BALITOPIK.COM, DENPASAR – Ajang Seleksi Nasional (Seleknas) KKI 2026 telah resmi berakhir. Kontingen KKI Bali harus puas finis di peringkat ketiga, di bawah Lampung dan Jawa Barat, meski berhasil menunjukkan sejumlah capaian positif, termasuk kontribusi atlet ke pemusatan latihan nasional (Pelatnas).
Ketua Umum Pengprov KKI Bali, I Wayan “Gendo” Suardana, menyampaikan bahwa Seleknas tahun ini diikuti oleh 182 karateka dari 16 provinsi, dengan Lampung menjadi peserta terbanyak. Bali sendiri mengirimkan 25 atlet yang didampingi tujuh official.
Dari total atlet tersebut, Bali berhasil mengoleksi 17 medali, masing-masing lima emas, lima perak, dan tujuh perunggu. Hasil ini menempatkan Bali di posisi ketiga klasemen akhir.
Adapun peringkat pertama diraih Lampung dengan 16 emas, sembilan perak, dan 11 perunggu. Sementara Jawa Barat berada di posisi kedua dengan lima emas, tujuh perak, dan tujuh perunggu.
“Perolehan ini memang belum sesuai target kami untuk menjadi juara umum, bahkan mengalami penurunan peringkat dibanding tahun sebelumnya,” ujar Gendo melalui keterangan tertulis diterima Bali Topik, Selasa (21/4/2026).
Meski demikian, ia menilai ada sejumlah capaian positif yang patut diapresiasi. Salah satunya adalah keberhasilan empat wasit/juri asal Bali yang dipercaya memimpin pertandingan, yakni Sensei Sudana, Sensei Ayu Suka Asih, Sensei Ariana, dan Sensei Martin.
Selain itu, dua pelatih Bali juga mendapat kepercayaan sebagai talent scouting Pengurus Pusat KKI, yakni Kyoshi Ardy dan Sensei Chrish Budi. Bahkan, Sensei Chrish Budi ditunjuk sebagai pelatih Pelatnas KKI, sementara satu nama lainnya masih dalam proses penetapan.
Capaian paling membanggakan datang dari jumlah atlet Bali yang lolos ke Pelatnas. Sebanyak tujuh karateka Bali dipanggil, menjadikan Bali sebagai penyumbang atlet terbanyak kedua setelah Lampung.
Secara keseluruhan, terdapat 43 atlet yang masuk Pelatnas, terdiri dari 39 nomor kumite dan empat kata. Lampung menyumbang 15 atlet, disusul Bali dengan tujuh atlet, kemudian Sumatera Utara enam atlet, Jawa Barat lima atlet, dan provinsi lainnya.
“Ini yang paling menggembirakan. Meskipun hanya meraih lima emas dan berada di peringkat tiga, jumlah atlet yang lolos ke Pelatnas justru melampaui raihan emas. Artinya, kualitas pertandingan atlet kita tetap mendapat perhatian dari tim pencari bakat,” jelasnya.
Gendo juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengurus dan keluarga besar KKI Bali karena belum mampu memenuhi target juara umum. Ia menegaskan bahwa seluruh kekurangan menjadi tanggung jawabnya sebagai ketua umum.
“Kami telah berupaya maksimal, mulai dari membangun sistem rekrutmen yang objektif, penggalangan dana, hingga memfasilitasi atlet dengan waktu persiapan yang sangat singkat,” ujarnya.
Meski hasil belum maksimal, Gendo mengaku tetap bangga terhadap perjuangan seluruh tim, baik atlet, pelatih, maupun official.
“Saya tidak menyesal, tidak bersedih, tidak kecewa. Yang ada hanya rasa bangga atas kerja keras tim yang telah menunjukkan proses berkualitas dalam waktu persiapan yang sangat terbatas,” tegasnya.
Dengan hasil ini, KKI Bali menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki performa demi menghadapi ajang berikutnya. (*)









