• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Pengamat komunikasi Publik, Emanuel Dewata Oja.

Klarifikasi Hasan Nasbi Justru Lebih “Biadab” dari Stigma “Londo Ireng”

2 bulan ago
Pande Putu Maya Arsanti (tengah) dan Nengah Jimat (kanan), didampingi Ayu Sri Undari selaku legal staff Bali Trust International Law Firm. -BALITOPIK.COM

Sudah Gelontorkan Ratusan Miliar, Investor Harap Sengketa Internal Desa Adat Bugbug Berakhir

5 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat diajak swafoto oleh sejumlah murid SMPN 13 Denpasar. -BALITOPIK.COM

Bukan Agenda Resmi, Koster Datang ke SMPN 13 Tepati Janji Siswa, Suasana Langsung Riuh

1 hari ago
Para korban saat mendatangi Polda Bali untuk melakukan laporan dugaan penipuan investasi emas. -BALITOPIK.COM

Korban Penipuan Emas di Renon Bertambah, 92 Orang Mengadu ke Polda Bali

1 hari ago
Ketua PC KMHDI Buleleng, Komang Dia Damayanti. IST

UMP Bali 2027, KMHDI Buleleng: Harus Sesuai Kebutuhan Hidup

1 hari ago
Operasi gabungan mengamankan 13 WNA yang diduga terlibat praktek prostitusi di Bali. -IST

WNA Rusia dan Nigeri Buka Jasa Prostitusi di Bali, Tarif Rp13.9 Juta per Jam

2 hari ago
Bali Perkuat Sistem Kebencanaan, Penyandang Disabilitas Kini Terlibat dalam Pengambilan Keputusan. -IST

Bali Perkuat Sistem Kebencanaan, Penyandang Disabilitas Kini Terlibat dalam Pengambilan Keputusan

2 hari ago
Kepolisian Polda Bali dan Imigrasi Bali saat menggelar konferensi pers. -BALITOPIK.COM

Imigrasi dan Polisi Tangkap 13 WNA Diduga Jaringan Prostitusi Internasional

2 hari ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa (depan). -BALITOPIK.COM

Sengketa BTS Badung Masuk Kasasi, Adi Arnawa Bicara Nasib Kerja Sama hingga 2047

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Klarifikasi Hasan Nasbi Justru Lebih “Biadab” dari Stigma “Londo Ireng”

Reporter balitopik.com
1 Agustus 2026 - 7:08 am
Pengamat komunikasi Publik, Emanuel Dewata Oja.

Pengamat komunikasi Publik, Emanuel Dewata Oja.

BALITOPIK.COM, DENPASAR – Pernyataan Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, yang menganalogikan kelompok kritis terhadap pemerintah sebagai pihak yang melakukan contraflow atau melawan arah di jalan satu arah, menuai kritik dari kalangan akademisi dan pengamat komunikasi.

Pengamat Komunikasi Publik, Emanuel Dewata Oja, menilai analogi tersebut justru lebih berbahaya dibandingkan polemik istilah “Londo Ireng” yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat mengkritik wartawan, pengamat, dan sejumlah aktivis LSM.

Menurut pria yang akrab disapa Edo itu, pernyataan Hasan Nasbi berpotensi menimbulkan persepsi bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan tindakan yang menyimpang atau melanggar aturan.

“Kalau ditempatkan dalam perspektif kebebasan pers dan demokrasi, analogi bahwa kelompok kritis melakukan contraflow merupakan tuduhan yang sangat serius. Justru klarifikasi Hasan Nasbi ini lebih biadab daripada stigma ‘Londo Ireng’ itu sendiri,” kata Edo yang juga adalah Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali ini saat ditemui di Denpasar, Sabtu (1/8/2026).

Polemik ini bermula setelah Hasan Nasbi mengunggah video klarifikasi pada Senin (27/7/2026). Dalam video tersebut, ia menggunakan ilustrasi seseorang yang berjalan melawan arah di jalan satu arah untuk menggambarkan pihak-pihak yang terus mengkritisi kebijakan pemerintah.

Bagi Edo, ilustrasi tersebut mengandung pesan bahwa arah kebijakan pemerintah merupakan satu-satunya arah yang benar. Akibatnya, siapa pun yang menyampaikan pandangan berbeda, termasuk media massa yang menjalankan fungsi kontrol sosial, dapat dipersepsikan sebagai pihak yang sengaja melawan arus.

“Sebagai pejabat negara, Hasan Nasbi seolah memosisikan arah pemerintah sebagai jalan yang paling sah. Siapa pun yang memiliki perspektif berbeda atau melakukan investigasi dianggap menabrak arus. Ini merupakan bentuk delegitimasi terhadap fungsi pers dalam demokrasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, klarifikasi yang disampaikan Hasan Nasbi justru berpotensi memperkeruh polemik yang telah berkembang di ruang publik.

“Alih-alih meredakan situasi, penjelasan itu justru menyerang esensi dasar pengawasan terhadap kekuasaan yang dijalankan oleh pers,” katanya.

Edo juga mengingatkan bahwa narasi seperti itu berpotensi memunculkan chilling effect atau efek gentar bagi insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Menurutnya, salah satu indikator utama kebebasan pers adalah tidak adanya rasa takut bagi wartawan ketika mengungkap fakta atau melakukan kritik terhadap kebijakan publik.

“Analogi tersebut bisa membangun stigma bahwa mengkritik pemerintah adalah tindakan yang salah atau melanggar aturan. Ini tentu berbahaya bagi kebebasan pers,” tegasnya.

Ia menilai hubungan antara pemerintah dan media dalam negara demokrasi seharusnya bersifat horizontal, di mana pers menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggara negara, bukan sekadar mengikuti arah kebijakan pemerintah.

“Dialektika antara pers dan pemerintah itu harus dua arah, bukan satu arah. Jika ada kritik terhadap kebijakan, balaslah dengan data, fakta, dan argumentasi yang terbuka, bukan dengan analogi yang justru memberi kesan bahwa kritik adalah pelanggaran,” ujar Edo.

Menurutnya, pemerintah perlu menjaga ruang demokrasi tetap sehat dengan menghormati peran media sebagai salah satu pilar pengawasan publik. Sebab, kritik yang disampaikan pers merupakan bagian dari mekanisme demokrasi untuk memastikan setiap kebijakan berjalan secara transparan dan akuntabel.

Tags: demokrasi IndonesiaEmanuel Dewata OjaHasan NasbiKebebasan PersKritik PemerintahLondo IrengPengamat KomunikasiPers IndonesiaPrabowo SubiantoSMSI Bali
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Sudah Gelontorkan Ratusan Miliar, Investor Harap Sengketa Internal Desa Adat Bugbug Berakhir
  • Bukan Agenda Resmi, Koster Datang ke SMPN 13 Tepati Janji Siswa, Suasana Langsung Riuh
  • Korban Penipuan Emas di Renon Bertambah, 92 Orang Mengadu ke Polda Bali
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?