BALITOPIK.COM, DENPASAR – Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 kembali membuktikan kelasnya sebagai magnet budaya dunia. Festival kebanggaan masyarakat Pulau Dewata ini berhasil mencuri perhatian media internasional papan atas, termasuk jaringan raksasa seperti Associated Press (AP News) dan USA Today.
Pencapaian ini menegaskan bahwa PKB bukan lagi sekadar pameran seni tahunan. Di mata dunia, ajang ini telah bertransformasi menjadi ruang diskusi krusial mengenai ketahanan identitas budaya Bali di tengah gempuran pariwisata modern.
Perhelatan PKB ke-48 dijadwalkan berlangsung meriah mulai 13 Juni hingga 11 Juli 2026 di Taman Budaya Bali (Art Centre), Denpasar.
Festival ini dipastikan akan menjadi panggung megah bagi sekitar 20 ribu seniman yang terbagi dalam 673 kelompok seni di seluruh Bali. Tidak hanya seniman lokal, delegasi mancanegara dari Jepang, India, Korea Selatan, Timor Leste, Hong Kong, hingga Amerika Serikat pun dipastikan ambil bagian.
Akademisi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia sekaligus Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali, Dr. Agus Dei, menilai PKB memainkan peran vital dalam menjaga “taksu” atau jiwa Bali.
“Festival budaya seperti ini mengingatkan bahwa Bali bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ekosistem budaya dan lingkungan yang hidup,” ujar Agus Dei, Minggu (24/5/2026).
Lebih lanjut, ia menggambarkan PKB sebagai “miniatur Bali” tempat berbagai kekayaan tradisi dari seluruh penjuru pulau melebur. Menurutnya, tantangan Bali saat ini adalah menjaga agar pertumbuhan pariwisata tidak mengikis identitas budaya dan kelestarian alam yang membuat pulau ini unik.
“Persoalan terbesar Bali bukan sekadar jumlah wisatawan, tetapi bagaimana pertumbuhan itu tidak merusak identitas budaya dan lingkungan yang membuat Bali unik,” tegas Agus.
Besarnya atensi global terhadap PKB 2026 mencerminkan keresahan dunia terhadap fenomena overtourism dan keberlanjutan lingkungan. Di tengah modernisasi dan tantangan seperti pengelolaan sampah serta kemacetan, PKB tetap berdiri tegak sebagai simbol pertahanan budaya Bali yang paling kuat. (*)









