BALITOPIK.COM, DENPASAR – Peran guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) kini tidak lagi hanya sebatas mengajarkan olahraga di sekolah. Melalui program Nutrifood Physical Education Teacher (NPET) 2026, para guru didorong menjadi pemimpin perubahan dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan.
Program yang digelar oleh Nutrifood bersama Yayasan Guru Belajar itu menghadirkan workshop tahap lanjutan bertajuk “Desain & Implementasi Pembelajaran PJOK Bermakna: Upaya Membangun Budaya Hidup Sehat di Sekolah” di Denpasar, Bali, Sabtu (10/5/2026).
Workshop tersebut menjadi bagian dari tahapan lanjutan program NPET yang dilaksanakan secara luring di 18 kota melalui Nutrihub, serta tiga sesi daring bagi peserta dari wilayah yang jauh dari area pelaksanaan. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas guru PJOK agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna dan berdampak terhadap perubahan perilaku murid.
CEO Mardi Wu menegaskan bahwa guru PJOK memiliki posisi strategis dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini di lingkungan sekolah.
“Guru PJOK memiliki peran besar dalam membantu murid membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Mulai dari literasi hidup sehat, pelibatan orang tua, dan penguatan karakter murid. Melalui pembelajaran yang tepat, guru dapat mendorong kesadaran dan praktik hidup sehat yang akan terbawa hingga dewasa,” ujarnya.
Menurutnya, sekolah menjadi ruang penting dalam menanamkan pola hidup sehat kepada anak-anak, terutama di tengah tantangan gaya hidup masa kini yang masih didominasi kurangnya aktivitas fisik, tingginya konsumsi gula dan lemak, serta penggunaan gawai secara berlebihan.
Program NPET sendiri mendapat antusiasme tinggi pada tahun ini. Sebanyak 4.413 guru mendaftar dan 3.535 peserta terpilih mengikuti tahap dasar program. Mereka telah melalui asesmen awal, pembelajaran tentang gaya hidup sehat, pelatihan menjadi guru konten kreator, hingga pendampingan pembelajaran.
Dalam workshop tahap lanjutan ini, para peserta mendapatkan penguatan terkait strategi pembelajaran kreatif, teknik pelibatan murid, penyusunan modul ajar, hingga asesmen pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Ketua Operasional Yayasan Guru Belajar, Maman Basyaiban mengatakan, guru PJOK kini harus dipandang sebagai agen perubahan budaya hidup sehat di sekolah.
“Guru PJOK adalah pemimpin perubahan gaya hidup. Perannya tidak hanya mengajarkan keterampilan olahraga, tetapi juga membangun kesadaran murid tentang pentingnya hidup sehat,” katanya.
Ia menambahkan, pendekatan pembelajaran yang diterapkan dalam program ini menekankan konsep deep learning atau pembelajaran bermakna yang dikaitkan langsung dengan kehidupan nyata murid. Dengan demikian, perubahan perilaku yang terbentuk diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Usai workshop, peserta akan melanjutkan tahap implementasi pembelajaran di sekolah masing-masing, disertai pendampingan dan publikasi cerita perubahan guru sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan hingga akhir program.
Selama lebih dari 47 tahun, Nutrifood dikenal aktif mengampanyekan gaya hidup sehat melalui berbagai produk dan inisiatif edukasi. Sementara Yayasan Guru Belajar fokus pada penguatan ekosistem pendidikan dan pengembangan guru sebagai pemimpin perubahan. (*)









