• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Wakil Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Bali periode 2020-2025, Muammar Kaddafi. -IST/Balitopik.

Mantan Wasek Golkar Bali: Apa Dasar Putu Sika “Dipecat”?

8 bulan ago
Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara serah terima jabatan (sertijab) dengan Menteri Keuangan RI yang baru, Suahasil Nazara di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026). (Foto: YouTube)

Pidato Super Singkat Purbaya saat Sertijab: Mau Mancing

3 jam ago
Suasana sidang komisi II DPRD Bali dengan asosiasi pengusaha. -BALITOPIK.COM

DPRD Bali Usul Upah Pariwisata PMA Beda dengan PMDN

4 jam ago
Ketua Komisi II DPRD Bali, Ajus Sumarjaya Linggih. -BALITOPIK.COM

DPRD Bali: Pengusaha Setuju Upah 2027 Naik, Tapi…

5 jam ago
Ketua Komisi II DPRD Bali, Ajus Sumarjaya Linggih. -BALITOPIK.COM

Komisi II Serap Aspirasi Pengusaha soal Upah Bali 2027

5 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -IST

Koster Respon Catatan DPRD soal APBD Bali 2026

22 jam ago
I Gede Ghumi Asvatham saat membacakan pandangan fraksi. -IST

Belanja Modal Baru 16 Persen, Demokrat-NasDem Wanti-wanti SiLPA

23 jam ago
Gede Harja Astawa

Pinjaman Bali Berulang Enam Kali, Gerindra-PSI Minta Penjelasan

1 hari ago
Agung Bagus Pratiksa Linggih alias Ajus Linggih. -IST

APBD Bali Naik, Golkar Minta Belanja Lebih Produktif

1 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Mantan Wasek Golkar Bali: Apa Dasar Putu Sika “Dipecat”?

Reporter balitopik.com
25 Januari 2026 - 10:26 am
Wakil Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Bali periode 2020-2025, Muammar Kaddafi. -IST/Balitopik.

Wakil Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Bali periode 2020-2025, Muammar Kaddafi. -IST/Balitopik.

Balitopik.com, BALI – Wakil Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Bali periode 2020-2025 Muammar Kaddafi, S.H., M.H mengomentari polemik perpindahan mantan kader Golkar Badung I Wayan Suyasa ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Loncatnya Suyasa ke PSI secara etik disebut berdampak pada I Putu Sika Adi Putra anak dari Suyasa yang saat ini tercatat sebagai anggota DPRD Kabupaten Badung dari fraksi Partai Golkar. Putu Sika masih berstatus kader Golkar Badung.

Kadaffi mengatakan, bahwa sebelumnya Ketua DPD II Golkar Badung I Made Tomy Martana dan Ketua DPD I Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer membuat pernyataan bahwa status Putu Sika saat ini akan dibahas di internal partai baik daerah maupun pusat.

Hal ini karena menurut mereka, secara aturan partai satu keluarga tidak boleh berbeda partai dalam satu daerah pemilihan (dapil). Karena itu status Putu Sika yang sudah berbeda partai sama ayahnya yaitu Suyasa akan dilaporkan ke pusat untuk dibahas oleh DPP Golkar.

“Lantas yang menjadi pertanyaannya, apa dasar mempersoalkan Putu Sika? Biar tidak salah paham atau meluruskan mungkin pahamnya yang salah,” kata Kaddafi kepada Bali Topik, Minggu (25/1/2026).

Menurut Kaddafi tidak ada alasan apapun untuk membicarakan status Putu Sika. Dia menyampaikan beberapa pertimbang sebagai dasar pindahnya Suyasa ke PSI tidak berdampak pada status keanggotan Putu Sika baik di partai maupun sebagai anggota dewan Kabupaten Badung.

𝙋𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖, ditinjau dari aspek hukum, Wayan Suyasa dengan Putu Sika itu dua personal yang berbeda. Mereka dua subyek hukum yang berbeda. Meskipun punya hubungan darah sebagai bapak dan anak, tetapi tanggung jawab hukum baik secara perdata maupun pidana menjadi tanggung jawab masing-masing.

𝙆𝙚𝙙𝙪𝙖, Putu Sika itu sudah menjadi kepala keluarga dalam rumah tangganya sendiri, memiliki Kartu Keluarga sendiri. Tindakan hukum maupun keputusan politik Wayan Suyasa tidak boleh menyeret pilihan politik Putu Sika yang tetap di Golkar.

𝙆𝙚𝙩𝙞𝙜𝙖, hak-hak politik maupun hukum Putu Sika selama menjadi kader GOLKAR itu dilindungi oleh konstitusi.

𝙆𝙚𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩, dalam aturan internal Partai GOLKAR, baik di AD/ART maupun dalam Peraturan Organisasi (PO) 15/2017 tentang 𝗦𝗮𝗻𝗸𝘀𝗶 𝗢𝗿𝗴𝗮𝗻𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 sepengetahuan saya, tidak ada kategori pelanggaran, apabila salah satu kader mengundurkan diri, lantas berimbas pada kader lainnya.

𝙆𝙚𝙡𝙞𝙢𝙖, dalam aturan Golkar, seorang kader tidak lagi menjadi kader ketika: Mengundurkan diri; Meninggal Dunia; dan diberhentikan oleh Partai karena melakukan pelanggaran aturan organisasi. Pemberhentian ini pun harus diputuskan dalam MUNAS atau MUNASLUB Partai Golkar.

“Berdasarkan hal-hal yang saya sampaikan di atas, maka sebagai kader, kami memberikan saran dan masukan kepada Bung Ketua Golkar Bali (Gde Sumarjaya Linggih alias Demer)” ungkap Kaddafi pula.

Pertama, tetap menjaga soliditas internal partai. Soal kader yang pindah partai itu hal yang biasa di Golkar.

Kedua, Kader Muda seperti Putu Sika yang sudah terang prestasi dan kontribusinya terhadap partai semestinya diapresiasi. (*)

Tags: Golkar BaliI Putu Sika Adi PutraMuammar KaddafiPutu Sika
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Pidato Super Singkat Purbaya saat Sertijab: Mau Mancing
  • DPRD Bali Usul Upah Pariwisata PMA Beda dengan PMDN
  • DPRD Bali: Pengusaha Setuju Upah 2027 Naik, Tapi…
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?