BALITOPIK.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Bali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui ADUJAK Bali (Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas) 2026.
Program ini menjadi wadah bagi Duta Generasi Berencana (GenRe) dari sembilan kabupaten/kota di Bali untuk mengembangkan kapasitas, kreativitas, sekaligus berkompetisi memperebutkan gelar Duta GenRe Bali Tahun 2026.
Komitmen tersebut disampaikan saat Wakil Gubernur Bali menerima audiensi Ketua Forum GenRe Indonesia Provinsi Bali, I Kadek Dwi Januardana, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (24/7/2026).
Audiensi tersebut membahas persiapan penyelenggaraan ADUJAK Bali yang untuk pertama kalinya akan mempertemukan Duta GenRe dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Kegiatan dijadwalkan resmi dibuka pada 8 Agustus 2026 dan diperkirakan diikuti sekitar 500 peserta.
Ketua Forum GenRe Indonesia Provinsi Bali, I Kadek Dwi Januardana, mengatakan ADUJAK Bali tidak hanya menjadi ajang pemilihan Duta GenRe Bali 2026, tetapi juga sarana memperkuat kapasitas, kreativitas, dan kolaborasi antargenerasi muda di Pulau Dewata.
“Selain menjadi ajang silaturahmi dan penguatan kapasitas Duta GenRe, kegiatan ini juga akan menghadirkan sembilan cabang perlombaan, di antaranya musikalisasi puisi, cerdas cermat, serta berbagai kompetisi kreatif lainnya. Para peserta akan memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Bali dan predikat Juara Umum,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Forum GenRe Indonesia Provinsi Bali yang berdiri sejak 11 Agustus 2018 kini memiliki 564 anggota yang tersebar di sembilan kabupaten/kota di Bali.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur Bali mengapresiasi inisiatif Forum GenRe Indonesia Provinsi Bali yang terus menghadirkan ruang positif bagi generasi muda. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bali akan terus memfasilitasi berbagai program kepemudaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pemerintah akan terus memfasilitasi dan mendukung berbagai kegiatan positif. Duta GenRe diharapkan mampu hadir langsung di tengah masyarakat sebagai agen perubahan. Pemerintah siap membuka akses dan mendorong kolaborasi dengan desa-desa dalam upaya menekan angka stunting serta menjalankan program-program yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Wakil Gubernur Bali.
Ia juga menekankan pentingnya peran Duta GenRe sebagai pelopor edukasi remaja dalam mengampanyekan pencegahan perkawinan usia anak, penyalahgunaan NAPZA, perilaku seksual berisiko, bahaya narkoba, serta konsumsi minuman beralkohol.
Menurutnya, sinergi antara Duta GenRe, pemerintah daerah, pemerintah desa, BKKBN, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mewujudkan generasi muda Bali yang sehat, berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing.
Dalam audiensi tersebut juga disampaikan capaian membanggakan Duta GenRe Bali yang berhasil meraih Juara II Tingkat Nasional. Meski demikian, tantangan pendanaan masih menjadi perhatian sehingga Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen meningkatkan dukungan agar prestasi generasi muda Bali terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Selain memperkuat kompetisi, Pemerintah Provinsi Bali juga mendorong optimalisasi Posyandu Remaja sebagai ruang pembinaan karakter dan kesehatan remaja. Upaya tersebut akan didukung melalui penyusunan modul literasi sebagai pedoman edukasi dan pembinaan Duta GenRe di seluruh kabupaten/kota di Bali.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali yang turut hadir dalam audiensi menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi Bali terhadap keberlanjutan Program Duta GenRe.
Ia optimistis sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali, BKKBN, Forum GenRe Indonesia Provinsi Bali, serta seluruh pemangku kepentingan akan semakin memperkuat upaya mencetak generasi muda Bali yang sehat, berkarakter, berprestasi, dan siap menyongsong Indonesia Emas sekaligus mewujudkan Generasi Emas Bali. (*)









