• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan saat memberikan edukasi kepemiluan kepada Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng, 31 Agustus 2026. -IST

KPU Bali ke Pemilih Muda: Jangan Jadi Korban Hoaks dan Politik Uang

34 detik ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -BALITOPIK.COM

Usai Salurkan Rp1 Miliar, Bali Kembali Kirim 9 Truk Logistik dan Donasi Rp700 Juta dari Kota Denpasar untuk NTT

19 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat melepas rombongan logistik dari Bali menuju NTT. -BALITOPIK.COM

Gubernur Bali Kirim 9 Truk Bantuan ke NTT, Denpasar Donasi Rp700 Juta

20 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -BALITOPIK.COM

Listrik Bali Masih Bergantung Paiton, Koster Kejar Energi Mandiri

21 jam ago
Peserta pelatihan yang diselenggarakan oleh AJI Indonesia dan Kedubes Polandia. -Dok. AJI

AJI dan Dubes Polandia Latih Jurnalis Hadapi Operasi Informasi

22 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster dan Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali Tri Widiyanti saat memotong tumpeng. -IST

Koster ke Pers Bali: Jangan Takut Sampaikan yang Buruk

2 hari ago
Satpol PP Badung saat tertibkan bangunan liar di trotoar jalan Teuku Umar Barat. -IST

Satpol PP Bongkar 3 Bangunan Liar di Trotoar Teuku Umar Barat

2 hari ago
Bupati Badung saat uji coba Car Free Day (CFD) Kerobokan. -IST

Kerobokan Uji CFD, Jalan Teuku Umar Barat Disiapkan Jadi Ruang Publik

2 hari ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa (kanan) saat uji coba metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System. -IST

Badung Uji Pertanian Modern, Target Panen Padi 12 Ton per Hektare

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

KPU Bali ke Pemilih Muda: Jangan Jadi Korban Hoaks dan Politik Uang

Reporter balitopik.com
1 September 2026 - 4:07 am
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan saat memberikan edukasi kepemiluan kepada Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng, 31 Agustus 2026. -IST

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan saat memberikan edukasi kepemiluan kepada Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng, 31 Agustus 2026. -IST

BALITOPIK.COM, BULELENG — Generasi muda akan menjadi salah satu penentu kualitas demokrasi Bali. Di tengah derasnya arus informasi digital, mereka tidak hanya dituntut menggunakan hak pilih, tetapi juga mampu memilah informasi, menolak politik uang, dan mengawasi proses pemilu.

Pesan itu disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan saat memberikan edukasi kepemiluan kepada Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng, Senin (31/8/2026).

Sebanyak 96 peserta yang merupakan pemilih pemula mengikuti kegiatan tersebut. Diskusi tidak hanya membahas teknis pemilu, tetapi juga menyoroti tantangan yang dihadapi pemilih muda di tengah maraknya hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga politik uang.

Lidartawan mengatakan posisi generasi muda semakin penting karena kelompok pemilih muda memiliki porsi besar dalam komposisi pemilih di Bali.

Pada Pemilu 2024, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Bali mencapai 3.269.516 pemilih. Komposisi tersebut didominasi pemilih muda dan pemilih pemula.

Kondisi itu membuat kualitas literasi politik generasi muda ikut menentukan kualitas demokrasi. Pemilih muda tidak cukup hanya datang ke tempat pemungutan suara, tetapi perlu memahami alasan di balik pilihannya dan berani mengawasi proses politik.

“KPU bukan sekadar penyelenggara pemungutan suara, tetapi penjaga integritas seluruh proses demokrasi,” kata Lidartawan.

Ia mendorong anak muda mengambil peran lebih aktif, mulai dari memastikan dirinya terdaftar sebagai pemilih, ikut mengawal proses pemutakhiran data pemilih, melakukan pengawasan partisipatif, hingga menolak politik uang.

Menurut dia, tantangan demokrasi kini tidak hanya terjadi di ruang politik konvensional. Media sosial telah menjadi ruang baru tempat masyarakat menerima, membagikan, sekaligus memperdebatkan informasi politik.

Karena itu, Lidartawan mengingatkan pemilih muda agar tidak mudah menjadi bagian dari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

“Timeline-mu adalah ruang demokrasi. Jadilah pemilih digital yang cerdas dengan menerapkan prinsip saring sebelum sharing,” ujarnya.

Ia memperkenalkan prinsip Stop, Check, Share atau tahan, telusuri, kemudian tanggapi sebelum membagikan informasi kepada orang lain.

Pesan tersebut menjadi penting karena informasi politik yang tidak benar dapat memengaruhi persepsi publik dan pilihan pemilih, terutama ketika informasi tersebut disebarkan berulang kali melalui media sosial.

Dalam diskusi, peserta juga mempertanyakan bagaimana generasi muda dapat menyalurkan aspirasi politik secara lebih langsung, termasuk persoalan keterbatasan lapangan kerja.

Lidartawan mengatakan ruang partisipasi politik bagi anak muda terbuka dan dilindungi hukum. Ia mendorong generasi muda tidak hanya menyampaikan kritik dari luar sistem, tetapi juga mempertimbangkan keterlibatan langsung dalam politik, termasuk melalui partai politik.

Namun, keterlibatan tersebut harus dibarengi dengan integritas.

Ia mengingatkan agar anak muda yang nantinya masuk ke lembaga legislatif tidak kehilangan idealisme setelah memperoleh kekuasaan. Menurutnya, keberanian mempertahankan prinsip menjadi bagian penting dalam membangun demokrasi yang sehat.

Lidartawan kemudian menyinggung pengalamannya ketika bertugas sebagai Ketua PPK Denpasar Barat. Ia mengaku pernah menghadapi upaya suap dan penyelewengan perolehan suara, tetapi memilih mempertahankan integritas dalam menjalankan tugas.

Bahwa, pendidikan politik kepada pemilih muda bukan sekadar persiapan menghadapi hari pemungutan suara. Literasi demokrasi diperlukan agar generasi muda mampu menjadi pemilih yang kritis sekaligus ikut mengawasi proses politik.

Dengan jumlah pemilih muda yang besar dan semakin kuatnya pengaruh media sosial, kemampuan anak muda membedakan informasi benar dan palsu, menolak politik uang, serta berani mengawasi proses pemilu akan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi di Bali. (*)

Tags: Bulelengdemokrasi BaliHoaks PemiluI Dewa Agung Gede LidartawanKPU BaliKPU BulelengLiterasi PolitikPemilih DigitalPemilih MudaPemilih PemulaPemiluPolitik Uang
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • KPU Bali ke Pemilih Muda: Jangan Jadi Korban Hoaks dan Politik Uang
  • Usai Salurkan Rp1 Miliar, Bali Kembali Kirim 9 Truk Logistik dan Donasi Rp700 Juta dari Kota Denpasar untuk NTT
  • Gubernur Bali Kirim 9 Truk Bantuan ke NTT, Denpasar Donasi Rp700 Juta
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?