• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Risaldus Pan

Melawan Kanker Demokrasi: Mengapa Nepotisme dan Kronisme Adalah Penghianatan Publik?

7 bulan ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat mengikuti perayaan Tumpek Uye. -IST

Tumpek Uye dan Aksi Serentak Lindungi Satwa

4 jam ago
Ilustrasi. -BALITOPIK.COM

Menggugat Perilaku ‘Mengadatkan’ Sistem Keuangan Kolonial di Bali

6 jam ago
Warga Negara (WN) Australia berinisial MS (59) saat dideportasi. -IST

MS Dideportasi Usai Jalani Hukuman 18 Tahun Penjara

22 jam ago
Perum BULOG Kantor Wilayah Bali saat melakukan pemantauan. -IST

Stok Beras Bali 7.657 Ton, BULOG Perketat Pantauan Harga di Pasar

23 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster

Manakala AI Merajalela, Koster: Tak Boleh Gantikan Budaya

1 hari ago
Para peserta saat mengikuti uji kompetensi chef. -BALITOPIK.COM

Standar Chef Dapur MBG Diperketat, 30 Peserta Ikuti Uji Kompetensi

1 hari ago
Potret pertambangan di kawasan Kampial, Nusa Dua, Kabupaten Badung. -IST

Tambang 5,8 Hektare di Kampial Disegel Pansus TRAP

2 hari ago
C.H (diblur) saat mengikuti sidang di PN Denpasar, Kamis (3/9/2026). -IST

WN Tiongkok Pakai Paspor Malaysia Palsu Masuk Bali, Kini Diadili di PN Denpasar

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Melawan Kanker Demokrasi: Mengapa Nepotisme dan Kronisme Adalah Penghianatan Publik?

Reporter balitopik.com
9 Februari 2026 - 11:36 am
Risaldus Pan

Risaldus Pan

Oleh: Risaldus Pan

OPINI – Dalam berbagai ulasan kritisnya, jurnalis dan penulis opini Risaldus Pan secara konsisten menyoroti fenomena nepotisme dan kronisme sebagai ancaman eksistensial bagi demokrasi Indonesia. Menurutnya, praktik ini bukan sekadar masalah etika personal, melainkan sebuah “kanker” yang perlahan mematikan sumsum keadilan sosial dan profesionalisme di tubuh birokrasi.
‎
‎Bakat yang Terbuang

‎Risaldus Pan menekankan bahwa dampak paling nyata dari nepotisme adalah matinya meritokrasi. Ketika jabatan publik atau posisi strategis diberikan atas dasar hubungan darah ketimbang kompetensi, negara sebenarnya sedang menghukum individu-individu berbakat yang tidak memiliki jalur orang dalam.

‎”Nepotisme adalah cara sistematis untuk membunuh harapan anak bangsa yang hanya punya otak dan integritas, tapi tidak punya nama belakang yang berpengaruh,” tulis Risal dalam salah satu esainya.

‎Ia berpendapat bahwa kondisi ini menciptakan apatisme publik, di mana masyarakat mulai percaya bahwa kerja keras tidak lagi cukup untuk meraih kesuksesan di ruang publik.
‎
‎Kronisme lingkaran Setan Kebijakan

Selain hubungan darah, Risal juga menguliti praktik kronisme pemberian keistimewaan kepada rekan bisnis atau sekutu politik. Dalam pandangan jurnalistiknya, kronisme menciptakan ekonomi yang tidak sehat karena keputusan negara seringkali terdistorsi oleh kepentingan kelompok kecil (inner circle).
‎
‎Jurnalisme sebagai Watchdog

Sebagai seorang jurnalis, Risal memandang peran pers sangat krusial dalam membedah jaringan-jaringan gelap ini. Ia mendorong rekan sejawatnya untuk tidak hanya menjadi perekam pernyataan pejabat, tetapi menjadi penyelidik yang mampu menghubungkan titik-titik (connecting the dots) antara pembuat kebijakan dan penerima manfaat.
‎
‎”Tugas jurnalis adalah menyalakan lampu di ruangan gelap di mana kesepakatan-kesepakatan di bawah meja dibuat. Tanpa transparansi yang dipaksakan oleh pers, nepotisme akan dianggap sebagai budaya, padahal itu adalah kejahatan terhadap hak publik,” tegasnya
‎
‎Mengembalikan Martabat Publik

‎Bagi Risal, perjuangan melawan nepotisme dan kronisme adalah perjuangan mengembalikan martabat institusi negara. Demokrasi hanya akan sehat jika pintu-pintu kekuasaan terbuka bagi mereka yang paling mampu, bukan mereka yang paling terkoneksi. (*)

Tags: DemokrasiNepotisme
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Tumpek Uye dan Aksi Serentak Lindungi Satwa
  • Menggugat Perilaku ‘Mengadatkan’ Sistem Keuangan Kolonial di Bali
  • MS Dideportasi Usai Jalani Hukuman 18 Tahun Penjara
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?