• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Pawai Ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 di Denpasar, Bali, Rabu (2/3/2022). -IST

Catatan Paradoks – Nyepi (bukan) Hari Raya

12 bulan ago
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna didampingi Kakanim Imigrasi Ngurah Rai Bugie Kurniawan saat memantau situasi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. -IST/BALITOPIK.COM

40 Penerbangan Timur Tengah Batal, Imigrasi Bali Beri Solusi bagi WNA Terdampak

7 jam ago
Suasan kegiatan “Mebanjaraan” yang dilaksanakan oleh Jimbaran Bersatu. -IST/BALITOPIK.COM

“Mebanjaraan” di Jimbaran Perkuat Kebersamaan Warga, Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

8 jam ago
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung I Gusti Made Dwipayana. -IST/Balitopik.com

Porsenijar Badung 2026 Resmi Ditutup, Ini Daftar Juara SMA, SMP, dan SD

8 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -Balitopik.com

CATAT! Batas Waktu Pengiriman Sampah ke TPA Suwung 31 Maret

11 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan arahan. -Balitopik.com

Koster Ancam Tahan BKK bagi Daerah yang Abai Kelola Sampah

11 jam ago
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna. -IST/BALITOPIK.COM

270 WNA di Bali Ajukan Izin Tinggal Darurat Akibat Konflik Timur Tengah

11 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat memberikan arahan kepada tim. -IST/Balitopik.com

Badung Canangkan Gerakan Serentak Olah Sampah Berbasis Sumber

12 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyerahkan Bantuan Sosial Berupa Uang sebesar Rp. 2 Juta Per KK Menjelang Hari Raya Keagamaan Idul Fitri Secara Simbolis Kepada Masyarakat Di Kabupaten Badung yang beragama Islam, bertempat di Musholla Nurul Hikmah, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Senin (09/03/2026).

Bansos Idul Fitri Cair di Badung, 6.518 KK Muslim Terima Rp2 Juta

12 jam ago
BALI TOPIK
Senin, Maret 9, 2026
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
No Result
View All Result
BALI TOPIK
No Result
View All Result

Catatan Paradoks – Nyepi (bukan) Hari Raya

Reporter balitopik.com
11 Maret 2025 - 2:55 pm
0 0
Pawai Ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 di Denpasar, Bali, Rabu (2/3/2022). -IST

Pawai Ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 di Denpasar, Bali, Rabu (2/3/2022). -IST

Berbagi artikel balitopikredaksi@gmail.com

Catatan Paradoks dari Wayan Suyadnya

Balitopik.com – Di dunia paradoks, di mana terang dan gelap bisa saling bertukar makna, kita masih sering mendengar Nyepi disebut sebagai “Hari Raya.”

Ini sebuah kontradiksi yang menggelitik logika: bagaimana mungkin hari yang sunyi, sepi, gelap, dan penuh pengendalian diri disebut sebagai “hari raya?” atau hari yang berarti besar, megah, penuh perayaan?

Jika Nyepi adalah analog dengan puasa Ramadhan, mengapa tidak ada yang menyebut Ramadhan sebagai hari raya? Cobalah dicermati tidak ada yang mengucapkan “Selamat Hari Raya Ramadhan,” tetapi mereka bilang “Selamat menunaikan ibadah puasa.”

Mestinya yang lebih sesuai untuk Nyepi adalah “Selamat melaksanakan upawasa.” atau “Selamat melaksanakan Catur Brata Nyepi”. Sebab, dalam Nyepi terdapat empat puasa utama-amati geni (tidak menyalakan api), amati lelanguan (tidak bersenang-senang), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati karya (tidak bekerja).

Nyepi bukanlah hari yang dibesarkan dengan pesta atau perjamuan, melainkan hari yang disucikan.

Maka penyebutan “Hari Raya Nyepi” menjadi paradoks: bagaimana mungkin sesuatu yang mengharuskan kita untuk meniadakan keramaian dan hingar bingar disebut sebagai “raya”?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “raya” berarti besar. Kita mengenal istilah “Indonesia Raya” yang bermakna Indonesia yang besar, “jagat raya” yang berarti semesta yang luas. Tapi Nyepi justru tentang meniadakan kebesaran, menuju keheningan, sunyi, sepi, kembali ke titik nol.

Umat Hindu memahami konsep Bhuana Agung (makrokosmos, alam semesta) dan Bhuana Alit (mikrokosmos, diri manusia).

Keduanya menyatu terhubung oleh nafas, kesadaran akan keberadaannya.

Pada saat Nyepi, bukan hanya manusia yang hening, tetapi semesta pun nyepi. Ia diajak untuk turut sunyi.

Maka, pecalang berjaga, memastikan tidak ada yang melanggar hening suci ini. Tak ada listrik, tak ada kendaraan berlalu-lalang, tak ada pesawat yang meraung di angkasa.

Nyepi bukan hanya tentang manusia yang menyepi, tapi juga tentang alam yang diajak untuk ikut berhenti, menyelaraskan ritme dengan keheningan semesta.

Seberapa total manusia bisa melaksanakan Nyepi? Dari empat pantangan utama, beberapa masih bisa diterapkan sepenuhnya—tidak bepergian, tidak bersenang-senang, dan tidak bekerja.

Namun amati geni, tidak menyalakan api, menjadi tantangan bagi mereka yang memiliki bayi atau kondisi khusus. Itu fisiknya, tapi “mematikan” geni dalam tubuh juga menjadi pantangan. Tidak marah, sabar, tetap damai juga harapan.

Meski demikian, walau hanya melaksanakan tiga dari empat pantangan dijalankan, atau hanya tidak bepergian saja, seseorang tetap dianggap telah melaksanakan Nyepi.

Maka, jika kita kembali ke pertanyaan awal: pantaskah Nyepi disebut sebagai “Hari Raya”?

Saya kira lebih pas kita menyebutnya sebagai “Hari Suci,” karena hari itu, hari penuh kesucian. Dan, karena hari itu pula pencatatan awal tahun saka, maka bagus juga pada saat itu menyatakan, “Selamat Tahun Baru Saka”,

Di dunia paradoks ini, jika penyebutannya tetap bertahan sebagaimana adanya. Namun esensinya tidak akan berubah—Nyepi adalah kesadaran akan nafas yang mentaut Bhuana Alit dengan Bhuana agung.

Mari kita rasakan bagaimana kita mendengar dalam diam. Itulah nyepi; hari yang penuh suci. Selamat menunaikannya pada 29 Maret nanti. (*)

Tags: Catatan NyepiNyepi 2025Nyepi di BaliNyepi itu apa
SendSendScan

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • 40 Penerbangan Timur Tengah Batal, Imigrasi Bali Beri Solusi bagi WNA Terdampak
  • “Mebanjaraan” di Jimbaran Perkuat Kebersamaan Warga, Diharapkan Jadi Agenda Tahunan
  • Porsenijar Badung 2026 Resmi Ditutup, Ini Daftar Juara SMA, SMP, dan SD
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?