• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Koordinator People's Water Forum (PWF), Reza Sahib.

Koordinator PWF Sebut Intimidasi Aparat Sudah Seperti Orde Baru

2 tahun ago
Harmaini Hasibuan, S.H (depan ketiga dari kiri) dan saat konferensi pers. -IST

Babak Baru Kasus Tanah Pura Dalam Balangan 

9 jam ago
Petugas Imigrasi Ngurah Rai saat mengawal pendeportasian terhadap 12 WNA. -IST

Deportasi Massal WNA Bermasalah di Bali, 12 Orang Diusir dalam 10 Hari

10 jam ago
Para relawan dari Aliansi Bali Peduli Bencana Flores saat membagikan sembako di sejumlah lokasi. -IST

Aliansi Bali Salurkan Bantuan ke Korban Gempa Flores

10 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat mengikuti perayaan Tumpek Uye. -IST

Tumpek Uye dan Aksi Serentak Lindungi Satwa

15 jam ago
Ilustrasi. -BALITOPIK.COM

Menggugat Perilaku ‘Mengadatkan’ Sistem Keuangan Kolonial di Bali

16 jam ago
Warga Negara (WN) Australia berinisial MS (59) saat dideportasi. -IST

MS Dideportasi Usai Jalani Hukuman 18 Tahun Penjara

1 hari ago
Perum BULOG Kantor Wilayah Bali saat melakukan pemantauan. -IST

Stok Beras Bali 7.657 Ton, BULOG Perketat Pantauan Harga di Pasar

1 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster

Manakala AI Merajalela, Koster: Tak Boleh Gantikan Budaya

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Koordinator PWF Sebut Intimidasi Aparat Sudah Seperti Orde Baru

Reporter balitopik.com
23 Mei 2024 - 1:49 pm
Koordinator People's Water Forum (PWF), Reza Sahib.

Koordinator People's Water Forum (PWF), Reza Sahib.

Balitopik.com  – Koordinator People’s Water Forum (PWF), Reza Sahib menyebut kegiatan People’s Water Forum (PWF) yang diintimidasi kelompok ormas itu digerakan oleh aparat Polri dan TNI.

Reza Sahib menyebut intimidasi itu sudah jelas-jelas digerakan oleh aparat keamanan. Karena pada saat pemboikotan, aparat keamanan yang ada di lokasi hanya menonton.

“Kita sudah yakin bisa konfirmasi bahwa itu aparat negara. Tapi juga mereka gunakan ormas. Baik militer, tentara, negara, polisi terlibat,” katanya, Kamis, (23/5/2024).

Reza menjelaskan, kegiatan People’s Water Forum sudah diintimidasi sejak awal direncanakan. Awalnya kegiatan itu akan berlangsung di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Pihaknya tiba-tiba mendapat surat pembatalan penggunaan tempat oleh pihak ISI Denpasar.

Setelahnya, kegiatan dipindahkan ke Hotel Oranjje, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar. Dengan jadwal kegiatan mulai dari tanggal 20 – 23 Mei 2024.

Namun, kegiatan di Hotel Oranjje tidak berjalan sama sekali karena pada Senin, (20/5) sore, forum yang sebetulnya ingin mendiskusikan tentang krisis air itu diboikot oleh ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) dengan dalil mengikuti imbauan Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya.

Intimidasi berlanjut di tanggal (21/5) tidak atas nama PGN lagi. Tapi oleh sekelompok orang misterius berbadan kekar, memakai jaket penutup kepala, topi, masker dan kaca mata hitam sehingga hampir tidak bisa dikenali. Sekelompok orang itu mengaku dari Aliansi Masyarakat Bali.

Mereka menghadang peserta diskusi yang akan masuk ke area hotel, wartawan pun dilarang mengambil gambar dan video di sekitar lokasi.

Yang paling parah adalah Eks Hakim Mahkamah Konstitusi yang sekarang menjadi Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) Dr. I Made Dewa Palguna yang diundang sebagai pemateri di People’s Water Forum.

Dr. Palguna gagal membawakan materi tentang “On Water A Perspective From Indonesia’s Constitution (Air dalam perspektif hukum Indonesia) karena tidak diperbolehkan masuk oleh para preman itu.

“Masa ngomong air aja nggak boleh. Tidak ada tindakan kriminal yang kita lakukan. Tapi sampai saat ini (tadi pagi) kita masih kucingan-kucingan, gangguan komunikasi internet itu makin banyak yang diretas termasuk HP saya yang saya tidak tahu sekarang ada dimana,”  imbuh Reza Sahib.

Sementara, Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya saat ditemui di Kantor DPRD Bali, Rabu (22/5) sore, mengaku tidak mengeluarkan larangan diskusi dan meminta membubarkan acara diskusi tentang air. Bahkan Mahendra mengaku tidak mengetahui adanya ormas-ormas itu.

Lantas siapa yang bertanggung jawab atas pemboikotan diskusi People’s Water Forum (WWF) oleh para preman itu?. Reza berani mengatakan aparat keamanan adalah otaknya.

“Saya bisa konfirmasi bahwa saya juga diintimidasi oleh orang yang mengaku dari Mabes TNI. Caranya sangat intimidatif persis seperti orde baru,” ucapnya. (*)

Tags: IntimidasiPolriPremanismePWFReza SahibTNI
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Babak Baru Kasus Tanah Pura Dalam Balangan 
  • Deportasi Massal WNA Bermasalah di Bali, 12 Orang Diusir dalam 10 Hari
  • Aliansi Bali Salurkan Bantuan ke Korban Gempa Flores
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?