• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
I Gede Ghumi Asvatham saat membacakan pandangan fraksi. -IST

Belanja Modal Baru 16 Persen, Demokrat-NasDem Wanti-wanti SiLPA

2 bulan ago
Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat menyerahkan pandangan fraksi kepada Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. -IST

Setujui Empat Raperda, DPRD Badung Soroti Air Bersih hingga Kemacetan

11 jam ago
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti. -BALITOPIK.COM

Krisis Air Bersih, DPRD Badung Ingin Air Laut Diolah Jadi Air Bersih

15 jam ago
Festival Seni dan Budaya Kabupaten Badung Tahun 2026

Setelah Dua Tahun Vakum, Badung Kembali Gelar Festival Seni dan Budaya Selama 13 Hari

16 jam ago
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). -IST

SBY: Kok Jadi Begini Negara Kita, Segala Cara Dihalalkan Demi Kekuasaan

2 hari ago
ILUSTRASI

Zaman Yesus: Sigit ini seperti Yudas, ketika orang terdekat justru berkhianat

2 hari ago
Anggota Komisi III dan Badan Legislasi DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Parta. -IST

Edan, Bukannya Lindungi Presiden Malah Disadap, Polri Harus Direformasi

2 hari ago
ILUSTRASI

Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Irjen Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

2 hari ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat meninjau langsung lokasi proyek. -IST

Sidak Proyek di Badung Selatan, Adi Arnawa Target Pelebaran Simpang Rampung Desember

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Belanja Modal Baru 16 Persen, Demokrat-NasDem Wanti-wanti SiLPA

Reporter balitopik.com
14 September 2026 - 1:56 pm
I Gede Ghumi Asvatham saat membacakan pandangan fraksi. -IST

I Gede Ghumi Asvatham saat membacakan pandangan fraksi. -IST

BALITOPIK.COM, DENPASAR – Rendahnya penyerapan belanja modal menjadi salah satu sorotan utama Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Provinsi Bali terhadap Rancangan Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026.

Hingga akhir Juli 2026, realisasi belanja modal disebut baru mencapai Rp129,8 miliar lebih atau sekitar 16,11 persen dari total anggaran yang ditetapkan sebesar Rp806 miliar lebih.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Fraksi Demokrat-NasDem karena dalam rancangan perubahan APBD, alokasi belanja modal justru direncanakan meningkat menjadi Rp841 miliar lebih.

Fraksi menilai kondisi itu perlu mendapat penjelasan pemerintah daerah, terutama terkait potensi kegiatan yang tidak selesai atau bahkan tidak terlaksana hingga akhir tahun anggaran.

Jika kondisi tersebut terjadi, Demokrat-NasDem memandang terdapat kemungkinan belanja modal kembali digeser atau dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya. Fraksi juga mengingatkan bahwa kondisi semacam itu berpotensi menjadi salah satu sumber Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang kemudian digunakan untuk menutup defisit.

Selain belanja modal, Fraksi Demokrat-NasDem mencermati kenaikan belanja operasi yang menjadi komponen terbesar dalam struktur belanja daerah.

Belanja operasi direncanakan bertambah sekitar Rp160 miliar lebih, dari sebelumnya Rp5,2 triliun lebih menjadi Rp5,4 triliun lebih.

Kenaikan tersebut diminta tetap dikendalikan agar tidak mengurangi kemampuan fiskal pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan infrastruktur maupun program-program yang memberikan dampak produktif bagi masyarakat.

Dari sisi pendapatan, persoalan lain muncul pada realisasi retribusi daerah. Sampai Juli 2026, penerimaan retribusi baru mencapai Rp230 miliar lebih atau 37,41 persen dari target Rp614 miliar lebih.

Namun, dalam rancangan perubahan APBD, target retribusi justru dinaikkan menjadi Rp649 miliar lebih atau 105,67 persen.

Atas kondisi tersebut, Fraksi Demokrat-NasDem meminta pemerintah menjelaskan penyebab rendahnya capaian retribusi. Fraksi mempertanyakan apakah kondisi itu berkaitan dengan rendahnya aktivitas pelayanan, sistem pemungutan yang belum optimal, atau penetapan target yang terlalu tinggi.

Hal serupa juga terlihat pada penerimaan dana transfer daerah. Dari target Rp407 miliar lebih, realisasinya hingga periode yang disampaikan baru mencapai Rp88 miliar lebih atau sekitar 21,76 persen.

Sementara itu, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam rancangan perubahan APBD mengalami peningkatan lebih dari Rp122 miliar atau sekitar 2,87 persen. PAD yang sebelumnya berada di kisaran Rp4,2 triliun lebih dirancang meningkat menjadi Rp4,3 triliun lebih.

Fraksi Demokrat-NasDem meminta Gubernur Bali memaparkan strategi peningkatan PAD secara berkelanjutan tanpa menjadikan masyarakat maupun pelaku usaha sebagai pihak yang menanggung tambahan beban.

“Fraksi Demokrat-Nasdem ingin mendapatkan penjelasan Saudara Gubernur terkait dengan strategi yang akan dilakukan untuk meningkatkan PAD secara berkelanjutan dengan tanpa menambah beban masyarakat dan pelaku usaha,” demikian disampaikan dalam pandangan umum fraksi.

Pandangan tersebut dibacakan I Gede Ghumi Asvatham, S.ST.Par., dalam Rapat Paripurna ke-50 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 DPRD Provinsi Bali, Senin, 14 September 2026.

Tidak hanya menyangkut angka-angka dalam perubahan APBD, Demokrat-NasDem juga menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.

Fraksi meminta pengawasan terhadap harga kebutuhan pokok, terutama beras, diperkuat. Pemerintah juga didorong mengantisipasi potensi kriminalitas yang melibatkan jaringan internasional.

Di sektor lingkungan, perhatian diarahkan pada pencegahan kebakaran hutan di kawasan mangrove Bali Barat serta pengawasan terhadap pengolahan sampah menggunakan teknologi modern di seluruh kabupaten/kota.

Untuk sektor kesehatan, Demokrat-NasDem mendorong Pemprov Bali memberikan dukungan kepada rumah sakit umum daerah yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Dukungan tersebut dapat diberikan melalui skema bantuan keuangan khusus maupun hibah.

Fraksi juga meminta sistem layanan kesehatan antarrumah sakit daerah diperkuat, terutama menyangkut konektivitas layanan dan akses rujukan dalam kondisi emergensi, sehingga penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat dan terintegrasi. (*)

Tags: APBD Bali 2026BaliBelanja ModalDemokrat-NasDemDPRD BaliGubernur BaliPAD baliRetribusi DaerahSiLPA
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Setujui Empat Raperda, DPRD Badung Soroti Air Bersih hingga Kemacetan
  • Krisis Air Bersih, DPRD Badung Ingin Air Laut Diolah Jadi Air Bersih
  • Setelah Dua Tahun Vakum, Badung Kembali Gelar Festival Seni dan Budaya Selama 13 Hari
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist