• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Pawai Ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 di Denpasar, Bali, Rabu (2/3/2022). -IST

Catatan Paradoks – Nyepi (bukan) Hari Raya

1 tahun ago
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. -BALITOPIK.COM

Hutan Gundul di Gilimanuk Jadi Sorotan, Bupati Jembrana Mengaku Belum Terima Informasi Resmi

3 menit ago
Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya menerima laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) dari BPK RI dalam rapat paripurna ke-39 tahun 2025-2026, Senin (8/6/2026). -BALITOPIK.COM

DPRD Bali Terima LHP BPK, Pemprov Kembali Pertahankan WTP

12 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -Balitopik.com

Koster Diundang ke London dan Yunani, Presentasikan Konsep Pembangunan Berkelanjutan versi Bali

12 jam ago
Gubernur Bali, Wayan Koster dan Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya menerima penghargaan dari BPK RI dalam sidang Paripurna DPRD Bali. -BALITOPIK.COM

Pemprov Bali Kembali Raih WTP, Catat 13 Kali Berturut-turut sejak 2012

13 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima kunjungan Delegasi Parlemen Saint Petersburg, Rusia, yang dipimpin Ketua Parlemen Saint Petersburg, Alexandr Belski. -IST

Koster Terima Delegasi Parlemen Rusia, Dorong Promosi Pariwisata Bali-Saint Petersburg

13 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta resmi menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) Kabupaten Badung XLVIII Tahun 2026. -IST

Kelar di Badung, Adi Arnawa Utus 26 Duta Seni ke PKB Provinsi Bali

2 hari ago
Peserta korve yang dipimpin oleh Gubernur Bali dan Bupati Badung di Pantai Samuh, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan. -BALITOPIK.COM

Laudato Si’ bumi adalah rumah bersama, pesan Paus Fransiskus bergema di Bali

2 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat memimpin korve. -BALITOPIK.COM

Hari Lingkungan Hidup 2026, Bali Serukan Pertobatan Ekologis

3 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Catatan Paradoks – Nyepi (bukan) Hari Raya

Reporter balitopik.com
11 Maret 2025 - 2:55 pm
Pawai Ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 di Denpasar, Bali, Rabu (2/3/2022). -IST

Pawai Ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 di Denpasar, Bali, Rabu (2/3/2022). -IST

Catatan Paradoks dari Wayan Suyadnya

Balitopik.com – Di dunia paradoks, di mana terang dan gelap bisa saling bertukar makna, kita masih sering mendengar Nyepi disebut sebagai “Hari Raya.”

Ini sebuah kontradiksi yang menggelitik logika: bagaimana mungkin hari yang sunyi, sepi, gelap, dan penuh pengendalian diri disebut sebagai “hari raya?” atau hari yang berarti besar, megah, penuh perayaan?

Jika Nyepi adalah analog dengan puasa Ramadhan, mengapa tidak ada yang menyebut Ramadhan sebagai hari raya? Cobalah dicermati tidak ada yang mengucapkan “Selamat Hari Raya Ramadhan,” tetapi mereka bilang “Selamat menunaikan ibadah puasa.”

Mestinya yang lebih sesuai untuk Nyepi adalah “Selamat melaksanakan upawasa.” atau “Selamat melaksanakan Catur Brata Nyepi”. Sebab, dalam Nyepi terdapat empat puasa utama-amati geni (tidak menyalakan api), amati lelanguan (tidak bersenang-senang), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati karya (tidak bekerja).

Nyepi bukanlah hari yang dibesarkan dengan pesta atau perjamuan, melainkan hari yang disucikan.

Maka penyebutan “Hari Raya Nyepi” menjadi paradoks: bagaimana mungkin sesuatu yang mengharuskan kita untuk meniadakan keramaian dan hingar bingar disebut sebagai “raya”?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “raya” berarti besar. Kita mengenal istilah “Indonesia Raya” yang bermakna Indonesia yang besar, “jagat raya” yang berarti semesta yang luas. Tapi Nyepi justru tentang meniadakan kebesaran, menuju keheningan, sunyi, sepi, kembali ke titik nol.

Umat Hindu memahami konsep Bhuana Agung (makrokosmos, alam semesta) dan Bhuana Alit (mikrokosmos, diri manusia).

Keduanya menyatu terhubung oleh nafas, kesadaran akan keberadaannya.

Pada saat Nyepi, bukan hanya manusia yang hening, tetapi semesta pun nyepi. Ia diajak untuk turut sunyi.

Maka, pecalang berjaga, memastikan tidak ada yang melanggar hening suci ini. Tak ada listrik, tak ada kendaraan berlalu-lalang, tak ada pesawat yang meraung di angkasa.

Nyepi bukan hanya tentang manusia yang menyepi, tapi juga tentang alam yang diajak untuk ikut berhenti, menyelaraskan ritme dengan keheningan semesta.

Seberapa total manusia bisa melaksanakan Nyepi? Dari empat pantangan utama, beberapa masih bisa diterapkan sepenuhnya—tidak bepergian, tidak bersenang-senang, dan tidak bekerja.

Namun amati geni, tidak menyalakan api, menjadi tantangan bagi mereka yang memiliki bayi atau kondisi khusus. Itu fisiknya, tapi “mematikan” geni dalam tubuh juga menjadi pantangan. Tidak marah, sabar, tetap damai juga harapan.

Meski demikian, walau hanya melaksanakan tiga dari empat pantangan dijalankan, atau hanya tidak bepergian saja, seseorang tetap dianggap telah melaksanakan Nyepi.

Maka, jika kita kembali ke pertanyaan awal: pantaskah Nyepi disebut sebagai “Hari Raya”?

Saya kira lebih pas kita menyebutnya sebagai “Hari Suci,” karena hari itu, hari penuh kesucian. Dan, karena hari itu pula pencatatan awal tahun saka, maka bagus juga pada saat itu menyatakan, “Selamat Tahun Baru Saka”,

Di dunia paradoks ini, jika penyebutannya tetap bertahan sebagaimana adanya. Namun esensinya tidak akan berubah—Nyepi adalah kesadaran akan nafas yang mentaut Bhuana Alit dengan Bhuana agung.

Mari kita rasakan bagaimana kita mendengar dalam diam. Itulah nyepi; hari yang penuh suci. Selamat menunaikannya pada 29 Maret nanti. (*)

Tags: Catatan NyepiNyepi 2025Nyepi di BaliNyepi itu apa
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Hutan Gundul di Gilimanuk Jadi Sorotan, Bupati Jembrana Mengaku Belum Terima Informasi Resmi
  • DPRD Bali Terima LHP BPK, Pemprov Kembali Pertahankan WTP
  • Koster Diundang ke London dan Yunani, Presentasikan Konsep Pembangunan Berkelanjutan versi Bali
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?