• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
T.H. Hari Sucahyo. -Dok.pribadi

Smart City, Green Future: Peluang dan Tantangan Ekonomi Digital bagi Urbanisme Hijau

12 bulan ago
Pejabat Bali menanam mangrove di kawasan Tahura Ngurah Rai

Kolaborasi Hijau: Wariskan Mangrove untuk Bumi Bali

2 jam ago
Finalis Jegeg Bagus Badung 2026 saat malam grand final di Badung

Duta Pariwisata Jegeg Bagus Badung 2026

2 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri pelantikan KADIN Bali di Art Centre Denpasar

Koster Ajak KADIN Dorong Infrastruktur Bali

5 jam ago
Gubernurali Wayan Koster saat pidato satu tahun Koster-Giri. -IST/BALITOPIK.COM

Koster Akan Panggil BTID: Saya Tidak Akan Mundur, Mangrove Harus Kita Bela Bersama

12 jam ago
Koster tanam mangrove di Tanjung Benoa bersama Kejagung

Jadi Tameng Daratan Bali, Koster dan Kejagung Tanam Mangrove

1 hari ago
Foto udara Kura-Kura Bali. -IST/BALITOPIK.COM

Kejati Bali Akan Panggil PT BTID, Bidik Data Tukar Guling Mangrove di Jembrana dan Karangasem

1 hari ago
Kolase: Gubernur Bali Wayan Koster saat mennnam mangrove tadi pagi dan lahan BTID yang disegel karena dugaan pembabatan mangrove. -BALITOPIK.COM

KONTRAS! Koster dan Kejati Tanam Mangrove, BTID Justru Membabat

1 hari ago
Kolase: Wakil Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Muhamad Shalahuddin Jamil, S.H (kiri) dan Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin. -IST/BALITOPIK.COM

Soroti Saluran Air Desa Tarunajaya, Wasekjen ABPEDNAS Apresiasi Bupati Tasikmalaya

1 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Smart City, Green Future: Peluang dan Tantangan Ekonomi Digital bagi Urbanisme Hijau

Reporter balitopik.com
30 April 2025 - 10:31 am
T.H. Hari Sucahyo. -Dok.pribadi

T.H. Hari Sucahyo. -Dok.pribadi

Opini: T.H. Hari Sucahyo

Balitopik.com – Perubahan iklim dan urbanisasi cepat telah menempatkan kota-kota dunia pada persimpangan kritis. Ketika tekanan terhadap sumber daya alam meningkat dan kualitas lingkungan memburuk, muncul kebutuhan mendesak untuk merancang kota-kota masa depan yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga berkelanjutan secara ekologis. Di sinilah ekonomi digital dengan segala inovasi dan disrupsinya masuk sebagai katalis potensial bagi transisi menuju urbanisme hijau dan rendah karbon.

Namun, seiring peluang besar yang ditawarkan, terdapat pula tantangan-tantangan struktural yang perlu dicermati agar kota digital tidak menjadi bumerang bagi keberlanjutan lingkungan. Ekonomi digital tidak hanya mencakup sektor e-commerce dan teknologi informasi, tetapi juga mencakup sistem data, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, hingga infrastruktur jaringan yang menghubungkan manusia, perangkat, dan lingkungan kota secara real-time.

Dalam konteks pembangunan kota, teknologi digital memungkinkan pengelolaan energi yang lebih efisien, transportasi yang lebih bersih, pengurangan limbah melalui sistem pintar, serta perencanaan tata kota berbasis data yang lebih akurat. Dengan menggunakan sensor dan algoritma, kota dapat memantau kualitas udara, lalu lintas, hingga konsumsi energi secara langsung dan menyesuaikan kebijakan secara responsif.

Di kota-kota seperti Amsterdam, Seoul, hingga Singapura, pemanfaatan data digital telah terbukti mengurangi emisi karbon dan meningkatkan kualitas hidup warganya. Misalnya, sistem manajemen lampu lalu lintas berbasis AI telah berhasil mengurangi waktu kendaraan berhenti, yang berarti mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang. Di sektor energi, sistem smart grid memungkinkan distribusi listrik terdesentralisasi dari sumber energi terbarukan seperti panel surya dan turbin angin, menjadikan kota lebih tangguh terhadap krisis iklim sekaligus hemat energi.

Indonesia sendiri telah memulai inisiatif serupa, seperti Gerakan 100 Smart City, yang bertujuan mendorong digitalisasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Namun demikian, pertanyaannya adalah: sejauh mana smart city ini benar-benar mendukung pembangunan rendah karbon? Apakah digitalisasi ini hanya berorientasi pada efisiensi layanan, ataukah juga secara serius mengintegrasikan prinsip keberlanjutan lingkungan dalam fondasi kebijakannya?

Satu hal yang perlu diwaspadai adalah paradoks teknologi: bahwa digitalisasi yang tidak dirancang dengan perspektif ekologis justru bisa memperbesar jejak karbon. Peningkatan penggunaan data center, perangkat digital, dan jaringan komunikasi membutuhkan energi dalam jumlah besar. Laporan International Energy Agency (IEA) menyebutkan bahwa data center global menyumbang sekitar 1% dari total emisi karbon dunia, dan angka ini terus meningkat seiring ledakan data dan konsumsi konten digital.

Selain itu, pertumbuhan e-commerce yang masif juga memicu peningkatan emisi dari sektor logistik dan transportasi. Sistem pengantaran instan dan pengemasan barang yang boros sumber daya memperbesar volume sampah dan polusi. Fenomena ini menunjukkan bahwa tanpa pengaturan dan pendekatan berkelanjutan, ekonomi digital dapat menjadi ancaman terselubung bagi agenda hijau di kawasan urban.

Di sinilah pentingnya pendekatan integratif dalam pembangunan kota digital. Pemerintah daerah tidak hanya perlu mengadopsi teknologi mutakhir, tetapi juga harus memastikan bahwa teknologi tersebut memperkuat komitmen terhadap pengurangan emisi karbon. Misalnya, mendorong logistik berbasis kendaraan listrik untuk pengiriman barang, membangun infrastruktur energi hijau bagi data center, serta menyusun regulasi yang mengarahkan startup digital pada prinsip circular economy dan green innovation.

Partisipasi warga kota juga tak kalah penting. Transparansi data lingkungan yang ditampilkan secara terbuka kepada publik dapat mendorong kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan kota. Aplikasi pelaporan sampah, pemantauan kualitas udara, hingga pelacakan konsumsi energi rumah tangga merupakan contoh sederhana bagaimana teknologi digital dapat memperkuat partisipasi ekologis warga.

Untuk memperkuat efek positif ekonomi digital terhadap urbanisme hijau, diperlukan pula kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, swasta, akademisi, dan komunitas perlu bersama-sama menyusun peta jalan kota cerdas yang berakar pada keadilan ekologis dan sosial. Kota bukan sekadar ruang aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang hidup yang seharusnya sehat, aman, dan berkelanjutan bagi semua kelompok masyarakat, termasuk yang termarjinalkan oleh teknologi.

Pembangunan kota digital yang rendah karbon bukan sekadar soal infrastruktur dan teknologi tinggi. Ini adalah soal visi: bagaimana kita membayangkan masa depan kota, apakah sekadar efisien dan modern, atau juga hijau, adil, dan manusiawi. Di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang tak terbendung, kita dihadapkan pada pilihan moral dan politis: membiarkan kota menjadi pasar bebas teknologi yang boros energi, atau mengarahkannya menjadi ruang hidup yang cerdas sekaligus ramah iklim.

Kota masa depan bukan hanya tentang konektivitas 5G, kendaraan otonom, atau aplikasi pintar, tetapi juga tentang bagaimana kota bisa bernapas lega, merawat warganya, dan tetap berpijak pada bumi yang lestari. Jika ekonomi digital dapat ditata menuju arah ini, maka Smart City benar-benar akan membawa kita menuju Green Future. (*)

__________

Tentang Penulis:

Peminat bidang Keutuhan Ciptaan dan Kenaekaragaman Hayati

Penggagas Forum Diskusi “BENIH”

Umat Gereja Santo Athanasius Agung Paroki Karangpanas Semarang

Tags: Ekonimi DigitalGreen FutureSmart CityUrbanisasi Hijau
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Kolaborasi Hijau: Wariskan Mangrove untuk Bumi Bali
  • Duta Pariwisata Jegeg Bagus Badung 2026
  • Koster Ajak KADIN Dorong Infrastruktur Bali
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?