• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Ketua dan Sekretaris Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Budiutama (kiri) dan I Nyoman Oka Antara. -IST

Kos Rp2 Juta, DPRD Bali Dorong UMP 2027 Tembus Rp5 Juta

51 detik ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -BALITOPIK.COM

Koster Klarifikasi Video Viral “Diam Kamu”

26 menit ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -BALITOPIK.COM

Koster Nilai Putusan PTUN Lift Kaca Aneh, Pemprov Bali Banding

1 jam ago
Suasana sidang paripurna ke-48 DPRD Provinsi Bali. -BALITOPIK.COM

Dewa Jack ‘Kesepian’ di Meja Pimpinan Sidang Paripurna ke-48

2 jam ago
Harmaini Hasibuan, S.H (depan ketiga dari kiri) dan saat konferensi pers. -IST

Babak Baru Kasus Tanah Pura Dalam Balangan 

16 jam ago
Petugas Imigrasi Ngurah Rai saat mengawal pendeportasian terhadap 12 WNA. -IST

Deportasi Massal WNA Bermasalah di Bali, 12 Orang Diusir dalam 10 Hari

16 jam ago
Para relawan dari Aliansi Bali Peduli Bencana Flores saat membagikan sembako di sejumlah lokasi. -IST

Aliansi Bali Salurkan Bantuan ke Korban Gempa Flores

16 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat mengikuti perayaan Tumpek Uye. -IST

Tumpek Uye dan Aksi Serentak Lindungi Satwa

21 jam ago
Ilustrasi. -BALITOPIK.COM

Menggugat Perilaku ‘Mengadatkan’ Sistem Keuangan Kolonial di Bali

23 jam ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Kos Rp2 Juta, DPRD Bali Dorong UMP 2027 Tembus Rp5 Juta

Reporter balitopik.com
7 September 2026 - 6:45 am
Ketua dan Sekretaris Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Budiutama (kiri) dan I Nyoman Oka Antara. -IST

Ketua dan Sekretaris Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Budiutama (kiri) dan I Nyoman Oka Antara. -IST

BALITOPIK.COM, DENPASAR – Penghasilan minimum pekerja di Bali kembali dipersoalkan menjelang pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2027. DPRD Bali menilai angka upah saat ini semakin sulit mengejar biaya hidup, terutama di kawasan dengan tekanan harga tinggi seperti Denpasar dan Badung.

Ketua Komisi I DPRD Bali I Nyoman Budiutama mendorong agar UMP Bali ke depan bisa mendekati Rp5 juta. Angka tersebut dinilai lebih realistis dengan kondisi ekonomi dan biaya hidup di Bali yang ditopang industri pariwisata.

Sebagai gambaran, UMP Bali 2026 yang berlaku saat ini ditetapkan sebesar Rp3.207.459 per bulan. Angka itu naik 7,04 persen dari UMP 2025. Untuk sektor pariwisata, Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) 2026 ditetapkan Rp3.267.693.

“UMP di Bali rata-rata Rp3,2 juta sampai Rp3,3 juta. Kenaikannya setiap tahun paling tidak sekitar Rp70 ribu. Padahal, orang di Bali, terutama di daerah pariwisata, memang harusnya minimal Rp5 juta,” ujar Budiutama usai Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, persoalan upah tidak cukup dilihat dari persentase kenaikan secara nasional. Karakter ekonomi Bali yang sangat bergantung pada pariwisata perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan besaran upah.

Budiutama juga menyoroti perubahan pasar tenaga kerja. Pekerja dengan keterampilan tertentu kini bisa memperoleh penghasilan harian sekitar Rp200 ribu. Jika bekerja penuh selama sebulan, pendapatannya dapat mencapai sekitar Rp6 juta.

“Makanya di Bali mencari tenaga kerja agak kesulitan sekarang,” katanya.

Sorotan lebih tajam datang dari Sekretaris Komisi I DPRD Bali I Nyoman Oka Antara. Ia mencontohkan biaya tempat tinggal pekerja di Denpasar dan Badung yang semakin tinggi.

Oka mengaku menemukan kamar kos dengan harga sekitar Rp2 juta per bulan. Jika pekerja hanya menerima UMP sekitar Rp3,2 juta, sebagian besar penghasilan sudah terserap untuk tempat tinggal.

“Rumah kos sekarang paling murah Rp2 juta. Belum makan, kendaraan, pulsa, data dan kebutuhan lainnya,” ujar Oka.

Ia menilai kondisi tersebut perlu masuk dalam pertimbangan pembahasan UMP 2027. Menurutnya, pekerja di pusat-pusat ekonomi Bali menghadapi struktur biaya hidup yang berbeda dengan daerah lain.

“Kalau gaji sekarang Rp3,2 juta, kemudian kos Rp2 juta, habis sudah. Bagaimana dia bisa pulang ke daerahnya atau membantu keluarganya?” katanya.

Meski mendorong kenaikan signifikan, Budiutama mengakui penetapan UMP tidak bisa dilakukan sepihak. Besarannya tetap harus melalui mekanisme Dewan Pengupahan dan mengikuti regulasi pemerintah.

Dorongan Rp5 juta ini juga bukan angka yang muncul tanpa konteks. Pada April 2026, Kepala Disnaker Bali Ida Bagus Setiawan menyebut standar hidup layak di Bali berada di kisaran Rp5 jutaan, sementara UMP yang berlaku masih Rp3,2 juta.

Artinya, pembahasan UMP 2027 berpotensi kembali mempertemukan dua kepentingan, yakni kebutuhan pekerja mengejar biaya hidup dan kemampuan dunia usaha menjaga keberlanjutan bisnis. (*)

Tags: BadungBiaya Hidup BaliDenpasarDPRD BaliGaji BaliI Nyoman BudiutamaNyoman Oka AntaraPekerja BaliTenaga Kerja BaliUMP BaliUMP Bali 2027Upah Minimum Bali
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Kos Rp2 Juta, DPRD Bali Dorong UMP 2027 Tembus Rp5 Juta
  • Koster Klarifikasi Video Viral “Diam Kamu”
  • Koster Nilai Putusan PTUN Lift Kaca Aneh, Pemprov Bali Banding
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?