• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Pawai Ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 di Denpasar, Bali, Rabu (2/3/2022). -IST

Catatan Paradoks – Nyepi (bukan) Hari Raya

1 tahun ago
Ketua Panitia sekaligus Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa saat menyampaikan laporan. -IST/BALITOPIK.COM

Soekarno Cup III 2026, Wadah Talenta Muda Bali Menuju Prestasi, Sportif dan Nasionalis

3 menit ago
Gubernur bali Wayan Koster saat menemui para bhikkhu peserta Indonesia Walk For Peace 2026 di Brahma Vihara Arama, Kabupaten Buleleng. -IST/BALITOPIK.COM

Indonesia Walk For Peace, 50 Bhikkhu se-Asia Tenggara Jalan Kaki dari Bali menuju Candi Borobudur

1 jam ago
Potret para perempuan pelaku usaha berkelanjutan dari berbagai daerah di Indonesia. IST/BALITOPIK.COM

Women Ecopreneurs Market Day, Ruang Baru Perempuan Pelaku Bisnis Hijau Tembus Pasar Lebih Luas

18 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama jajaran OPD meninjau pengelolaan sampah dan sektor horeka di wilayah Kelurahan Kuta, Jumat (8/5/2026). -BALITOPIK.COM

Bupati Badung Sidak Sampah Horeka di Kuta

1 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyerahkan penghargaan kepada STT pemenang ogoh-ogoh favorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha, Denpasar.

Koster-Giri Beri Penghargaan STT Favorit, Harap jadi Penjaga Budaya Bali

1 hari ago
Foto Kolase BALITOPIK.COM

Pansus TRAP Apresiasi KKP Segel Marina BTID

1 hari ago
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mendampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat meresmikan BPIFK di Kuta, Badung, Jumat (8/5/2026).

Giri Prasta Yakin BPIFK Jadi Mesin Baru Pertumbuhan IKM Bali

1 hari ago
Kadisdikpora Badung I Gusti Made Dwipayana berdialog dengan para guru dalam Safari Pendidikan di SMPN 5 Abiansemal.

Safari Kadisdikpora Badung, Perkuat Suara Guru dan Sekolah

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Catatan Paradoks – Nyepi (bukan) Hari Raya

Reporter balitopik.com
11 Maret 2025 - 2:55 pm
Pawai Ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 di Denpasar, Bali, Rabu (2/3/2022). -IST

Pawai Ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 di Denpasar, Bali, Rabu (2/3/2022). -IST

Catatan Paradoks dari Wayan Suyadnya

Balitopik.com – Di dunia paradoks, di mana terang dan gelap bisa saling bertukar makna, kita masih sering mendengar Nyepi disebut sebagai “Hari Raya.”

Ini sebuah kontradiksi yang menggelitik logika: bagaimana mungkin hari yang sunyi, sepi, gelap, dan penuh pengendalian diri disebut sebagai “hari raya?” atau hari yang berarti besar, megah, penuh perayaan?

Jika Nyepi adalah analog dengan puasa Ramadhan, mengapa tidak ada yang menyebut Ramadhan sebagai hari raya? Cobalah dicermati tidak ada yang mengucapkan “Selamat Hari Raya Ramadhan,” tetapi mereka bilang “Selamat menunaikan ibadah puasa.”

Mestinya yang lebih sesuai untuk Nyepi adalah “Selamat melaksanakan upawasa.” atau “Selamat melaksanakan Catur Brata Nyepi”. Sebab, dalam Nyepi terdapat empat puasa utama-amati geni (tidak menyalakan api), amati lelanguan (tidak bersenang-senang), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati karya (tidak bekerja).

Nyepi bukanlah hari yang dibesarkan dengan pesta atau perjamuan, melainkan hari yang disucikan.

Maka penyebutan “Hari Raya Nyepi” menjadi paradoks: bagaimana mungkin sesuatu yang mengharuskan kita untuk meniadakan keramaian dan hingar bingar disebut sebagai “raya”?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “raya” berarti besar. Kita mengenal istilah “Indonesia Raya” yang bermakna Indonesia yang besar, “jagat raya” yang berarti semesta yang luas. Tapi Nyepi justru tentang meniadakan kebesaran, menuju keheningan, sunyi, sepi, kembali ke titik nol.

Umat Hindu memahami konsep Bhuana Agung (makrokosmos, alam semesta) dan Bhuana Alit (mikrokosmos, diri manusia).

Keduanya menyatu terhubung oleh nafas, kesadaran akan keberadaannya.

Pada saat Nyepi, bukan hanya manusia yang hening, tetapi semesta pun nyepi. Ia diajak untuk turut sunyi.

Maka, pecalang berjaga, memastikan tidak ada yang melanggar hening suci ini. Tak ada listrik, tak ada kendaraan berlalu-lalang, tak ada pesawat yang meraung di angkasa.

Nyepi bukan hanya tentang manusia yang menyepi, tapi juga tentang alam yang diajak untuk ikut berhenti, menyelaraskan ritme dengan keheningan semesta.

Seberapa total manusia bisa melaksanakan Nyepi? Dari empat pantangan utama, beberapa masih bisa diterapkan sepenuhnya—tidak bepergian, tidak bersenang-senang, dan tidak bekerja.

Namun amati geni, tidak menyalakan api, menjadi tantangan bagi mereka yang memiliki bayi atau kondisi khusus. Itu fisiknya, tapi “mematikan” geni dalam tubuh juga menjadi pantangan. Tidak marah, sabar, tetap damai juga harapan.

Meski demikian, walau hanya melaksanakan tiga dari empat pantangan dijalankan, atau hanya tidak bepergian saja, seseorang tetap dianggap telah melaksanakan Nyepi.

Maka, jika kita kembali ke pertanyaan awal: pantaskah Nyepi disebut sebagai “Hari Raya”?

Saya kira lebih pas kita menyebutnya sebagai “Hari Suci,” karena hari itu, hari penuh kesucian. Dan, karena hari itu pula pencatatan awal tahun saka, maka bagus juga pada saat itu menyatakan, “Selamat Tahun Baru Saka”,

Di dunia paradoks ini, jika penyebutannya tetap bertahan sebagaimana adanya. Namun esensinya tidak akan berubah—Nyepi adalah kesadaran akan nafas yang mentaut Bhuana Alit dengan Bhuana agung.

Mari kita rasakan bagaimana kita mendengar dalam diam. Itulah nyepi; hari yang penuh suci. Selamat menunaikannya pada 29 Maret nanti. (*)

Tags: Catatan NyepiNyepi 2025Nyepi di BaliNyepi itu apa
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Soekarno Cup III 2026, Wadah Talenta Muda Bali Menuju Prestasi, Sportif dan Nasionalis
  • Indonesia Walk For Peace, 50 Bhikkhu se-Asia Tenggara Jalan Kaki dari Bali menuju Candi Borobudur
  • Women Ecopreneurs Market Day, Ruang Baru Perempuan Pelaku Bisnis Hijau Tembus Pasar Lebih Luas
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?