• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Para Uskup Provinsi Gerejawi ENDE. -IST

Gereja Katolik Tolak Geothermal di Flores dan Lembata, Jadikan Renungan Pra Paskah 2025

1 tahun ago
Ketua Panitia sekaligus Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa saat menyampaikan laporan. -IST/BALITOPIK.COM

Soekarno Cup III 2026, Wadah Talenta Muda Bali Menuju Prestasi, Sportif dan Nasionalis

1 jam ago
Gubernur bali Wayan Koster saat menemui para bhikkhu peserta Indonesia Walk For Peace 2026 di Brahma Vihara Arama, Kabupaten Buleleng. -IST/BALITOPIK.COM

Indonesia Walk For Peace, 50 Bhikkhu se-Asia Tenggara Jalan Kaki dari Bali menuju Candi Borobudur

2 jam ago
Potret para perempuan pelaku usaha berkelanjutan dari berbagai daerah di Indonesia. IST/BALITOPIK.COM

Women Ecopreneurs Market Day, Ruang Baru Perempuan Pelaku Bisnis Hijau Tembus Pasar Lebih Luas

19 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama jajaran OPD meninjau pengelolaan sampah dan sektor horeka di wilayah Kelurahan Kuta, Jumat (8/5/2026). -BALITOPIK.COM

Bupati Badung Sidak Sampah Horeka di Kuta

1 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyerahkan penghargaan kepada STT pemenang ogoh-ogoh favorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha, Denpasar.

Koster-Giri Beri Penghargaan STT Favorit, Harap jadi Penjaga Budaya Bali

1 hari ago
Foto Kolase BALITOPIK.COM

Pansus TRAP Apresiasi KKP Segel Marina BTID

1 hari ago
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mendampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat meresmikan BPIFK di Kuta, Badung, Jumat (8/5/2026).

Giri Prasta Yakin BPIFK Jadi Mesin Baru Pertumbuhan IKM Bali

1 hari ago
Kadisdikpora Badung I Gusti Made Dwipayana berdialog dengan para guru dalam Safari Pendidikan di SMPN 5 Abiansemal.

Safari Kadisdikpora Badung, Perkuat Suara Guru dan Sekolah

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Gereja Katolik Tolak Geothermal di Flores dan Lembata, Jadikan Renungan Pra Paskah 2025

Reporter balitopik.com
21 Maret 2025 - 4:15 pm
Para Uskup Provinsi Gerejawi ENDE. -IST

Para Uskup Provinsi Gerejawi ENDE. -IST

Balitopik.com – Keberadaan geothrtmal di Flores dan Lembata mendapat sorotan tajam dari Gereja Katolik di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan sampai masuk dalam Surat Gembala Pra-Paskah Para Uskup Provinsi Gerejawi Ende.

Dalam Surat Gembala Pra-Paskah Para Uskup Provinsi Gerejawi Ende menempatkan geothermal di Flores dan Lembata di posisi paling pertama untuk direnungkan pada Pra Paskah 2025.

Berikut Surat Gembala Pra-Paskah Para Uskup Provinsi Gerejawi Ende yang ditandatangani oleh enam Uskup Provinsi Gereja ENDE.

Diantaranya Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, (Uskup Agung Ende), Mgr. Silvester San (Uskup Denpasar) Mgr. Fransiskus Kopong Kung (Uskup Larantuka), Mgr. Siprianus Hormat (Uskup Ruteng), Mgr. Edwaldus Martinus Sedu (Uskup Maumere) dan Mgr. Maksimus Regus (Uskup Labuan Bajo).

SURAT GEMBALA PRA-PASKAH PARA USKUP PROVINSI GEREJAWI ENDE

“Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”       (Yoh 10:10)

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Selamat menjalani Masa Pra-Paskah 2025. Masa ini penuh rahmat. Kita diajak merenungkan hidup dalam terang kasih Kristus. Inilah waktu bertobat, memperbarui iman, dan menghidupi nilai Injili. Sebagai gembala, kami mengajak umat menyikapi tantangan sosial yang mengancam martabat kehidupan.

Kristus datang membawa hidup berkelimpahan (bdk. Yoh. 10:10). Namun, realitas menunjukkan banyak saudara kita menghadapi ancaman. Dalam semangat persaudaraan, kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas beberapa persoalan mendesak.

1. Eksploitasi Energi: Memilih Masa Depan Secara Bijaksana. “Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik” (Kej 1:31).

Pembangunan harus berkelanjutan. Namun, eksploitasi sumber daya alam, termasuk energi geothermal di Flores dan Lembata, menimbulkan pertanyaan. Apakah kita membangun masa depan yang lebih baik atau justru merusaknya? Pulau-pulau kecil dengan ekosistem rapuh ini berisiko besar. Eksploitasi yang tidak bijaksana berdampak pada lingkungan, ketahanan pangan, keseimbangan sosial dan keberlanjutan kebudayaan.

Kita telah menyaksikan sejumlah persoalan yang muncul dari (rencana) eksplorasi dan eksploitasi energi geothermal. Kami menilai energi geothermal bukanlah pilihan yang tepat untuk konteks Flores dan Lembata, dengan topografinya yang dipenuhi gunung dan bukit dan sumber mata air permukaan yang amat terbatas. Pilihan eksploitatif ini juga bertabrakan dengan arah utama pembangunan yang menjadikan wilayah ini sebagai daerah pariwisata, pertanian, perkebunan, peternakan unggulan serta pertanian dan kelautan.

Gereja dipanggil menjaga ciptaan. Paus Fransiskus dalam Laudato Si’ menekankan bahwa krisis sosial dan lingkungan saling terkait. Kami mendorong penggunaan energi ramah lingkungan, seperti energi surya, dengan tanggung jawab dan visi keberlanjutan. Gagasan ini juga searah dengan Surat Pastoral Konferensi Federasi Para Uskup Se-Asia Kepada Gereja-Gereja Lokal di Asia tentang “Pemeliharaan Ciptaan: Panggilan untuk Pertobatan Ekologis (15 Maret 2025)”.

2. Perdagangan Orang: Luka Kemanusiaan Mendesak. “Tuhan mendengar seruan orang tertindas” (Mzm 10:17).

Perdagangan manusia memilukan. Banyak saudara kita, terutama perempuan dan anak-anak, terjebak dalam eksploitasi. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang membutuhkan tanggapan konkret dan segera.

Gereja tidak boleh diam. Kita harus menjadi suara bagi yang tak bersuara. Kami mengajak semua pihak—pemerintah, organisasi sosial, komunitas keagamaan, pemuka adat, dan umat—untuk ikut serta dalam pencegahan, perlindungan, dan pemberantasan perdagangan manusia. Kesadaran dan edukasi di tingkat keluarga dan komunitas harus diperkuat.

3. Stunting: Ancaman bagi Masa Depan Generasi. “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka” (Mrk. 10:14).

Anak-anak adalah masa depan kita. Namun, stunting—kekurangan gizi kronis—masih menjadi masalah serius. Ini bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga ketidakadilan sosial.

Gereja terpanggil—dan memanggil semua pihak—membantu mengatasi stunting. Edukasi bagi orang tua, pendampingan keluarga kurang mampu, serta program sosial harus diperkuat. Setiap anak berhak atas gizi yang cukup. Masa depan mereka adalah tanggung jawab kita bersama.

4. Wabah Peternakan dan Pertanian: Ancaman Ketahanan Pangan “Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!” (Mzm 136:1).

Tanah yang kita pijak adalah anugerah Tuhan. Namun, berbagai wabah yang menyerang peternakan dan pertanian—seperti flu babi dan penyakit tanaman— mengancam banyak keluarga. Jika tidak ditangani serius, dampaknya besar bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Kami menyerukan perhatian lebih besar dari pemerintah dan masyarakat. Krisis ini harus diatasi dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan keberlanjutan. Riset, inovasi pertanian, serta kebijakan yang berpihak kepada petani dan peternak harus menjadi prioritas.

Seruan dan Ajakan

Gereja dipanggil menjadi penjaga kehidupan dan pelayan sesama. Dalam semangat kasih Kristus, kami mengajak seluruh keluarga umat Allah di wilayah Provinsi Gerejawi ENDE untuk:

  1. Menjaga lingkungan dengan menolak eksploitasi sumber daya yang merusak ekosistem, termasuk energi geothermal, di Flores dan Lembata, yang menimbulkan pertanyaan berbagai pihak saat ini.
  2. Menjadi suara bagi yang tak bersuara, dengan berperan aktif dalam pemberantasan perdagangan orang.
  3. Mendukung program kesehatan dan gizi, khususnya pencegahan stunting dan kesejahteraan anak-anak.
  4. Mengupayakan pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan kesejahteraan sosial dan kelestarian alam.
  5. Terlibat dalam aksi nyata, seperti kampanye lingkungan, advokasi kebijakan publik, dan gerakan sosial untuk keadilan.

Masa Pra-Paskah adalah kesempatan membangun komitmen baru: merawat kehidupan, menjaga keadilan sosial, dan memelihara ciptaan. Kita berjalan bersama dalam harapan akan kebangkitan yang membawa terang bagi dunia. Sebab, “harapan kristiani memanggil kita untuk terlibat aktif dalam pemulihan ciptaan dan penyembuhan luka-luka dunia kita” (Surat Pastoral Konferensi Federasi Para Uskup Se-Asia, 15 Maret 2025). (*)

Tags: Bali TopikGeothermal di FloresGooglePara Uskup Gerejawi ENDE tolak geothermal di Flores dan Lembata
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Soekarno Cup III 2026, Wadah Talenta Muda Bali Menuju Prestasi, Sportif dan Nasionalis
  • Indonesia Walk For Peace, 50 Bhikkhu se-Asia Tenggara Jalan Kaki dari Bali menuju Candi Borobudur
  • Women Ecopreneurs Market Day, Ruang Baru Perempuan Pelaku Bisnis Hijau Tembus Pasar Lebih Luas
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?