BALITOPIK.COM, NTT – Bantuan untuk warga terdampak gempa Flores mulai menjangkau sejumlah wilayah yang belum banyak tersentuh. Aliansi Bali Peduli Bencana Flores menemukan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat, bahkan roboh total, saat mendistribusikan bantuan di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat.
Penyaluran bantuan dilakukan selama tiga hari, 2-5 September 2026. Bantuan berupa sembako dan kebutuhan dasar lainnya menyasar warga terdampak di empat kecamatan di Manggarai serta satu desa di Manggarai Barat.
Di Kabupaten Manggarai, bantuan disalurkan ke Kampung Lenteng, Kecamatan Rahong Utara; Kampung Nte’er dan Bola, Kecamatan Satarmese Utara; Kampung Goloworok, Kecamatan Ruteng; serta Kampung Kawong, Kecamatan Lelak. Sementara di Manggarai Barat, bantuan menyasar warga Desa Pota Wangka, Kecamatan Boleng.
Koordinator Aliansi Bali Peduli Bencana Flores, Fransisco Dehadi, mengatakan bantuan tersebut diprioritaskan bagi warga yang mengalami dampak paling parah, termasuk mereka yang belum tersentuh bantuan.
“Bantuan yang kami hadirkan ini difokuskan bagi masyarakat yang terdampak paling parah. Kami menyadari bahwa apa yang kami salurkan belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga,” kata Fransisco.
Menurut dia, kondisi di lapangan menunjukkan persoalan warga tidak berhenti pada kebutuhan pangan. Kerusakan rumah menjadi persoalan lain yang membutuhkan penanganan setelah masa tanggap darurat berakhir.
Fransisco menyebut pihaknya menemukan rumah warga yang roboh total di sejumlah lokasi yang dikunjungi. Kondisi itu membuat sebagian warga menghadapi ketidakpastian tempat tinggal ketika masa pengungsian di posko darurat berakhir.
Karena itu, ia meminta pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten segera menyiapkan pemulihan rumah warga yang rusak parah setelah masa tanggap darurat berakhir pada 12 September 2026.
“Saya berharap pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten, setelah masa tanggap darurat berakhir pada 12 September, segera melakukan pemulihan secara menyeluruh terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan parah akibat gempa,” tegasnya.
Aliansi Bali Peduli Bencana Flores merupakan gabungan 12 organisasi mahasiswa dan kepemudaan di Bali yang menghimpun dukungan untuk warga terdampak.
Fransisco menilai keterlibatan berbagai elemen diperlukan agar warga tidak menghadapi dampak bencana seorang diri.
“Bencana ini merupakan duka kita bersama, sehingga sangat dibutuhkan perhatian serta gotong royong seluruh pihak, termasuk dari elemen mahasiswa,” ujarnya.
Ia berharap bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi dukungan jangka pendek, tetapi juga mendorong perhatian lebih besar terhadap kebutuhan pemulihan warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal. (*)









