BALITOPIK.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta meninjau kawasan Badung Agro Techno Park (ATP) di Banjar Belok, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Jumat (19/6/2026). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pengendalian inflasi daerah, sekaligus dirangkaikan dengan penanaman demplot bawang merah dan bawang putih serta panen kopi petik merah.
Dalam kunjungan tersebut, Adi Arnawa menegaskan bahwa kawasan ATP tidak hanya diposisikan sebagai pusat pertanian modern, tetapi juga akan dikembangkan menjadi sentra kopi berkualitas sekaligus embrio destinasi agrowisata baru di Badung Utara.
“Ini salah satu langkah edukasi untuk memotivasi masyarakat agar tetap bertani, karena petani punya prospek yang bagus. Apalagi Badung memiliki pasar yang sangat strategis dengan adanya industri pariwisata. Karena itu saya datang untuk mengevaluasi perkembangan pembibitan, penanaman, hingga panen kopi yang dibudidayakan di sini, sekaligus melihat tata niaganya ke depan,” ujar Adi Arnawa.
Ia menilai keberadaan ATP sangat strategis untuk menjaga keberlanjutan pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Badung juga berencana menambah destinasi berbasis agrowisata di kawasan Badung Utara agar lahan pertanian tetap produktif sekaligus memberi nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
Sebagai tahap awal pengembangan, Pemkab Badung berencana menambah wahana petualangan ATV (All-Terrain Vehicle) di kawasan ATP. Konsep ini diharapkan membuat kawasan tersebut tidak hanya menarik dari sisi pertanian dan panorama alam, tetapi juga menjadi destinasi wisata alternatif.
“Mudah-mudahan nanti ada kegiatan lanjutan di sini. Beberapa kawasan akan kita perbaiki supaya benar-benar menjadi destinasi. Jadi orang datang tidak hanya melihat kopi dan pemandangannya, tetapi juga menikmati destinasi ATV di sini. Ujungnya tetap dalam rangka pengendalian inflasi di Badung. Kalau kopi di sini tepat, maka untuk komoditas pangan lain seperti bawang merah dan bawang putih, di tempat lain akan kita buat sentra-sentra khusus,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung A.A. Ngurah Raka Sukadana menjelaskan, Badung Agro Techno Park dibangun di atas lahan seluas 14,87 hektare sebagai pusat penerapan teknologi pertanian modern. Salah satu komoditas unggulan yang dikembangkan di kawasan ini adalah kopi arabika dengan menerapkan prinsip Good Agriculture Practice (GAP).
Menurutnya, pengembangan kopi di ATP juga diperkuat melalui kerja sama antara Dinas Pertanian dan Pangan Badung dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia sejak 2023 hingga 2025. Kerja sama itu meliputi pendampingan teknis budidaya hingga pengolahan kopi.
“Salah satu upaya penerapan teknologi pada budidaya kopi adalah kerja sama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, mulai dari pendampingan teknis sampai pengolahan kopi. Selain itu, Badung Agro Techno Park juga menjalankan Program SIDUTA atau Siswa Edukasi Wisata agar pelajar bisa mengenal budidaya kopi sejak dini,” jelasnya.
Raka Sukadana menambahkan, ATP juga telah menjadi lokasi edukasi bagi berbagai lembaga pendidikan, mulai dari tingkat SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian sekaligus memperkuat regenerasi petani di Badung.
Kunjungan Bupati Badung ke ATP Belok Sidan menegaskan komitmen Pemkab Badung dalam membangun sektor pertanian yang terintegrasi dengan pariwisata, pendidikan, dan pengendalian inflasi. Dengan penguatan sentra kopi, pengembangan komoditas pangan, serta rencana agrowisata baru, kawasan ATP diharapkan menjadi model pertanian modern yang memberi dampak langsung.
Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Ketua Komisi I DPRD Badung Bima Nata dan Anggota DPRD Badung I Putu Dendy Astra Wijaya, Forkompinda Badung, Sekda Surya Suamba beserta OPD terkait di Lingkup Pemkab. Badung, dan para Ketua Organisasi Wanita serta Camat se-Kabupaten Badung. (*)









