BALITOPIK.COM, JAKARTA — Konsistensi kinerja selama seperempat abad membawa PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) mencatatkan prestasi dalam ajang 31st Infobank Award 2026 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Bank BPD Bali meraih tiga penghargaan sekaligus, termasuk predikat Crown Champion atas konsistensi memperoleh predikat Sangat Bagus selama 25 tahun berturut-turut, periode 2002–2026.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu capaian penting bagi Bank BPD Bali di tengah kondisi industri keuangan yang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, volatilitas nilai tukar, tekanan suku bunga hingga perubahan lanskap bisnis akibat perkembangan teknologi digital.
Selain Crown Champion, Bank BPD Bali juga menerima penghargaan The Best Performance KBMI 1 Bank (Asset Class Above IDR 25 Trillion) dan Yearly Excellent Performance Bank 2026.
Ketiga penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Leadership Mastery Forum 2026 yang dihadiri sekitar 500 pimpinan dan jajaran eksekutif dari industri perbankan, asuransi hingga teknologi finansial di Indonesia.
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, mengatakan penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi bukti konsistensi seluruh jajaran bank dalam menjaga kinerja dan tata kelola perusahaan.
“Penghargaan ini bukan sekadar piala, melainkan bukti nyata ketahanan, disiplin eksekusi, serta penerapan good corporate governance yang konsisten dari seluruh insan Bank BPD Bali,” ujar Nyoman Sudharma.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi semakin berarti karena diraih ketika industri perbankan menghadapi dinamika ekonomi yang cukup kompleks.
Ia menyebut Bank BPD Bali mampu menjaga pertumbuhan aset secara sehat, berkelanjutan, sekaligus adaptif terhadap perubahan kondisi ekonomi.
“Di tengah dinamika volatilitas nilai tukar, suku bunga tinggi dan arus ekonomi global yang menantang, Bank BPD Bali terbukti mampu menjaga pertumbuhan aset secara sehat, berkelanjutan, dan adaptif,” katanya.
Nyoman Sudharma menegaskan, penghargaan tersebut juga menjadi dorongan bagi Bank BPD Bali untuk melanjutkan transformasi, khususnya dalam penguatan layanan digital dan tata kelola risiko.
Menurut dia, perkembangan teknologi membawa peluang sekaligus tantangan baru bagi industri perbankan. Karena itu, penguatan keamanan digital dan pengelolaan risiko menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan nasabah.
“Kami berterima kasih kepada Infobank Media Group atas apresiasi ini, serta kepada pemerintah daerah selaku pemegang saham dan masyarakat Bali yang terus mempercayakan transaksi keuangannya kepada Bank BPD Bali,” ujarnya.
Ia berharap kinerja yang telah dicapai dapat terus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Bali dan perekonomian nasional.
Penghargaan Bank BPD Bali tersebut diberikan dalam forum yang juga membahas ketahanan industri perbankan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan sekaligus Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa industri perbankan Indonesia masih menunjukkan ketahanan dengan kinerja intermediasi yang solid.
Berdasarkan data per Juni 2026 yang disampaikan dalam forum tersebut, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 12,67 persen atau Rp9.080,87 triliun. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,21 persen menjadi Rp10.281,79 triliun.
Ketahanan industri juga ditopang rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 23,70 persen serta rasio NPL net sebesar 0,82 persen.
Dalam kondisi tersebut, OJK menekankan pentingnya penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan integritas pimpinan sebagai fondasi dalam menjaga kehati-hatian dan ketahanan bisnis perbankan.
Dian juga mengingatkan bahwa perkembangan digitalisasi perbankan menghadirkan risiko baru yang perlu dikelola secara serius, termasuk risiko keamanan digital dan kebocoran data.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan Infobank Award 2026 sekaligus mendorong jajaran pimpinan perbankan agar terus mengambil keputusan berdasarkan data, bukti, serta perhitungan risiko yang matang.
Sementara itu, Chairman Infobank Media Group Eko B. Supriyanto mengatakan, Infobank yang telah berdiri selama 48 tahun terus berupaya menjaga independensi dan menjadi rujukan bagi industri keuangan di tengah perubahan ekonomi.
Menurutnya, keberlanjutan bisnis, pemerataan pertumbuhan ekonomi, serta kemampuan industri keuangan beradaptasi menjadi hal penting dalam menghadapi dinamika ekonomi ke depan.
Rangkaian acara tersebut juga diisi peluncuran buku The Art of Banker Jahja Setiaatmadja karya Eko B. Supriyanto dan Jahja Setiaatmadja, Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk.
Dalam peluncuran tersebut, Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma turut diundang sebagai salah satu ambasador kehormatan.
Penghargaan Crown Champion dengan catatan 25 tahun berturut-turut menjadi capaian yang menonjol dalam perjalanan Bank BPD Bali. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya konsistensi kinerja, tata kelola, pengelolaan risiko dan kemampuan beradaptasi dalam menjaga daya saing bank daerah.
Bagi Bank BPD Bali, capaian ini menjadi modal untuk melanjutkan transformasi sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi Bali. (*)









