• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Warga yang menolak Madas Nusantara saat diterima oleh Kepala Kesbangpol Provinsi Bali, Gede Suralaga. -IST

Warga Penolak Ormas Madas Nusantara Datangi Kesbangpol Bali

5 bulan ago
Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat KMHDI, I Nengah Candra Irawana

KMHDI ingatkan lahan bekas karhutla jangan jadi perkebunan sawit oligarki

12 jam ago
PP KMHDI

Karhutla Tak Cukup Dipadamkan, PP KMHDI Bentuk Satgas Restorasi

14 jam ago
Gubernur Bali, Wayan Koster meninjau langsung jalannya psikotes pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Bali, di Ruang Sidang FK Unud kampus Sudirman, Denpasar, Selasa (20/10). -BALITOPIK.COM

Tak sesuai ekspektasi, Koster psikotes seluruh pejabat eselon II Bali, sinyal mutasi?

19 jam ago
Prambanan Shiva Festival (PSF) 2027 diluncurkan dalam rangkaian Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, Sabtu (17/10/2026). -IST

Prambanan Shiva Festival 2027 Diluncurkan

2 hari ago
Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, SE.,MM.

Pemimpin yang Tak Pernah Tinggalkan Rakyat

2 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster (kiri) bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri. -BALITOPIK.COM

Koster Ingatkan Menteri ESDM dan Pertamina soal BBM: Apa yang Terjadi di Bali Akan Langsung Mendunia

2 hari ago
Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri (kanan), Menteri ESDM dan Gubernur Bali. -BALITOPIK.COM

Dirut Pertamina Minta Maaf untuk Masyarakat Bali, Janji Tak Akan Ulangi Lagi

2 hari ago
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia didampingi Gubernur Bali dan Dirut Pertamina. -BALITOPIK.COM

Menteri ESDM Ungkap Alasan BBM Langka di Bali: “Kesalahan Teknis Pertamina”

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Warga Penolak Ormas Madas Nusantara Datangi Kesbangpol Bali

Reporter balitopik.com
4 Juni 2026 - 12:04 pm
Warga yang menolak Madas Nusantara saat diterima oleh Kepala Kesbangpol Provinsi Bali, Gede Suralaga. -IST

Warga yang menolak Madas Nusantara saat diterima oleh Kepala Kesbangpol Provinsi Bali, Gede Suralaga. -IST

BALITOPIK.COM, DENPASAR – Sejumlah perwakilan masyarakat dari berbagai daerah di Bali mendatangi Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali untuk menyampaikan aspirasi terkait keberadaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Madas Nusantara di Pulau Dewata.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kesbangpol Bali, Denpasar, Kamis (4/6/2026), menjadi wadah penyampaian kegelisahan warga yang menilai kehadiran organisasi tersebut berpotensi menimbulkan dinamika sosial di tengah masyarakat Bali.

Kepala Kesbangpol Provinsi Bali, Gede Suralaga, menerima langsung aspirasi tersebut didampingi Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Bali, Gede Adhi Tiana Putra.

Dalam dialog tersebut, warga meminta Pemerintah Provinsi Bali meneruskan aspirasi mereka kepada pemerintah pusat karena kewenangan terkait organisasi kemasyarakatan berada di tingkat nasional.

Perwakilan warga dari Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah dan Komang Sudiarta, mengatakan masyarakat hanya ingin menyampaikan aspirasi secara konstitusional melalui jalur yang benar.

“Kami memahami kewenangan terkait ormas berada di pemerintah pusat. Karena itu kami meminta aspirasi masyarakat Bali ini segera diteruskan agar mendapat perhatian,” ujar perwakilan warga.

Meski menyampaikan penolakan terhadap keberadaan Madas Nusantara, warga menegaskan sikap tersebut tidak ditujukan kepada masyarakat Madura ataupun kelompok masyarakat lain yang tinggal dan bekerja di Bali.

Perwakilan warga dari Gianyar, Pande Manik S, menegaskan Bali tetap terbuka bagi siapa pun yang datang untuk bekerja, berusaha, maupun mencari kehidupan yang lebih baik.

“Kami hadir bukan untuk menebar kebencian dan bukan untuk memusuhi saudara-saudara kami dari Madura maupun daerah lainnya. Yang kami sampaikan adalah kegelisahan terhadap keberadaan sebuah organisasi, bukan terhadap suku atau kelompok masyarakat tertentu,” tegasnya.

Menurut Pande, Bali selama ini telah memiliki sistem sosial dan keamanan yang berjalan baik melalui desa adat, pecalang, kepolisian, serta TNI.

Karena itu, masyarakat mempertanyakan urgensi hadirnya organisasi yang mengatasnamakan pengamanan atau perlindungan kelompok tertentu di Bali.

Ia menambahkan bahwa semangat Ajeg Bali bukanlah bentuk penolakan terhadap keberagaman, melainkan upaya menjaga identitas budaya, nilai-nilai kearifan lokal, dan harmoni sosial yang diwariskan leluhur Bali.

“Ajeg Bali adalah menjaga budaya dan warisan leluhur untuk generasi mendatang. Bali tetap terbuka, tetapi juga memiliki hak menjaga jati dirinya,” katanya.

Senada dengan itu, penggiat media sosial Wayan Setiawan meminta publik tidak mengaitkan aspirasi warga dengan isu suku, ras, maupun asal daerah.

Menurutnya, yang menjadi objek penolakan adalah organisasi yang dinilai berpotensi menimbulkan persoalan sosial, bukan masyarakat Madura secara umum.

“Yang saya tolak adalah Madas sebagai organisasi. Bukan orang Madura. Jangan sampai aspirasi ini dibelokkan menjadi isu suku atau kebencian terhadap kelompok tertentu,” ujarnya.

Wayan juga meminta Pemerintah Provinsi Bali mengambil sikap yang jelas dengan meneruskan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat agar polemik yang berkembang di tengah masyarakat tidak semakin meluas.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Kesbangpol Bali, Gede Suralaga, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang menyampaikan pendapat secara tertib dan damai.

Ia memastikan seluruh masukan yang diterima akan dicatat dan diteruskan kepada kementerian terkait di tingkat pusat sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kami berterima kasih karena aspirasi ini disampaikan dengan baik dan tertib. Seluruh masukan yang disampaikan masyarakat akan kami teruskan kepada pemerintah pusat untuk menjadi perhatian,” kata Suralaga.

Sebagai informasi, keberadaan organisasi kemasyarakatan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan yang kemudian diperbarui melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017.

Tags: Ajeg BaliAspirasi MasyarakatBaliBerita BaliDenpasarGede SuralagaKesbangpol BaliMadas NusantaraOrganisasi KemasyarakatanOrmas Balipemerintah provinsi baliPenolakan Madas Nusantarapolitik BaliSosial BaliWarga Bali
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • KMHDI ingatkan lahan bekas karhutla jangan jadi perkebunan sawit oligarki
  • Karhutla Tak Cukup Dipadamkan, PP KMHDI Bentuk Satgas Restorasi
  • Tak sesuai ekspektasi, Koster psikotes seluruh pejabat eselon II Bali, sinyal mutasi?
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist