Balitopik.com, DENPASAR – Dua advokat ternama di Bali Riyanta dan Yulius Benyamin Seran inisiatif membentuk ormas untuk melawan maraknya mafia tanah di Bali.
Mereka membentuk ormas Gerakan Jalan Lurus yang sudah berbadan hukum dan kini membentuk Gerakan Anti Mafia Tanah (GAMAT) khusus untuk memberantas para mafia tanah di Bali.
Advokat Riyanta yang juga mantan politisi PDIP ini menjelaskan upaya pemberantasan mafia tanah ini sejalan dengan upaya yang dicanangkan Presiden Prabowo melalui kementrian ATR/BPN.
”Ini harus melibatkan kebijakan presiden, karena presiden harus didukung kekuatan sosial. Mafia tanah juga ada dalam lingkaran kekuasaan. Ini fakta,” ucapnya di Denpasar, Kamis (27/11/2025).
Oleh karena itu, Riyanta ingin Bali sesegera mungkin mulai melakukan perlawanan dan pergerakan anti mafia tanah ini.
”Saya ingin di Bali, mulai ada gerakan anti mafia tanah ini. Dibangun jejaring sosial yang kuat. Di dalamnya orang-orang yang profesional, yang punya kapasitas seperti lawyer, wartawan, aktivis, tokoh masyarakat dan lainnya,” tegasnya.
Menurut dia, mafia tanah bisa ada dimana saja dan melakukan apa saja. Belum lagi aksi mereka didukung oleh oknum-oknum nakal dari lembaga negara tertentu. Padahal seharusnya lembaga-lembaga tersebut secara konsisten ikut memberantas mafia tanah.
Di Bali Riyanta menunjuk Advokat Yulius Benyamin Seran untuk membentuk kepengurusan GAMAT di Bali. Hal ini karena menurutnya pengalamannya Benyamin dalam mengurus kasus tanah di Bali yang berkaitan dengan mafia tanah, sudah teruji.
Dalam percakapan di Denpasar, Benyamin Seran mengaku akan mengajak para aktifis, jurnalis dan advokat asal Bali lainnya untuk terlibat aktif dalam gerakan ini.
Benyamin dalam jumpa pers kemarin mengatakan telah berkomunikasi dengan rekan Advokat Ariel Suardana untuk memegang tongkat komando dalam Gerakan ini dan ia siap mendampinginya dalam perlawanan ini.
”Tujuan dari GANAT ini akan menjadi tempat bernaung dari para korban mafia tanah. Kita sharing bersama dan memberikan solusi dengan melibatkan jejaring kita yang ada ditingkat nasional,” kata Benyamin.
“Di Bali banyak mafianya. Kita secara resmi mendeklarasikan agar orang-orang yang memiliki masalah yang menjadi korban mafia tanah, silahkan mulai membuat pengaduan ke kita,” tandasnya. (*)









