• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Tokoh Masyarakat Dua Desa Datangi Lokasi Survei Geotermal dan Deklarasi Penolakan Rencana Eksplorasi. -AD/Balitopik.com

Deklarasi Penolakan Rencana Eksplorasi Geothermal

1 tahun ago
Siti Sapurah alias Ipung saat mendampingi KC dan Ibunya. -IST

Dokter Muda di Bali jadi Tersangka, Dituduh Gelapkan Asal Usul Anak Kandung Sendiri

2 jam ago
Prof. I Dewa Made Cipta Santosa, S.T., M.Sc., Ph.D. -BALITOPIK.COM

Dewa Cipta Pimpin PNB 2026-2030, Fokus Perkuat Vokasi dan Riset Terapan

3 jam ago
Data kunjungan wisatawan ke Bali periode 2025-2026. -IST

Pariwisata Bali Diingatkan dari Sustainable Tourism Menuju Regenerative Tourism

9 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster (kiri) dan Ketua DPRD bali Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack. -BALITOPIK.COM

Dewa Jack Apresiasi Koster Genjot PAD, Di Sisi Lain APBD Bali Defisit Rp842 Miliar

9 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -BALITOPIK.COM

Upah Pariwisata Bali 2027 Dikaji, UMKM Jadi Perhatian

10 jam ago
Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali sekaligus Wakil Ketua Pansus Tata Ruang, Aset dan Perizinan (TRAP), Anak Agung Bagus Tri Candra Arka alias Gung Cok. -IST

Putusan PTUN Kelingking Disorot DPRD Bali, Pertanyakan Keseriusan Pemerintah

22 jam ago
Kondisi pohon mangrove yang mati karena paparan minyak di Pedungan. -IST

Usai Minta Maaf, Pertamina Diminta Pulihkan Mangrove Pedungan

23 jam ago
Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack. -BALITOPIK.COM

DPRD Bali Dorong Banding, Polemik Lift Kaca Kelingking Berlanjut

1 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Deklarasi Penolakan Rencana Eksplorasi Geothermal

Reporter balitopik.com
19 April 2025 - 6:31 am
Tokoh Masyarakat Dua Desa Datangi Lokasi Survei Geotermal dan Deklarasi Penolakan Rencana Eksplorasi. -AD/Balitopik.com

Tokoh Masyarakat Dua Desa Datangi Lokasi Survei Geotermal dan Deklarasi Penolakan Rencana Eksplorasi. -AD/Balitopik.com

Balitopik.com – Belasan tokoh umat Katolik dari Lingkungan Pajoreja dan Lingkungan Dhawe, Paroki St. Joane Baptista Wolosambi, Kecamatan Mauponggo, Kevikepan Mbay, Kabupaten Nagekeo, Keuskupan Agung Ende, sepakat menolak rencana eksplorasi Geotermal yang sudah disurvei oleh tim ahli geologi dari Kementerian ESDM.

Belasan tokoh masyarakat tersebut beberapa di antaranya Koordinator Lingkungan Pajoreja Freddy Leby, Koordinator Lingkungan Dhawe Emanuel Ndala, Kepala Desa Ululoga Petrus Leko, tokoh masyarakat Desa Lodaolo Yulius Mere, Paskalis Nuga, Falens Bajo, tokoh masyarakat Desa Ululoga Damianus Mere dan beberapa sesepuh lainnya. Hadir juga beberapa perwakilan ibu-ibu dari sekitar lokasi yang pernah disurvei oleh tim ahli geologi.

Koordinator Lingkungan Pajoreja Freddy Leby menjelaskan, pihaknya sudah mendapatkan banyak informasi soal tim yang pernah datang ke lokasinya melakukan survei. “Kami di Desa Ululoga memiliki apa yang disebut desa wisata alam. Saat itu kami berpikir bahwa survei itu dilakukan untuk kepentingan desa wisata sebab kami memiliki tracking ke sumber air panas.”

“Ternyata petugas yang datang mengukur suhu air panas, itu pemanis untuk rencana eksplorasi Geotermal. Kami pasang badan menolak rencana eksplorasi Geotermal di wilayah kami, sesuai dengan arahan bapa Uskup Agung Ende Mgr. DR. Paulus Budi Kleden, SVD,” katanya, Sabtu (19/4/2025).

Harapan yang sama juga disampaikan seluruh perwakilan umat dan tokoh masyarakat yang hadir. Pada intinya mereka menolak rencana eksplorasi Geotermal yang telah dilakukan survei di wilayah mereka.

Pastor Paroki St. Joane Baptista Wolosambi Kecamatan Mauponggo Kevikepan Mbay, RD. Arnoldus Yansen Triyono mengatakan, sebagai pastor paroki pihaknya tegak lurus dengan otoritas gereja katolik lokal. Ia juga menegaskan, ada beberapa titik di wilayah paroki yang dipimpinnya sudah pernah disurvei.

“Sebagai pastor paroki, saya mewakili umat menolak geotermal, yang merusak ibu bumi. Hidup kami bergantung pada tanah, air dan alam. Tolong jangan ganggu ibu bumi yang sudah menghidupi kami. Jangan rusakkan harmoni alam di bumi Paroki Wolosambi,” ujar dia.

Ia juga berjanji setelah pekan suci atau paskah akan membentuk forum peduli lingkungan yang terdiri dari generasi muda Wolosambi, para tokoh masyarakat di seluruh paroki, dan para akademisi lainnya. Forum ini akan secara berkelanjutan melakukan advokasi, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas bahwa geotermal di seluruh Flores sangat berbahaya bagi keberlangsungan ekosistem alam semesta yang ada. Aksi perdana nanti akan digelar pada 5 Juni 2025 dalam rangka memperingati hari bumi dan hari lingkungan hidup.

Ketua Aliansi Terlibat Bersama Korban Geotermal Flores Pastor Felix Bhaghi, SVD mengatakan, Flores adalah pulau geotermal. “Kami sudah mendata ada sekitar 21 titik geotermal di seluruh Flores yang didata oleh otoritas untuk dieksplorasi. Kondisi akan sangat berbahaya bagi keberlangsungan hidup lingkungan hidup lainnya. Karena ini kita perlu perlawanan secara massal agar bumi yang subur dan kaya raya ini tidak dirusak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Felix.

Dosen Filsafat di Seminari Tinggi St Paulus Ledalero ini ikut ke lokasi yang pernah disurvei bersama dengan perwakilan umat dari dua desa di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo.

Dalam pengamatannya, daerah yang berlokasi di lereng Gunung Ebulobo ini sudah sangat sejuk, kaya dan harmoni. “Saat ini kita belum membutuhkan listrik untuk produksi. Kita harus mencurigai kepentingan kapitalis di balik proyek geotermal ini,” ungkapnya.

Ia mengatakan, belajar dari pengalaman eksplorasi Geotermal di Mataloko dan Sokoria, dimana dokumen AMDAL tidak disosialisasikan, proyeknya gagal pada tahap pertama, kemudian dibor lagi pada tahap selanjutnya di beberapa titik yang membuat lingkungan rusak dan air menjadi keruh, suhu udara memanas dan tercium bau amis seperti belerang.

“Mari kita bersatu menolak rencana eksplorasi Geotermal yang sudah disurvei oleh tim ahli geologi dari otoritas terkait. Kita belum butuh listrik untuk produksi, untuk industri dan sebagainya. Masih ada sumber daya alam yang lain yang bisa dikembangkan menjadi tenaga listrik tanpa harus merusak bumi,” ujarnya. (AD)

Tags: FloresGeothermalGeothermal di FloresNTTWarga Tolak Geothermal
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Dokter Muda di Bali jadi Tersangka, Dituduh Gelapkan Asal Usul Anak Kandung Sendiri
  • Dewa Cipta Pimpin PNB 2026-2030, Fokus Perkuat Vokasi dan Riset Terapan
  • Pariwisata Bali Diingatkan dari Sustainable Tourism Menuju Regenerative Tourism
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?