BALITOPIK.COM, DENPASAR – Politeknik Negeri Bali (PNB) memasuki periode kepemimpinan baru dengan agenda memperkuat pendidikan vokasi agar semakin terhubung dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Prof. I Dewa Made Cipta Santosa, S.T., M.Sc., Ph.D. resmi memimpin PNB untuk periode 2026–2030. Ia menggantikan I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom.
Di bawah kepemimpinan barunya, PNB diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat riset terapan, serta memperluas kontribusi kampus terhadap dunia usaha dan industri.
Dewa Cipta mengatakan kepemimpinannya selama empat tahun ke depan akan diarahkan pada penguatan ekosistem pendidikan vokasi. Riset dan inovasi terapan juga akan didorong agar lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat dan mampu menghasilkan solusi atas persoalan yang dihadapi.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk memimpin PNB selama empat tahun ke depan. Mari bersama-sama kita buat PNB semakin maju dan berdampak bagi masyarakat yang lebih luas dengan terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi termasuk mendorong riset dan inovasi terapan yang sesuai kebutuhan masyarakat sehingga betul-betul menghadirkan solusi atas tantangan yang dihadapi,” ujar Dewa Cipta.
Arah tersebut sejalan dengan pesan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang menempatkan perguruan tinggi vokasi sebagai bagian penting dalam menyiapkan talenta sesuai kebutuhan dunia kerja.
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Prof. Badri Munir Sukoco menekankan pentingnya keterhubungan pendidikan tinggi dengan dunia industri dan usaha, sekaligus mendorong inovasi terapan yang memberikan manfaat nyata.
Bagi PNB, tantangannya bukan hanya menghasilkan lulusan dengan keterampilan teknis, tetapi memastikan kompetensi yang diberikan tetap relevan dengan perubahan kebutuhan industri.
PNB sendiri merupakan perguruan tinggi vokasi negeri yang menerapkan porsi pembelajaran sekitar 60–70 persen praktik dan 30–40 persen teori. Kampus ini juga memiliki fokus unggulan pada bidang Green Tourism.
Sementara itu, Nyoman Abdi berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan sekaligus meningkatkan capaian yang telah dibangun PNB selama ini. Ia menilai pergantian kepemimpinan menjadi kesempatan bagi kampus untuk berkembang melalui visi dan misi baru.
“Selamat mengemban tugas Prof. Dewa Cipta, semoga dengan semangat kepemimpinan yang baru dapat membawa PNB semakin maju, menjadi Kampus Vokasi yang tangguh dan adaptif, meraih lebih banyak prestasi lewat berbagai inovasi unggulan sehingga PNB dapat memberikan banyak manfaat untuk Bali dan Indonesia,” kata Nyoman Abdi.
Dengan periode kepemimpinan 2026–2030, tantangan PNB ke depan adalah memastikan pendidikan vokasi, riset terapan, dan kolaborasi industri tidak berhenti sebagai agenda kampus, tetapi menghasilkan lulusan serta inovasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan dunia kerja. (*)









