• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Pintu gerbang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-kura Bali. -IST

Parah! Warga Asli Serangan yang Mau ke Pura Tirta Arum Dimintai KTP

1 tahun ago
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna didampingi Kakanim Imigrasi Ngurah Rai Bugie Kurniawan saat memantau situasi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. -IST/BALITOPIK.COM

40 Penerbangan Timur Tengah Batal, Imigrasi Bali Beri Solusi bagi WNA Terdampak

12 jam ago
Suasan kegiatan ā€œMebanjaraanā€ yang dilaksanakan oleh Jimbaran Bersatu. -IST/BALITOPIK.COM

“Mebanjaraan” di Jimbaran Perkuat Kebersamaan Warga, Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

13 jam ago
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung I Gusti Made Dwipayana. -IST/Balitopik.com

Porsenijar Badung 2026 Resmi Ditutup, Ini Daftar Juara SMA, SMP, dan SD

13 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -Balitopik.com

CATAT! Batas Waktu Pengiriman Sampah ke TPA Suwung 31 Maret

16 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan arahan. -Balitopik.com

Koster Ancam Tahan BKK bagi Daerah yang Abai Kelola Sampah

16 jam ago
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna. -IST/BALITOPIK.COM

270 WNA di Bali Ajukan Izin Tinggal Darurat Akibat Konflik Timur Tengah

16 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat memberikan arahan kepada tim. -IST/Balitopik.com

Badung Canangkan Gerakan Serentak Olah Sampah Berbasis Sumber

16 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyerahkan Bantuan Sosial Berupa Uang sebesar Rp. 2 Juta Per KK Menjelang Hari Raya Keagamaan Idul Fitri Secara Simbolis Kepada Masyarakat Di Kabupaten Badung yang beragama Islam, bertempat di Musholla Nurul Hikmah, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Senin (09/03/2026).

Bansos Idul Fitri Cair di Badung, 6.518 KK Muslim Terima Rp2 Juta

17 jam ago
BALI TOPIK
Selasa, Maret 10, 2026
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
No Result
View All Result
BALI TOPIK
No Result
View All Result

Parah! Warga Asli Serangan yang Mau ke Pura Tirta Arum Dimintai KTP

Reporter balitopik.com
16 Desember 2024 - 5:18 am
0 0
Pintu gerbang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-kura Bali. -IST

Pintu gerbang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-kura Bali. -IST

Berbagi artikel balitopikredaksi@gmail.com

Balitopik.com – Perlakuan tidak mnyenangkan terhadap salah seorang seorang jurnalis senior oleh Manajemen Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) membuka kedok Kura-Kura Bali yang berlokasi di Jl Kura-Kura Serangan, Denpasar Selatan itu.

Pengacara senior asal Serangan Siti Sapurah juga ikut buka suara. Wanita yang lebih dikenal dengan panggilan Ipung tersebut menegaskan, kasus yang dialami salah seorang wartawan senior sesungguhnya sudah sering terjadi di KEK itu. Hanya saja selama ini warga tidak protes atau mungkin karena tidak tahu bagaimana cara mengatasinya.

“Begitu kasus ini viral di media, banyak warga asli di Serangan buka mulut. Sebab mereka juga mengalami hal yang sama namun tidak tahu bagaimana cara mengatasinya,” ujarnya, Senin (16/12/2024) siang.

Menurut Ipung, warga di Serangan cering curhat ke dirinya bahwa ketika warga ingin ke Pura Tirta Arum yang lokasinya ada dalam kawasan KEK, Kura-Kura Bali, oleh petugas diperiksa, dimintakan KTP.

“Warga asli Serangan yang mau ke Pura Tirta Arum saja dimintain KTP, diperiksa juga. Padahal pura yang lokasinya paling ujung KEK itu memiliki sumber air tawar, dan diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit menurut kepercayaan Hindu Bali. Awalnya warga merasa biasa, tetapi lama kelamaan merasa tidak nyaman. Tapi kasihan mereka tidakĀ  bisa bicara,” ujarnya.

Ipung juga mengatakan, bukan hanya warga yang harus dimintain KTP. Warga juga curhat bawa hewan mereka seperti sapi, kambing yang masuk ke kawasan itu maka akan ditangkap petugas, dan pemiliknya diinterogasi dengan arogan dan ada banyak hewan yang tidak dikembalikan.

“Jumlah hewan yang sampai saat ini tidak dikembalikan itu sudah puluhan atau bahkan ratusan. Namanya hewan, dia kan kemana saja yang ada rumput. Ini malah diikat, pemiliknya diinterogasi. Karena takut mereka akhirnya membiarkan hewannya hilang begitu saja. Saya pernah meminta secara kemanusiaan kepada Polsek Denpasar Selatan agar berbicara dengan manajemen secara baik-baik biar hewan milik warga dikembalikan. Namun pihak Polsek Densel berdalih bahwa tidak ada laporan masuk dari warga,” ujarnya.

Dengan terjadi kasus ini maka warga sekarang mulai berani buka mulut untuk protes. Kasus ini berawal dari manajemen Kura-Kura Bali yang melakukan pemeriksaan ketat kepada seluruh warga yang akan memasuki Kawasan Ekonomi Khusus Kura-Kura Bali, yang berlokasi di Desa Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan.

Kejadian tersebut menimpa seorang jurnalis yang hendak meliput acara Tri Hita Karana Universal Reflection Journey pada 14 Desember 2024 lalu. Acara tersebut digelar di Three Mountains Kura-Kura Bali, Jl Kura-Kura Serangan, Denpasar Selatan. Untuk meliput acara tersebut, awak media harus masuk melalui pintu pengamanan paling depan..

Seorang wartawan media nasional Arnold mengaku dirinya disetop di depan pintu pemeriksaan oleh petugas atau security. Awalnya, sebelum palang pintu portal dibuka, petugas menanyakan identitas dan keperluan. Kepada petugas , jurnalis tersebut menjelaskan akan meliput acara Tri Hita Karana Universal Reflection Journey di Mountains Kura-Kura.

Namun para petugas masih terus interogasi dan memaksa harus memperlihatkan bukti undangan. Tidak ingin berdebat, jurnalis tersebut memperlihatkan undangan tertulis melalui PDF. Karena masih diinterogasi dan di belakangnya ada sebuah mobil yang hendak masuk, wartawan tersebut membuka pintu palang portal untuk memberi jalan kepada pengunjung berikutnya..

Walau sudah melewati palang portal, jurnalis tersebut diminta untuk parkir kendaraannya di pinggir dekat pos pemeriksaan. Seorang petugas bernama Umar menjelaskan bahwa Kura-Kura Bali itu bukan akses publik tetapi privat sehingga mereka harus memeriksa secara ketat.

“Disini tidak sama dengan ITDC di Nusa Dua. Disini bukan akses publik. Jadi kami harus periksa sesuai SOP tanpa kecuali kepada semua pengunjung,” ujarnya beralasan.

Setelah memberikan penjelasan, Umar terlihat menghubungi atasan melalui handtalk (HT). Terdengar dalam percakapan tersebut bahwa anggota di pos jaga sudah memeriksa identitas dan undangan resmi bahwa akan meliput acara di Kura-Kura. Untuk meyakinkan jurnalis, Umar memperdengarkan sendiri percakapan di HT. Dan dari seberang terdengar perintah bahwa “ditahan dulu karena belum ada arahan”. Akibat ditahan depan pos tanpa kejelasan, jurnalis tersebut memutuskan untuk meninggalkan pos pemeriksaan pintu Kura-Kura Bali. (*)

Tags: Kura-Kura BaliSerangan
SendSendScan

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • 40 Penerbangan Timur Tengah Batal, Imigrasi Bali Beri Solusi bagi WNA Terdampak
  • “Mebanjaraan” di Jimbaran Perkuat Kebersamaan Warga, Diharapkan Jadi Agenda Tahunan
  • Porsenijar Badung 2026 Resmi Ditutup, Ini Daftar Juara SMA, SMP, dan SD
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?