• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Penampilan Janger Tradisi Remaja Duta Kabupaten Badung pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. -IST

Bima Swarga Duta Badung Pukau Penonton PKB 2026, Angkat Kisah Bakti Bima kepada Leluhur

2 bulan ago
Kiri: Gubernur Bali, Gubernur DKI Jakarta dan Bupati Badung. -IST

Bali Pelajari Obligasi Daerah di Jakarta, Bidik Sumber Dana Baru untuk Infrastruktur

5 jam ago
Penggugat empat media Togar Situmorang (baju putih) disusul tim kuasa hukum empat media yang tergabung SJB keluar ruang sidang usai mediasi tidak menemui titik temu di PN Denpasar, Selasa (4/8?2026). -IST

Mediasi Buntu, Gugatan Rp25 Miliar kepada Empat Media Berlanjut ke Sidang

11 jam ago
Tim penasihat hukum.dari LBH PENA, Charlie Y Usfunan dan Yarianto Telaumbanua. -IST

Dituntut 4 Tahun, LBH PENA Bali Minta Sopir Truk Goa Gong Dibebaskan

13 jam ago
Tim Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali saat merayakan juara. -IST

Disdikpora Bali Juara Mini Soccer Kerthi Bali IV Usai Taklukkan PUPRKIM di Final Dramatis

1 hari ago
Gubernur Bali, Wayan Koster. -IST

Hadiri Atma Wedana Massal di Bualu, Koster: Desa Adat Harus Semakin Kuat

2 hari ago
Primus Klau saat mendampingi nenek Anastasia Lotu meninjau tanah yang bersengketa. -IST

Konflik Tanah dengan Wakil Ketua DPRD Belu, Janda Lansia Dapat Pendampingan Hukum Prodeo

2 hari ago
Kepala BKPSDM Kabupaten Badung, I Wayan Putra Yadnya. -IST

Badung Siapkan e-Kinerja ASN, Penilaian Pegawai Bakal Lebih Transparan

2 hari ago
Kuasa hukum janda lansia Anastasia Lotu, Primus Klau, S.H. -IST

Kuasa Hukum Janda Lansia Soroti Legalitas Sertifikat yang Dipegang Wakil Ketua DPRD Belu

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Bima Swarga Duta Badung Pukau Penonton PKB 2026, Angkat Kisah Bakti Bima kepada Leluhur

Reporter balitopik.com
20 Juni 2026 - 12:04 pm
Penampilan Janger Tradisi Remaja Duta Kabupaten Badung pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. -IST

Penampilan Janger Tradisi Remaja Duta Kabupaten Badung pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. -IST

BALITOPIK.COM, DENPASAR – Penampilan Janger Tradisi Remaja Duta Kabupaten Badung pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 sukses memikat penonton yang memadati Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (19/6/2026) malam.

Pementasan yang dibawakan Sanggar Seni Murti Kanti Swara, Banjar Tegeh, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, itu menuai sambutan hangat dan tepuk tangan meriah dari para penonton.

Mengusung garapan bertajuk “Bima Swarga”, pertunjukan janger tersebut menghadirkan kisah spiritual tokoh Bima dalam upayanya membebaskan roh kedua orang tuanya, Sang Raja Pandu Dewata dan Dewi Madri, dari penderitaan di alam neraka.

Pelatih tari dan lakon, Ni Made Ayu Kesuma Dewi, menjelaskan bahwa kisah Bima Swarga diangkat dari epos pewayangan yang sarat nilai bakti, penghormatan kepada leluhur, dan pengorbanan keluarga.

“Cerita ini mengisahkan Bima yang awalnya tidak mau menyembah atma ibu dan bapaknya di swargan. Karena sikap itu, perjalanan roh kedua orang tuanya menjadi tertunda. Dari sanalah muncul siasat agar Bima mau memberikan penghormatan kepada leluhurnya,” ujarnya.

Kisah Bima Swarga diawali dari kegundahan Dewi Kunti yang dihantui mimpi melihat mendiang suaminya, Sang Pandu Dewata, bersama Dewi Madri menjalani siksa penebusan dosa di kawah Cambradimuka. Dalam kesedihan mendalam, Dewi Kunti menceritakan mimpi tersebut kepada putra-putranya.

Mendengar hal itu, Bima tergerak untuk membebaskan roh kedua orang tuanya dari penderitaan. Dengan kekuatan spiritual yang dimilikinya, Bima bersama ibunya dan saudara-saudaranya melakukan perjalanan menuju Nerakaloka.

Perjalanan itu tidak mudah. Dalam kisah yang dipentaskan, rombongan Bima sempat dihadang Sanghyang Catursanak yang tampil dalam wujud menyeramkan. Namun setelah dikenali, sosok tersebut justru memberikan petunjuk jalan menuju alam tujuan.

Setibanya di Nerakaloka, Bima menceburkan diri untuk mencari roh Sang Pandu Dewata dan Dewi Madri. Setelah melewati berbagai rintangan, kedua roh leluhur itu akhirnya ditemukan. Dewi Kunti bersama para putranya kemudian mempersembahkan sembah bhakti sebagai bentuk penghormatan dan kasih kepada leluhur mereka.

Namun, perjuangan belum selesai. Roh Sang Pandu Dewata dan Dewi Madri belum dapat mencapai Swargaloka karena diyakini belum seluruh keturunannya memberikan penghormatan. Di titik inilah konflik cerita mencapai puncaknya.

Bima, yang dikenal teguh pada keyakinannya, menolak menyembah dewa maupun leluhur selain kepada Sang Hyang Acintya. Sikap keras Bima kemudian memunculkan perdebatan hingga akhirnya ia mendapat sindiran dari kakaknya, Yudistira.

Tanpa disadari, dalam situasi tersebut Bima akhirnya mencakupkan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan kepada leluhurnya. Momen itu menjadi titik balik yang memungkinkan roh Sang Pandu Dewata dan Dewi Madri terangkat menuju alam Swargaloka.

Menurut Ayu Kesuma Dewi, kisah “Bima Swarga” dipilih bukan hanya karena kuat secara dramatik, tetapi juga menyimpan pesan moral yang relevan dengan kehidupan saat ini.

“Melalui kisah ini kami ingin menyampaikan pesan tentang bakti kepada orang tua, penghormatan terhadap leluhur, serta pentingnya menyeimbangkan keyakinan dengan kewajiban sebagai manusia,” katanya.

Untuk menghadirkan pertunjukan yang maksimal, Sanggar Seni Murti Kanti Swara menjalani proses latihan yang cukup panjang, yakni sekitar tiga bulan. Selama masa persiapan, para pemain menghadapi berbagai tantangan, mulai dari menyatukan jadwal latihan hingga membangun kekompakan antarpemain.

“Yang paling sulit adalah mengatur waktu latihan karena mereka sudah besar dan punya kesibukan masing-masing. Tantangan lainnya, mereka harus menari sambil membawakan vokal, sehingga perlu latihan yang lebih intens,” ungkap Ayu Kesuma Dewi.

Pementasan Janger Tradisi Remaja Duta Kabupaten Badung ini melibatkan 30 penari dan pelakon, serta didukung 23 penabuh. Kolaborasi tersebut berhasil menghadirkan sajian seni tradisi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna spiritual dan nilai budaya.

Melalui garapan “Bima Swarga”, Duta Kabupaten Badung kembali menunjukkan bahwa seni tradisi Bali tidak sekadar menjadi tontonan, melainkan juga media pewarisan nilai, etika, dan spiritualitas kepada generasi muda.

Penampilan ini sekaligus menegaskan bahwa PKB 2026 tetap menjadi panggung penting bagi tumbuhnya kreativitas seni tradisi Bali yang berakar kuat pada warisan leluhur. (*)

Tags: Art Centre Denpasarberita budaya BaliBima SwargaBima Swarga PKBBudaya BaliDuta BadungJanger Tradisi RemajaKabupaten BadungKalangan AyodyaPesta Kesenian BaliPKB 2026Sanggar Seni Murti Kanti SwaraSeni Tradisi Bali
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Bali Pelajari Obligasi Daerah di Jakarta, Bidik Sumber Dana Baru untuk Infrastruktur
  • Mediasi Buntu, Gugatan Rp25 Miliar kepada Empat Media Berlanjut ke Sidang
  • Dituntut 4 Tahun, LBH PENA Bali Minta Sopir Truk Goa Gong Dibebaskan
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?