego, kemarahan, dan ketidakseimbangan dalam diri sendiri. (*)

Tags: Art Centre DenpasarBerita BaliBudaya BaliDuta BadungGeguritan Dharma SunyataKabupaten BadungKuta SelatanMenyama BrayaPKB 2026PKB XLVIIISastra BaliSeni Tradisi BaliTaman PenasarTanjung BenoaWimbakara
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • SBY: Kok Jadi Begini Negara Kita, Segala Cara Dihalalkan Demi Kekuasaan
  • Zaman Yesus: Sigit ini seperti Yudas, ketika orang terdekat justru berkhianat
  • Edan, Bukannya Lindungi Presiden Malah Disadap, Polri Harus Direformasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist