• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Pengamat komunikasi Publik, Emanuel Dewata Oja.

Klarifikasi Hasan Nasbi Justru Lebih Biadab dari Stigma ‘Londo Ireng”

1 menit ago
Sekda Dewa Indra saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pemberian dokumen kependudukan kepada anak telantar di Auditorium ST. Burhanuddin, Kejaksaan Tinggi Bali, Kamis (30/7). -IST

Pemprov Bali dan Kejati Bersinergi Penuhi Hak Administrasi Anak Telantar

16 jam ago
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri peringatan Hari Anak Nasional dengan tajuk Ambawarna Raya, yang digelar di Wantilan Kantor Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, Jumat (31/07/2026). -IST

Rasniathi Adi Arnawa Dorong Anak Berani Berkarya Sejak Dini

22 jam ago
Bupati Badung Adi Arnawa saat menyerahkan santunan kedukaan kepada ahli waris. -IST

Bupati Badung Serahkan Penghargaan dan Reward Rp10 Juta kepada Ahli Waris yang Tertib Urus Akta Kematian

22 jam ago
Rapat koordinasi Dishub Badung dan instansi terkait terkait rencana penertiban parkir liar di terminal Mengwi. -IST

Dishub Badung Gandeng Polisi dan TNI Berantas Parkir Liar di Terminal Mengwi

2 hari ago
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali yang dikelola PT BTID -IST/BALITOPIK.COM

For Hati Bali Kritik Soft Opening Sira Village di KEK Kura-Kura Bali

2 hari ago
Konferensi pers Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026. -BALITOPIK.COM

SUVJF 2026 Dongkrak Okupansi Hotel Ubud, Sthala Sold Out 100 Persen

2 hari ago
Gubernur Koster saat menghadiri persembahyangan dalam rangka Melaspas Purwa Mandala Pura Ulun Danu Batur dan Desa Adat Batur. -IST

Koster: Batur Adalah Sumber Peradaban Tertua Bali, Wajib Dijaga

2 hari ago
Terduga pelaku setelah diamankan pihak kepolisian. -IST

Belanja Pakai Uang Diduga Palsu, Pria Asal Tabanan Diamankan Warga di Pasar Mengwi

3 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Klarifikasi Hasan Nasbi Justru Lebih Biadab dari Stigma ‘Londo Ireng”

Reporter balitopik.com
1 Agustus 2026 - 7:08 am
Pengamat komunikasi Publik, Emanuel Dewata Oja.

Pengamat komunikasi Publik, Emanuel Dewata Oja.

BALITOPIK.COM, DENPASAR – Pernyataan Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, yang menganalogikan kelompok kritis terhadap pemerintah sebagai pihak yang melakukan contraflow atau melawan arah di jalan satu arah, menuai kritik dari kalangan akademisi dan pengamat komunikasi.

Pengamat Komunikasi Publik, Emanuel Dewata Oja, menilai analogi tersebut justru lebih berbahaya dibandingkan polemik istilah “Londo Ireng” yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat mengkritik wartawan, pengamat, dan sejumlah aktivis LSM.

Menurut pria yang akrab disapa Edo itu, pernyataan Hasan Nasbi berpotensi menimbulkan persepsi bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan tindakan yang menyimpang atau melanggar aturan.

“Kalau ditempatkan dalam perspektif kebebasan pers dan demokrasi, analogi bahwa kelompok kritis melakukan contraflow merupakan tuduhan yang sangat serius. Justru klarifikasi Hasan Nasbi ini lebih biadab daripada stigma ‘Londo Ireng’ itu sendiri,” kata Edo yang juga adalah Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali ini saat ditemui di Denpasar, Sabtu (1/8/2026).

Polemik ini bermula setelah Hasan Nasbi mengunggah video klarifikasi pada Senin (27/7/2026). Dalam video tersebut, ia menggunakan ilustrasi seseorang yang berjalan melawan arah di jalan satu arah untuk menggambarkan pihak-pihak yang terus mengkritisi kebijakan pemerintah.

Bagi Edo, ilustrasi tersebut mengandung pesan bahwa arah kebijakan pemerintah merupakan satu-satunya arah yang benar. Akibatnya, siapa pun yang menyampaikan pandangan berbeda, termasuk media massa yang menjalankan fungsi kontrol sosial, dapat dipersepsikan sebagai pihak yang sengaja melawan arus.

“Sebagai pejabat negara, Hasan Nasbi seolah memosisikan arah pemerintah sebagai jalan yang paling sah. Siapa pun yang memiliki perspektif berbeda atau melakukan investigasi dianggap menabrak arus. Ini merupakan bentuk delegitimasi terhadap fungsi pers dalam demokrasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, klarifikasi yang disampaikan Hasan Nasbi justru berpotensi memperkeruh polemik yang telah berkembang di ruang publik.

“Alih-alih meredakan situasi, penjelasan itu justru menyerang esensi dasar pengawasan terhadap kekuasaan yang dijalankan oleh pers,” katanya.

Edo juga mengingatkan bahwa narasi seperti itu berpotensi memunculkan chilling effect atau efek gentar bagi insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Menurutnya, salah satu indikator utama kebebasan pers adalah tidak adanya rasa takut bagi wartawan ketika mengungkap fakta atau melakukan kritik terhadap kebijakan publik.

“Analogi tersebut bisa membangun stigma bahwa mengkritik pemerintah adalah tindakan yang salah atau melanggar aturan. Ini tentu berbahaya bagi kebebasan pers,” tegasnya.

Ia menilai hubungan antara pemerintah dan media dalam negara demokrasi seharusnya bersifat horizontal, di mana pers menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggara negara, bukan sekadar mengikuti arah kebijakan pemerintah.

“Dialektika antara pers dan pemerintah itu harus dua arah, bukan satu arah. Jika ada kritik terhadap kebijakan, balaslah dengan data, fakta, dan argumentasi yang terbuka, bukan dengan analogi yang justru memberi kesan bahwa kritik adalah pelanggaran,” ujar Edo.

Menurutnya, pemerintah perlu menjaga ruang demokrasi tetap sehat dengan menghormati peran media sebagai salah satu pilar pengawasan publik. Sebab, kritik yang disampaikan pers merupakan bagian dari mekanisme demokrasi untuk memastikan setiap kebijakan berjalan secara transparan dan akuntabel.

Tags: demokrasi IndonesiaEmanuel Dewata OjaHasan NasbiKebebasan PersKritik PemerintahLondo IrengPengamat KomunikasiPers IndonesiaPrabowo SubiantoSMSI Bali
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Klarifikasi Hasan Nasbi Justru Lebih Biadab dari Stigma ‘Londo Ireng”
  • Pemprov Bali dan Kejati Bersinergi Penuhi Hak Administrasi Anak Telantar
  • Rasniathi Adi Arnawa Dorong Anak Berani Berkarya Sejak Dini
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?