• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Personel Karantina Satpel Padangbai bersama sejumlah instansi terkait, di antaranya TNI AL Posal Karangasem, KSKP Padangbai, dan Flight Protection Bird saat amankan 7.355 ekor burung ilegal. -Balitopik.com

Ribuan Jenis Burung Selundupan dari Lombok Dicegat di Bali

3 bulan ago
Gubernurali Wayan Koster saat pidato satu tahun Koster-Giri. -IST/BALITOPIK.COM

Koster Akan Panggil BTID: Saya Tidak Akan Mundur, Mangrove Harus Kita Bela Bersama

33 menit ago
Koster tanam mangrove di Tanjung Benoa bersama Kejagung

Jadi Tameng Daratan Bali, Koster dan Kejagung Tanam Mangrove

15 jam ago
Foto udara Kura-Kura Bali. -IST/BALITOPIK.COM

Kejati Bali Akan Panggil PT BTID, Bidik Data Tukar Guling Mangrove di Jembrana dan Karangasem

19 jam ago
Kolase: Gubernur Bali Wayan Koster saat mennnam mangrove tadi pagi dan lahan BTID yang disegel karena dugaan pembabatan mangrove. -BALITOPIK.COM

KONTRAS! Koster dan Kejati Tanam Mangrove, BTID Justru Membabat

21 jam ago
Kolase: Wakil Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Muhamad Shalahuddin Jamil, S.H (kiri) dan Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin. -IST/BALITOPIK.COM

Soroti Saluran Air Desa Tarunajaya, Wasekjen ABPEDNAS Apresiasi Bupati Tasikmalaya

23 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa diwawancara awak media usai Rapat Paripurna Masa Persidangan III di Ruang Sidang Utama Gosana, Sekretariat DPRD Badung, Kamis (23/4/2026). -BALITOPIK.COM

Bupati Adi Arnawa Apresiasi DPRD, Rekomendasi LKPJ Jadi Kunci APBD Sehat

2 hari ago
Suasan Rapat Paripurna ke-35, Jumat (24/4/2026). -BALITOPIK.COM

DPRD Bali Soroti Stunting hingga Sampah, Rekomendasi LKPJ 2025 Diserahkan ke Wagub Giri Prasta

2 hari ago
Ketua Pansus TRAP DPRD Bali bersama jajaran saat menerima bunga putih dari warga. -BALITOPIK.COM

Mawar Putih Simbol Kerja Tulus Pansus TRAP DPRD Bali

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Ribuan Jenis Burung Selundupan dari Lombok Dicegat di Bali

Reporter balitopik.com
22 Januari 2026 - 6:09 am
Personel Karantina Satpel Padangbai bersama sejumlah instansi terkait, di antaranya TNI AL Posal Karangasem, KSKP Padangbai, dan Flight Protection Bird saat amankan 7.355 ekor burung ilegal. -Balitopik.com

Personel Karantina Satpel Padangbai bersama sejumlah instansi terkait, di antaranya TNI AL Posal Karangasem, KSKP Padangbai, dan Flight Protection Bird saat amankan 7.355 ekor burung ilegal. -Balitopik.com

Balitopik.com, DENPASAR – Sebanyak 7.355 ekor burung diamankan personel Karantina Satpel Padangbai bersama sejumlah instansi terkait, di antaranya TNI AL Posal Karangasem, KSKP Padangbai, dan Flight Protection Bird.

Pengungkapan kasus ini disampaikan Kepala Badan Karantina Indonesia, Dr. Sahat M. Panggabean, di Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Bali, Denpasar, Rabu (21/1/2026).

“Ada penangkapan burung sebanyak 7.355 ekor. Satwa ini berasal dari Lombok dan juga tadi kita cek ada dari Sumbawa,” ujar Dr. Sahat.

Ia menjelaskan, pengungkapan bermula dari laporan masyarakat terkait adanya pengiriman burung dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan tujuan Denpasar, Bali, pada Selasa (20/1/2026).

Menindaklanjuti informasi tersebut, pejabat karantina kemudian berkoordinasi dengan instansi terkait yang bertugas di Pelabuhan Padangbai.

“Jadi kejadiannya kemarin kita dapat informasi untuk kita ikuti, ini suspect. Sengaja kita tahan, kita biarkan supaya sampai di Padangbai, supaya kita clear semua bahwa ini memang dilakukan secara ilegal,” jelasnya.

Pantauan Pos 1 Padangbai

Petugas kemudian melakukan pengawasan dan pemeriksaan bersama terhadap alat angkut yang masuk melalui Pos Pemeriksaan Masuk (Pos 1) Pelabuhan Padangbai, Karangasem.

Sekitar pukul 00.15 Wita, Rabu (21/1/2026), sebuah truk TS berwarna putih dengan nomor polisi AG 9808 EF masuk ke area pelabuhan. Truk tersebut dikemudikan oleh MH (45) bersama rekannya M (26).

Karena mencurigakan, petugas langsung melakukan pengecekan. Dari hasil pemeriksaan, diketahui kendaraan tersebut memuat satwa liar jenis burung.

“Nah, dari burung-burung yang ditangkap ini sebanyak 7.355 ekor. Ada dua jenis burung yang dilindungi, yaitu burung Sangihe sebanyak 313 ekor dan burung Kacamata sebanyak 388 ekor,” terang Dr. Sahat.

Jenis burung yang diamankan meliputi Burung Manyar 5.720 ekor, Burung Sangihe 313 ekor, Burung Pipit Zebra 250 ekor, Burung Srigunting 20 ekor, Burung Prenjak 500 ekor, Burung Kemade 5 ekor, Burung Madu Matari 22 ekor, Burung Cabai 23 ekor, Burung Ciblek 35 ekor, Burung Gelatik Batu 8 ekor, Burung Kacamata 388 ekor, serta Burung Cicak Kombo 71 ekor.

Penangkapan Liar Satwa Endemik

Doktor lulusan Universitas Indonesia itu menegaskan, perbuatan tersebut merupakan tindakan ilegal karena pelaku melakukan penangkapan liar terhadap satwa tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

“Barang ini tidak dilengkapi dokumen veteriner dari pemda, tidak ada sertifikat veteriner dari pemda. Kemudian dari BKSDA tidak ada SATS-DN-nya, dan dari karantina juga tidak ada dokumen karantinanya,” paparnya.

Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan sopir berinisial MH (45), sementara pelaku lainnya berhasil melarikan diri.

“Yang kita amankan sopirnya. Sopirnya kita amankan, nanti akan kita tracking ke belakang, dari mana-mana saja. Pasti ada ini, suspect-nya pasti ada. Nanti tunggu proses lebih lanjut,” ujarnya.

Dr. Sahat menambahkan, pihaknya akan membentuk tim khusus untuk mengusut kasus ini hingga tuntas, termasuk menelusuri tujuan akhir pengiriman burung tersebut.

“Biasanya modusnya itu, dia akan selesai urusan di Bali, nanti pasti akan lanjut ke mana kita tidak tahu. Nah ini nanti saya minta tim, termasuk dari kejaksaan, kita akan usut tuntas sebenarnya ke mana barang ini sesungguhnya. Saya duga ini tidak hanya selesai di Bali,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, nilai ekonomi burung endemik dan burung dilindungi tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Saya tidak tahu pastinya, tapi kalau untuk penghobi, itu bisa puluhan sampai ratusan juta rupiah untuk satu jenis. Tidak mungkin harganya cuma puluhan ribu,” katanya.

Pencegahan Virus Flu Burung

Selain aspek hukum, penindakan ini juga difokuskan pada pencegahan masuknya penyakit hewan, khususnya flu burung.

“Indonesia yang sudah swasembada ayam dan telur, kalau kembali terkena virus flu burung, ini akan sangat berbahaya bagi negara kita,” jelas pria kelahiran Tanjung Balai Asahan tersebut.

Ia mengingatkan pelaku usaha agar tidak hanya mengejar keuntungan sesaat tanpa mempertimbangkan risiko yang ditimbulkan.

“Mungkin Anda dapat uang cepat, 100 sampai 200 juta. Tapi begitu ini menyebabkan virus flu burung, kondisi Indonesia bisa bahaya. Jadi saya memutuskan ini harus diproses secara hukum dan dilanjutkan,” tegasnya.

Burung-burung endemik yang telah diamankan rencananya akan dikembalikan ke daerah asal, yakni Lombok dan Sumbawa Besar, sehingga tidak dilepasliarkan di Bali. Namun, sebagian ekor masih ditahan sebagai barang bukti.

Atas perbuatannya, pelaku penangkapan liar satwa dilindungi terancam melanggar Pasal 35 jo Pasal 88 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019, dengan ancaman pidana penjara maksimal dua tahun dan denda paling banyak Rp2 miliar.

Selain itu, pelaku juga dijerat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Dr. Sahat menyatakan akan menjerat pelaku dengan dua undang-undang sekaligus, yakni Undang-Undang Karantina dan Undang-Undang BKSDA.

“Ini saya ingin dituntaskan pelakunya dan dihukum. Saya pikir tidak hanya menggunakan undang-undang karantina, tapi juga undang-undang dari BKSDA,” pungkasnya. (*)

Tags: BaliBurungLombok
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Koster Akan Panggil BTID: Saya Tidak Akan Mundur, Mangrove Harus Kita Bela Bersama
  • Jadi Tameng Daratan Bali, Koster dan Kejagung Tanam Mangrove
  • Kejati Bali Akan Panggil PT BTID, Bidik Data Tukar Guling Mangrove di Jembrana dan Karangasem
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?