Balitopik.com, DENPASAR – Kapolda Bali Daniel Adityajaya menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan pecalang dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Bali.
Sinergi antara aparat kepolisian dan unsur keamanan berbasis desa adat tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan situasi yang kondusif di Pulau Dewata, terutama dalam menghadapi berbagai kegiatan adat, keagamaan, hingga aktivitas pariwisata yang terus berlangsung sepanjang tahun.
Hal tersebut disampaikan Kapolda Bali saat menghadiri Gelar Agung Pecalang se-Bali Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Sabtu (7/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, jenderal polisi bintang dua itu menekankan bahwa pecalang memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan di tingkat desa adat. Kehadiran pecalang dinilai mampu memperkuat upaya kepolisian dalam menjaga ketertiban masyarakat secara menyeluruh.
“Kolaborasi ini sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Bali,” ujar Kapolda Bali.
Menurutnya, sistem keamanan berbasis kearifan lokal yang diterapkan di Bali telah terbukti efektif dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang kuat.
Salah satu konsep yang dinilai berhasil memperkuat sistem keamanan di Bali adalah penerapan Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat).
Program ini mengedepankan sinergi antara aparat keamanan negara dan unsur masyarakat adat, khususnya pecalang, dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan desa.
Kapolda Bali menjelaskan bahwa konsep Sipandu Beradat tidak hanya fokus pada aspek pengamanan, tetapi juga menjaga keharmonisan kehidupan sosial masyarakat Bali yang berbasis adat dan budaya.
“Sipandu Beradat merupakan konsep yang sangat baik karena memperkuat sinergitas antara Polri dan masyarakat, khususnya pecalang, dalam menjaga kondusivitas wilayah Bali,” jelasnya.
Ia menambahkan, kerja sama yang solid antara kepolisian dan pecalang juga menjadi faktor penting dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk saat berlangsungnya acara adat, kegiatan keagamaan, hingga agenda pariwisata berskala besar.
Selain itu, Kapolda Bali juga menyoroti kesiapan pengamanan menjelang dua hari besar keagamaan yang waktunya berdekatan tahun ini, yakni Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri.
Menurutnya, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah antisipasi guna memastikan kedua perayaan tersebut dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Koordinasi lintas instansi telah dilakukan melalui sejumlah rapat yang melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga unsur masyarakat adat.
Kapolda Bali memastikan bahwa seluruh pihak telah menyusun langkah strategis untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama periode tersebut.
“Itu sudah dipikirkan, sudah direncanakan, dan sudah dicari solusinya. Rapat koordinasi sudah dilakukan beberapa kali, dan pengalaman ini juga sudah kita jalani tahun lalu,” ungkapnya.
Ia berharap, dengan koordinasi yang matang serta dukungan masyarakat Bali, seluruh rangkaian kegiatan keagamaan maupun aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif.
Menurut Kapolda Bali, Bali memiliki keunikan tersendiri dalam sistem pengamanan berbasis adat yang tidak dimiliki oleh banyak daerah lain di Indonesia.
Kehadiran pecalang sebagai unsur pengamanan tradisional dinilai menjadi kekuatan besar dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya Bali.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa kepolisian akan terus memperkuat kerja sama dengan pecalang serta berbagai elemen masyarakat guna menjaga Bali tetap aman, nyaman, dan harmonis bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.
“Semoga semua kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tandasnya.
Dengan sinergi yang kuat antara aparat keamanan negara dan masyarakat adat, Bali diharapkan tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan kondusif, sekaligus mampu menjaga citra positifnya sebagai destinasi wisata dunia. (*)









