• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Suasana rapat paripurna ke-31 DPRD Bali di Ruang Sidang Utama. -IST/BALITOPIK.COM

DPRD Bali Soroti 106 SHM dan Lahan 82 Hektare yang Dikuasai Investor di Tahura Ngurah Rai

2 jam ago
Kolase: Kegiatan bersih pantai Jerman oleh Warga Alor Bali. -BALITOPIK.COM

Warga Alor Bali Rayakan Paskah dengan Aksi Bersih Pantai

27 menit ago
Danau Beratan, Bedugul. -IST/BALITOPIK.COM

Pansus TRAP Minta Hentikan Pembangunan di Sempadan Danau Beratan, Ada Indikasi Pelanggaran

2 jam ago
Ketua DPRD Bali (tengah) saat memberikan rekomendasi Pansus TRAP kepada Gubernur Bali Wayan Koster. -IST/BALITOPIK.COM

DPRD Bali Keluarkan Rekomendasi Tegas untuk Handara

3 jam ago
Petugas kebersihan mengikuti apel pengarahan di TPST Mengwitani, Badung, terkait penguatan penanganan sampah liar berbasis banjar. -IST/BALITOPIK.COM

Perkuat Penanganan Sampah Liar, DLHK Badung Siapkan Posko Terpadu Berbasis Banjar

11 jam ago
Situasi aksi bersih sampah di Pantai Jerman, Kuta Bali. -BALITOPIK.COM

Ribuan Warga Diaspora Asal Alor Gandeng Bali Topik Bersihkan Sampah di Pantai Jerman

1 hari ago
Ketua Dekranasda Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster, saat menjadi pembicara dalam ajang Voice of Influence di Discovery Kartika Plaza Hotel, Badung. -IST/BALITOPIK.COM

Voice of Influence, Panggung Perempuan Bali Berani Bersuara

2 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima kunjungan Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah XI di Jayasabha, Denpasar. -IST/BALITOPIK.COM

Gubernur Koster Minta BPJS Tingkatkan Layanan hingga Puskesmas

2 hari ago
Suasana Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Bangli, yang berlangsung aman dan tertib dengan pengamanan 160 pecalang.

160 Pecalang Amankan Ngusaba Kedasa di Batur, Upacara Berjalan Lancar

2 hari ago
BALI TOPIK
Senin, April 6, 2026
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
BALI TOPIK
No Result
View All Result

DPRD Bali Soroti 106 SHM dan Lahan 82 Hektare yang Dikuasai Investor di Tahura Ngurah Rai

Reporter balitopik.com
6 April 2026 - 1:50 pm
0 0
Suasana rapat paripurna ke-31 DPRD Bali di Ruang Sidang Utama. -IST/BALITOPIK.COM

Suasana rapat paripurna ke-31 DPRD Bali di Ruang Sidang Utama. -IST/BALITOPIK.COM

Berbagi artikel balitopikredaksi@gmail.com

BALITOPIK.COM, DENPASAR – Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mengungkap sejumlah temuan serius terkait dugaan pelanggaran pemanfaatan ruang di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai.

Dalam laporan resmi yang disampaikan dalam rapat paripurna ke-31 DPRD Bali di Ruang Sidang Utama, Senin (6/4/2026), Pansus TRAP menyoroti adanya indikasi reklamasi terselubung, aktivitas industri, hingga penerbitan ratusan sertifikat hak milik (SHM) di kawasan yang seharusnya berstatus konservasi.

Pansus TRAP menyebut, berdasarkan hasil inspeksi lapangan, ditemukan adanya kegiatan pemadatan lahan di kawasan hutan mangrove Tahura Ngurah Rai. Aktivitas tersebut diduga merupakan bentuk reklamasi terselubung.

Tak hanya itu, ditemukan pula pembangunan perumahan dan pemanfaatan lahan lain yang tidak sesuai dengan fungsi kawasan konservasi.

Kondisi ini dinilai berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan permanen dan bertentangan dengan aturan tata ruang serta prinsip perlindungan ekosistem.

“Kegiatan tersebut dapat dikualifikasikan sebagai pelanggaran serius terhadap hukum kehutanan, lingkungan hidup, dan penataan ruang,” begitu ucap Ketua Pansus TRAP, Dr (C) I Made Supartha S.H., M.H dalam poin analisis Pansus.

Pansus TRAP juga menemukan aktivitas operasional pabrik beton yang berada di dalam atau bertampalan dengan kawasan Tahura Ngurah Rai.

Keberadaan industri tersebut dinilai melanggar ketentuan zonasi, mengingat kawasan mangrove bukan merupakan zona industri.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa pemanfaatan ruang di kawasan tersebut telah menyimpang dari peruntukannya.

Temuan paling mencolok adalah penerbitan lebih dari 106 Sertifikat Hak Milik (SHM) di atas kawasan mangrove Tahura Ngurah Rai. Padahal secara hukum, kawasan hutan konservasi tidak dapat dimiliki secara pribadi.

Pansus TRAP menilai penerbitan SHM tersebut mengandung cacat yuridis serius. Bahkan, dokumen terkait telah diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.

Selain itu, sekitar 82 hektare kawasan mangrove disebut berada dalam penguasaan pihak swasta, yakni pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan pergeseran fungsi kawasan konservasi menjadi area investasi. Mengingat Tahura Ngurah Rai memiliki peran vital sebagai Penahan abrasi, Pengendali banjir, Penyerap karbon (blue carbon) dan Habitat keanekaragaman hayati.

Kerusakan kawasan ini berpotensi berdampak luas, termasuk meningkatkan risiko banjir di wilayah seperti:

  • Sanur
  • Pesanggaran
  • Pemogan
  • Tanjung Benoa
  • Hingga Bandara Ngurah Rai

Pansus TRAP menegaskan bahwa dugaan pelanggaran di Tahura Ngurah Rai tidak hanya menyangkut satu aspek, tetapi lintas sektor, meliputi:

  • Hukum kehutanan
  • Penataan ruang
  • Pertanahan
  • Perlindungan lingkungan hidup

Aktivitas seperti reklamasi, pembangunan, hingga konversi mangrove dinilai bertentangan dengan berbagai undang-undang yang berlaku.

Secara historis, kawasan mangrove ini telah dilindungi sejak era kolonial. Status resminya sebagai kawasan konservasi ditetapkan pada tahun 1992 dan diperkuat menjadi Tahura Ngurah Rai pada 1993.

Kawasan ini juga menjadi simbol restorasi lingkungan, termasuk saat penanaman mangrove dalam ajang internasional seperti KTT G20.

Melihat berbagai temuan tersebut, Pansus TRAP mendorong:

  • Penegakan hukum terhadap pelanggaran
  • Penertiban pemanfaatan ruang
  • Evaluasi penerbitan hak atas tanah
  • Pemulihan fungsi ekologis kawasan

Pansus menegaskan bahwa perlindungan Tahura Ngurah Rai bukan sekadar kebijakan, melainkan keharusan hukum demi menjaga keberlanjutan Bali.

“Jika fungsi ekologis hilang, kerugian yang ditimbulkan jauh lebih besar dibanding keuntungan ekonomi jangka pendek,” tutup Supartha. (*)

Tags: BadungDenpasarDPRD BaliLingkunganmangrove BaliPansus TRAPReklamasiSHMTahura Ngurah RaiTeluk Benoa
SendSendScan

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Warga Alor Bali Rayakan Paskah dengan Aksi Bersih Pantai
  • Pansus TRAP Minta Hentikan Pembangunan di Sempadan Danau Beratan, Ada Indikasi Pelanggaran
  • DPRD Bali Soroti 106 SHM dan Lahan 82 Hektare yang Dikuasai Investor di Tahura Ngurah Rai
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?