BALITOPIK.COM, GIANYAR – Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Kapolri, Listyo Sigit Prabowo secara resmi membuka dan melepas (flag-off) ajang lari Wondr Kemala Run 2026 di Bali United Training Center (BUTC), Gianyar, Minggu (19/4/2026).
Event berskala nasional hingga internasional ini diikuti lebih dari 11.000 pelari dari berbagai komunitas, sekaligus mempertegas posisi Bali sebagai salah satu destinasi unggulan sport tourism di Indonesia.
Sejak pagi hari, suasana lomba sudah terasa semarak. Kapolri Listyo Sigit Prabowo hadir lebih awal bersama Juliati Sigit Prabowo dan secara langsung melepas peserta kategori half marathon (21,1 km) yang старт pukul 05.00 WITA.
Selain seremoni pembukaan, Gubernur Koster dan Kapolri juga ikut ambil bagian dalam lomba dengan mengikuti kategori 5K. Kehadiran keduanya menambah semangat peserta yang berlari melintasi jalur persawahan dan pedesaan khas Gianyar.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Kapolda Bali Daniel Adityajaya dan Pangdam IX/Udayana Piek Budyakto yang juga menyapa para pelari di sepanjang rute.
“Harus semangat, jalan terus sampai finish,” ujar Koster memberi motivasi kepada peserta.
Wondr Kemala Run 2026 menghadirkan tiga kategori lomba, yakni Half Marathon (21,1 km), 10K, dan 5K. Rute yang disuguhkan dinilai cukup menantang, terutama pada tanjakan di kilometer 17, namun tetap nyaman berkat dukungan fasilitas seperti water station yang tertata baik.
Kesuksesan event ini tidak hanya terlihat dari jumlah peserta, tetapi juga kualitas penyelenggaraan. Ajang ini turut menjadi bagian dari kegiatan charity untuk mendukung Yayasan Kemala Bhayangkari dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-46.
Total hadiah yang disediakan mencapai Rp3,5 miliar, menjadikannya salah satu event lari dengan nilai penghargaan terbesar di Indonesia.
Dari sisi ekonomi, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM lokal melalui kehadiran berbagai booth binaan Yayasan Kemala Bhayangkari. Suasana lomba semakin meriah dengan suguhan seni budaya Bali seperti tari tradisional, iringan beleganjur, hingga pertunjukan barongsai di sepanjang rute.
Ajang ini menjadi bukti bahwa Bali tidak hanya unggul dalam pariwisata alam dan budaya, tetapi juga semakin diperhitungkan sebagai pusat kegiatan olahraga berskala besar. (*)









