• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Endang Hastuty Bunga, S.H. -BALITOPIK.COM

Tak Cukup Cantik, Perempuan Harus Berpendidikan, Mandiri, dan Berani Bersuara

5 bulan ago
Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack. -BALITOPIK.COM

DPRD Bali Dorong Banding, Polemik Lift Kaca Kelingking Berlanjut

3 jam ago
Ketua dan Sekretaris Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Budiutama (kiri) dan I Nyoman Oka Antara. -IST

Kos Rp2 Juta, DPRD Bali Dorong UMP 2027 Tembus Rp5 Juta

7 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -BALITOPIK.COM

Koster Klarifikasi Video Viral “Diam Kamu”

7 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -BALITOPIK.COM

Koster Nilai Putusan PTUN Lift Kaca Aneh, Pemprov Bali Banding

8 jam ago
Suasana sidang paripurna ke-48 DPRD Provinsi Bali. -BALITOPIK.COM

Dewa Jack ‘Kesepian’ di Meja Pimpinan Sidang Paripurna ke-48

8 jam ago
Harmaini Hasibuan, S.H (depan ketiga dari kiri) dan saat konferensi pers. -IST

Babak Baru Kasus Tanah Pura Dalam Balangan 

22 jam ago
Petugas Imigrasi Ngurah Rai saat mengawal pendeportasian terhadap 12 WNA. -IST

Deportasi Massal WNA Bermasalah di Bali, 12 Orang Diusir dalam 10 Hari

23 jam ago
Para relawan dari Aliansi Bali Peduli Bencana Flores saat membagikan sembako di sejumlah lokasi. -IST

Aliansi Bali Salurkan Bantuan ke Korban Gempa Flores

23 jam ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Tak Cukup Cantik, Perempuan Harus Berpendidikan, Mandiri, dan Berani Bersuara

Reporter balitopik.com
21 April 2026 - 4:55 am
Endang Hastuty Bunga, S.H. -BALITOPIK.COM

Endang Hastuty Bunga, S.H. -BALITOPIK.COM

BALITOPIK.COM, OPINI – Momentum peringatan Raden Ajeng Kartini 21 April 2026 seharusnya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Lebih dari itu, Hari Kartini adalah refleksi mendalam: apakah perempuan Indonesia benar-benar sudah merdeka?

Realitas di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya. Kasus pelecehan seksual, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), penganiayaan, hingga eksploitasi perempuan masih terus terjadi dan cenderung meningkat setiap tahun.

Pengacara muda asal Bali–NTT, Endang Hastuty Bunga, S.H., menyuarakan sikap tegasnya. Ia menilai persoalan perempuan bukan lagi sekadar isu sosial, melainkan telah menjadi krisis kemanusiaan yang serius.

“Perempuan bukan lemah, tetapi sering dilemahkan oleh sistem, budaya, dan pola pikir yang salah,” tegas Endang.

Sebagai aktivis perempuan dan anak yang juga aktif di berbagai organisasi hukum dan sosial di Bali, Endang melihat langsung bagaimana banyak perempuan memilih diam saat mengalami ketidakadilan.

“Diam bukan solusi. Diam justru memperpanjang penderitaan.” ungkapnya.

Menurutnya, salah satu akar persoalan terbesar adalah minimnya akses pendidikan dan kemandirian perempuan. Kondisi ini membuat banyak perempuan terjebak dalam ketidakberdayaan.

“Pesan saya jelas: perempuan harus berpendidikan. Pendidikan adalah kunci untuk keluar dari kerentanan.”

Tak hanya itu, Endang menekankan pentingnya kemandirian finansial sebagai bentuk perlindungan diri.

“Perempuan harus bisa menghasilkan uang sendiri. Bukan untuk menyaingi laki-laki, tapi agar punya kendali atas hidupnya.”

Dalam dunia profesional, ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara emosi dan rasionalitas.

“Perasaan itu manusiawi, tapi jangan sampai mengendalikan masa depan.”

Lebih jauh, Endang mengajak perempuan untuk mengubah cara pandang terhadap diri sendiri, termasuk soal standar kecantikan.

“Cantik bukan hanya soal fisik. Cantik adalah bagaimana kita berpikir, bertindak, dan memberi dampak.”

Ia menegaskan bahwa kesetaraan gender bukanlah pertarungan antara perempuan dan laki-laki, melainkan kemitraan yang saling menghargai.

“Perempuan tidak perlu merendahkan diri, dan laki-laki bukan musuh.”

Di akhir pernyataannya, Endang menyampaikan seruan kuat yang menjadi pesan utama Hari Kartini tahun ini:

“Perempuan harus berpendidikan. Perempuan harus mandiri. Perempuan harus berani bersuara.”

Menurutnya, jika perempuan tidak memperjuangkan dirinya sendiri, maka tidak ada yang akan melakukannya.

Hari Kartini 2026 pun diharapkan menjadi titik balik—bukan sekadar peringatan, tetapi momentum nyata untuk bangkit, melawan ketidakadilan, dan menjadi pribadi yang kuat serta berdaya. (*)

Tags: AdvokatBaliHari KartiniInspirasi KartiniKDRTkesetaraan genderPendidikan PerempuanPerempuan BeraniPerempuan IndonesiaPerempuan Mandiri
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • DPRD Bali Dorong Banding, Polemik Lift Kaca Kelingking Berlanjut
  • Kos Rp2 Juta, DPRD Bali Dorong UMP 2027 Tembus Rp5 Juta
  • Koster Klarifikasi Video Viral “Diam Kamu”
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?