• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Potret para perempuan pelaku usaha berkelanjutan dari berbagai daerah di Indonesia. IST/BALITOPIK.COM

Women Ecopreneurs Market Day, Ruang Baru Perempuan Pelaku Bisnis Hijau Tembus Pasar Lebih Luas

5 bulan ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat berdiaolog dengan anak-anak.

Peringati Tumpek Wayang, Adi Arnawa Targetkan 100 Persen Rumah Tangga Badung Pilah Sampah pada Desember

10 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster

Tumpek Wayang, Koster Soroti Sad Kerthi dan Penetapan Enam Kawasan Rendah Emisi

12 jam ago
I Nyoman Parta. -BALITOPIK.COM

Nyoman Parta: Pekerja Bali Bukan Hanya Menggerakkan Pariwisata, tetapi Merawat Budaya

13 jam ago
Suasana sidang praperadilan kasus I Made Daging di PN Denpasar. -BALITOPIK.COM

Ahli Hukum Pidana Soroti Prosedur Penetapan Tersangka Made Daging

1 hari ago
Tim kuasa hukum I Made Daging. -BALITOPIK.COM

Praperadilan Made Daging, Kuasa Hukum Pertanyakan Alat Bukti dan Dasar Penahanan

1 hari ago
Kontingen Badung itu resmi dilepas oleh Kabid Kepemudaan dan Olahraga Disdikpora Badung, I Putu Oka Adnyana, di Gedung Kwarcab Badung, Kerobokan, Jumat (9/10/2026).

Bawa Nama Badung, 16 Pramuka SMPN 4 Kuta Utara Siap Berlaga di LT IV Bali 2026

1 hari ago
DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASITA) Bali saat menggelar konferensi pers. -IST

MUSDA XV ASITA Bali, Winastra Dorong Pemerataan Pariwisata dan Penguatan Pengusaha Lokal

2 hari ago
Pramuka Peduli Kwarda Bali ikut berpartisipasi dalam Gerakan Bali Menanam melalui aksi penanaman mangrove di Pulau Pudut, Tanjung Benoa, Badung. -BALITOPIK.COM

Pramuka Peduli Kwarda Bali Tanam Mangrove di Pulau Pudut, Perkuat Mitigasi Bencana

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Women Ecopreneurs Market Day, Ruang Baru Perempuan Pelaku Bisnis Hijau Tembus Pasar Lebih Luas

Reporter balitopik.com
11 Mei 2026 - 7:30 am
Potret para perempuan pelaku usaha berkelanjutan dari berbagai daerah di Indonesia. IST/BALITOPIK.COM

Potret para perempuan pelaku usaha berkelanjutan dari berbagai daerah di Indonesia. IST/BALITOPIK.COM

BALITOPIK.COM, DENPASAR – Semangat perempuan pelaku usaha berkelanjutan dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam Women Ecopreneurs Market Day yang digelar di Sudamala Resort, Sanur, Bali, Jumat (9/5/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Women’s Earth Alliance (WEA) bersama Pratisara Bumi Foundation (PBF) ini menjadi ruang baru bagi bisnis berbasis keberlanjutan untuk tumbuh, dikenal pasar, sekaligus membangun jejaring lebih luas.

Acara ini merupakan bagian dari program Women Ecopreneurs Lab, sebuah pendampingan bisnis yang mendorong perempuan pelaku usaha mengembangkan produk ramah sosial dan lingkungan.

Sejak 2025, peserta dari berbagai daerah seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Yogyakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah telah mengikuti pelatihan menggunakan WEA Eco-Entrepreneurship Toolkit.

Melalui program tersebut, para peserta tidak hanya belajar mengembangkan produk, tetapi juga memperkuat model bisnis dan mengevaluasi praktik usaha berkelanjutan mereka melalui Eco-checklist yang mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Founder Kriya Kite, Aziza, mengatakan kegiatan ini membuka peluang lebih besar bagi produk lokal hasil karya perempuan pengrajin agar dikenal pasar yang lebih luas.

“Harapannya, produk lokal yang dibuat oleh para ibu pengrajin bisa dikenal luas, bisa mengakses pasar sehingga ibu-ibu bisa terus semangat untuk memproduksi jikalau pasar yang disasar tepat,” ujar Aziza.

Sementara itu, perwakilan WEA di Indonesia, Melisa, menyebut Market Day menjadi ruang pembuktian nyata bagi para pelaku usaha perempuan akar rumput untuk melakukan riset pasar secara langsung.

“Di sinilah mereka mendapatkan masukan langsung dari pembeli sekaligus membuka akses jejaring dan peluang rantai pasok yang selama ini sulit dijangkau perempuan akar rumput,” kata Melisa.

Women Ecopreneurs Market Day menghadirkan 20 stan eco-market dari para ecopreneurs WEA dan merek lokal Bali. Selain itu, acara juga diramaikan sesi presentasi bisnis oleh lima pengusaha perempuan, lokakarya interaktif pewarnaan tekstil alami dan anyaman limbah gedebog pisang, sesi networking, hingga pertunjukan musik langsung.

Berbagai produk yang ditampilkan membawa semangat keberlanjutan dengan pendekatan berbeda-beda. Mulai dari produk berbahan limbah daur ulang, tekstil pewarna alami, pengolahan hasil pertanian lokal, hingga kerajinan berbasis pemberdayaan perempuan.

Salah satu usaha yang menarik perhatian adalah Seratnusa dari Lampung yang memanfaatkan limbah gedebog pisang menjadi kerajinan tangan bernilai guna melalui kerja sama dengan bank sampah. Ada pula SABAI dari Sumatera Barat yang mengolah cabai hasil pertanian restoratif menjadi sambal siap konsumsi untuk pasar urban.

Sementara Kriya Kite dari Sumatera Selatan fokus menghidupkan kembali kain tradisional Jumputan Gambo khas Musi Banyuasin melalui produk fesyen dan dekorasi rumah berbasis budaya berkelanjutan.

Dari Kalimantan Selatan, SBK Sasirangan mengembangkan kain tradisional dengan pewarna alami sambil memberdayakan perempuan lokal dan melakukan penanaman kembali tanaman bakau serta indigofera. Sedangkan Giat by Sedusun dari Yogyakarta mengolah limbah karung semen dan banner menjadi produk fungsional hasil upcycle untuk mendukung ekonomi desa.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong praktik produksi dan konsumsi yang lebih bertanggung jawab sesuai Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12 tentang konsumsi dan produksi berkelanjutan.

Pratisara Bumi Foundation sendiri merupakan organisasi non-profit yang fokus mendukung perempuan dan anak muda di komunitas akar rumput untuk menghadirkan solusi lokal bagi pembangunan berkelanjutan.

Dalam lima tahun terakhir, organisasi ini telah bekerja di 28 provinsi di Indonesia dengan mendukung 98 pemimpin perempuan dan lebih dari 1.730 anak muda melalui program kepemimpinan, green skills, dan kewirausahaan berkelanjutan.

Selain itu, PBF juga telah mendukung 111 perusahaan sosial dan inisiatif komunitas yang berdampak pada lebih dari 4.136 orang serta berkontribusi pada penanaman hampir 9.000 pohon di berbagai wilayah Indonesia. (*)

Tags: bisnis berkelanjutanbisnis hijaueco market Baliecopreneur Indonesiakewirausahaan berkelanjutanpemberdayaan perempuanperempuan pelaku usahaPratisara Bumi Foundationproduk lokal Indonesiaproduk ramah lingkunganSanur BaliSDGs 12UMKM perempuanWEA IndonesiaWomen Ecopreneurs Market Day
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Peringati Tumpek Wayang, Adi Arnawa Targetkan 100 Persen Rumah Tangga Badung Pilah Sampah pada Desember
  • Tumpek Wayang, Koster Soroti Sad Kerthi dan Penetapan Enam Kawasan Rendah Emisi
  • Nyoman Parta: Pekerja Bali Bukan Hanya Menggerakkan Pariwisata, tetapi Merawat Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist