• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Tokoh Masyarakat Dua Desa Datangi Lokasi Survei Geotermal dan Deklarasi Penolakan Rencana Eksplorasi. -AD/Balitopik.com

Deklarasi Penolakan Rencana Eksplorasi Geothermal

11 bulan ago
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna didampingi Kakanim Imigrasi Ngurah Rai Bugie Kurniawan saat memantau situasi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. -IST/BALITOPIK.COM

40 Penerbangan Timur Tengah Batal, Imigrasi Bali Beri Solusi bagi WNA Terdampak

14 jam ago
Suasan kegiatan “Mebanjaraan” yang dilaksanakan oleh Jimbaran Bersatu. -IST/BALITOPIK.COM

“Mebanjaraan” di Jimbaran Perkuat Kebersamaan Warga, Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

14 jam ago
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung I Gusti Made Dwipayana. -IST/Balitopik.com

Porsenijar Badung 2026 Resmi Ditutup, Ini Daftar Juara SMA, SMP, dan SD

14 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -Balitopik.com

CATAT! Batas Waktu Pengiriman Sampah ke TPA Suwung 31 Maret

17 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan arahan. -Balitopik.com

Koster Ancam Tahan BKK bagi Daerah yang Abai Kelola Sampah

17 jam ago
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna. -IST/BALITOPIK.COM

270 WNA di Bali Ajukan Izin Tinggal Darurat Akibat Konflik Timur Tengah

17 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat memberikan arahan kepada tim. -IST/Balitopik.com

Badung Canangkan Gerakan Serentak Olah Sampah Berbasis Sumber

18 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyerahkan Bantuan Sosial Berupa Uang sebesar Rp. 2 Juta Per KK Menjelang Hari Raya Keagamaan Idul Fitri Secara Simbolis Kepada Masyarakat Di Kabupaten Badung yang beragama Islam, bertempat di Musholla Nurul Hikmah, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Senin (09/03/2026).

Bansos Idul Fitri Cair di Badung, 6.518 KK Muslim Terima Rp2 Juta

18 jam ago
BALI TOPIK
Selasa, Maret 10, 2026
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
No Result
View All Result
BALI TOPIK
No Result
View All Result

Deklarasi Penolakan Rencana Eksplorasi Geothermal

Reporter balitopik.com
19 April 2025 - 6:31 am
0 0
Tokoh Masyarakat Dua Desa Datangi Lokasi Survei Geotermal dan Deklarasi Penolakan Rencana Eksplorasi. -AD/Balitopik.com

Tokoh Masyarakat Dua Desa Datangi Lokasi Survei Geotermal dan Deklarasi Penolakan Rencana Eksplorasi. -AD/Balitopik.com

Berbagi artikel balitopikredaksi@gmail.com

Balitopik.com – Belasan tokoh umat Katolik dari Lingkungan Pajoreja dan Lingkungan Dhawe, Paroki St. Joane Baptista Wolosambi, Kecamatan Mauponggo, Kevikepan Mbay, Kabupaten Nagekeo, Keuskupan Agung Ende, sepakat menolak rencana eksplorasi Geotermal yang sudah disurvei oleh tim ahli geologi dari Kementerian ESDM.

Belasan tokoh masyarakat tersebut beberapa di antaranya Koordinator Lingkungan Pajoreja Freddy Leby, Koordinator Lingkungan Dhawe Emanuel Ndala, Kepala Desa Ululoga Petrus Leko, tokoh masyarakat Desa Lodaolo Yulius Mere, Paskalis Nuga, Falens Bajo, tokoh masyarakat Desa Ululoga Damianus Mere dan beberapa sesepuh lainnya. Hadir juga beberapa perwakilan ibu-ibu dari sekitar lokasi yang pernah disurvei oleh tim ahli geologi.

Koordinator Lingkungan Pajoreja Freddy Leby menjelaskan, pihaknya sudah mendapatkan banyak informasi soal tim yang pernah datang ke lokasinya melakukan survei. “Kami di Desa Ululoga memiliki apa yang disebut desa wisata alam. Saat itu kami berpikir bahwa survei itu dilakukan untuk kepentingan desa wisata sebab kami memiliki tracking ke sumber air panas.”

“Ternyata petugas yang datang mengukur suhu air panas, itu pemanis untuk rencana eksplorasi Geotermal. Kami pasang badan menolak rencana eksplorasi Geotermal di wilayah kami, sesuai dengan arahan bapa Uskup Agung Ende Mgr. DR. Paulus Budi Kleden, SVD,” katanya, Sabtu (19/4/2025).

Harapan yang sama juga disampaikan seluruh perwakilan umat dan tokoh masyarakat yang hadir. Pada intinya mereka menolak rencana eksplorasi Geotermal yang telah dilakukan survei di wilayah mereka.

Pastor Paroki St. Joane Baptista Wolosambi Kecamatan Mauponggo Kevikepan Mbay, RD. Arnoldus Yansen Triyono mengatakan, sebagai pastor paroki pihaknya tegak lurus dengan otoritas gereja katolik lokal. Ia juga menegaskan, ada beberapa titik di wilayah paroki yang dipimpinnya sudah pernah disurvei.

“Sebagai pastor paroki, saya mewakili umat menolak geotermal, yang merusak ibu bumi. Hidup kami bergantung pada tanah, air dan alam. Tolong jangan ganggu ibu bumi yang sudah menghidupi kami. Jangan rusakkan harmoni alam di bumi Paroki Wolosambi,” ujar dia.

Ia juga berjanji setelah pekan suci atau paskah akan membentuk forum peduli lingkungan yang terdiri dari generasi muda Wolosambi, para tokoh masyarakat di seluruh paroki, dan para akademisi lainnya. Forum ini akan secara berkelanjutan melakukan advokasi, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas bahwa geotermal di seluruh Flores sangat berbahaya bagi keberlangsungan ekosistem alam semesta yang ada. Aksi perdana nanti akan digelar pada 5 Juni 2025 dalam rangka memperingati hari bumi dan hari lingkungan hidup.

Ketua Aliansi Terlibat Bersama Korban Geotermal Flores Pastor Felix Bhaghi, SVD mengatakan, Flores adalah pulau geotermal. “Kami sudah mendata ada sekitar 21 titik geotermal di seluruh Flores yang didata oleh otoritas untuk dieksplorasi. Kondisi akan sangat berbahaya bagi keberlangsungan hidup lingkungan hidup lainnya. Karena ini kita perlu perlawanan secara massal agar bumi yang subur dan kaya raya ini tidak dirusak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Felix.

Dosen Filsafat di Seminari Tinggi St Paulus Ledalero ini ikut ke lokasi yang pernah disurvei bersama dengan perwakilan umat dari dua desa di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo.

Dalam pengamatannya, daerah yang berlokasi di lereng Gunung Ebulobo ini sudah sangat sejuk, kaya dan harmoni. “Saat ini kita belum membutuhkan listrik untuk produksi. Kita harus mencurigai kepentingan kapitalis di balik proyek geotermal ini,” ungkapnya.

Ia mengatakan, belajar dari pengalaman eksplorasi Geotermal di Mataloko dan Sokoria, dimana dokumen AMDAL tidak disosialisasikan, proyeknya gagal pada tahap pertama, kemudian dibor lagi pada tahap selanjutnya di beberapa titik yang membuat lingkungan rusak dan air menjadi keruh, suhu udara memanas dan tercium bau amis seperti belerang.

“Mari kita bersatu menolak rencana eksplorasi Geotermal yang sudah disurvei oleh tim ahli geologi dari otoritas terkait. Kita belum butuh listrik untuk produksi, untuk industri dan sebagainya. Masih ada sumber daya alam yang lain yang bisa dikembangkan menjadi tenaga listrik tanpa harus merusak bumi,” ujarnya. (AD)

Tags: FloresGeothermalGeothermal di FloresNTTWarga Tolak Geothermal
SendSendScan

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • 40 Penerbangan Timur Tengah Batal, Imigrasi Bali Beri Solusi bagi WNA Terdampak
  • “Mebanjaraan” di Jimbaran Perkuat Kebersamaan Warga, Diharapkan Jadi Agenda Tahunan
  • Porsenijar Badung 2026 Resmi Ditutup, Ini Daftar Juara SMA, SMP, dan SD
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?