• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
I Gede Ghumi Asvatham saat membacakan pandangan fraksi. -IST

Belanja Modal Baru 16 Persen, Demokrat-NasDem Wanti-wanti SiLPA

36 menit ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -IST

Koster Respon Catatan DPRD soal APBD Bali 2026

20 detik ago
Gede Harja Astawa

Pinjaman Bali Berulang Enam Kali, Gerindra-PSI Minta Penjelasan

3 jam ago
Agung Bagus Pratiksa Linggih alias Ajus Linggih. -IST

APBD Bali Naik, Golkar Minta Belanja Lebih Produktif

4 jam ago
I Nyoman Budiutama

PDI Perjuangan Bali Ingatkan PAD Jangan Jadi Beban Rakyat

4 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima pandangan fraksi-fraksi DPRD Bali. -IST

Fraksi DPRD Bali Soroti APBD 2026, Koster Sebut Tajam dan Kritis

5 jam ago
ILUSTRASI. -BALITOPIK.COM

Soal Upah 2027, Buruh Minta Semua Dewan Vocal Bicara

6 jam ago
Ketua Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) Regional Bali, Ida Idewa Made Rai Budi Darsana saat memimpin aksi buruh beberapa waktu lalu. IST

Buruh Bali Harap Koster Berani Naikkan UMP Bali 2027 Rp5,2 Juta

8 jam ago
Solidaritas Jurnalis Bali saat menggelar doa bersama di Monumen Bajra Shandi. -PFI Denpasar

Jurnalis Bali Gelar Doa untuk 8 Rekan yang Hilang di Laut menuju Krakatau

1 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Belanja Modal Baru 16 Persen, Demokrat-NasDem Wanti-wanti SiLPA

Reporter balitopik.com
14 September 2026 - 1:56 pm
I Gede Ghumi Asvatham saat membacakan pandangan fraksi. -IST

I Gede Ghumi Asvatham saat membacakan pandangan fraksi. -IST

BALITOPIK.COM, DENPASAR – Rendahnya penyerapan belanja modal menjadi salah satu sorotan utama Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Provinsi Bali terhadap Rancangan Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026.

Hingga akhir Juli 2026, realisasi belanja modal disebut baru mencapai Rp129,8 miliar lebih atau sekitar 16,11 persen dari total anggaran yang ditetapkan sebesar Rp806 miliar lebih.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Fraksi Demokrat-NasDem karena dalam rancangan perubahan APBD, alokasi belanja modal justru direncanakan meningkat menjadi Rp841 miliar lebih.

Fraksi menilai kondisi itu perlu mendapat penjelasan pemerintah daerah, terutama terkait potensi kegiatan yang tidak selesai atau bahkan tidak terlaksana hingga akhir tahun anggaran.

Jika kondisi tersebut terjadi, Demokrat-NasDem memandang terdapat kemungkinan belanja modal kembali digeser atau dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya. Fraksi juga mengingatkan bahwa kondisi semacam itu berpotensi menjadi salah satu sumber Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang kemudian digunakan untuk menutup defisit.

Selain belanja modal, Fraksi Demokrat-NasDem mencermati kenaikan belanja operasi yang menjadi komponen terbesar dalam struktur belanja daerah.

Belanja operasi direncanakan bertambah sekitar Rp160 miliar lebih, dari sebelumnya Rp5,2 triliun lebih menjadi Rp5,4 triliun lebih.

Kenaikan tersebut diminta tetap dikendalikan agar tidak mengurangi kemampuan fiskal pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan infrastruktur maupun program-program yang memberikan dampak produktif bagi masyarakat.

Dari sisi pendapatan, persoalan lain muncul pada realisasi retribusi daerah. Sampai Juli 2026, penerimaan retribusi baru mencapai Rp230 miliar lebih atau 37,41 persen dari target Rp614 miliar lebih.

Namun, dalam rancangan perubahan APBD, target retribusi justru dinaikkan menjadi Rp649 miliar lebih atau 105,67 persen.

Atas kondisi tersebut, Fraksi Demokrat-NasDem meminta pemerintah menjelaskan penyebab rendahnya capaian retribusi. Fraksi mempertanyakan apakah kondisi itu berkaitan dengan rendahnya aktivitas pelayanan, sistem pemungutan yang belum optimal, atau penetapan target yang terlalu tinggi.

Hal serupa juga terlihat pada penerimaan dana transfer daerah. Dari target Rp407 miliar lebih, realisasinya hingga periode yang disampaikan baru mencapai Rp88 miliar lebih atau sekitar 21,76 persen.

Sementara itu, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam rancangan perubahan APBD mengalami peningkatan lebih dari Rp122 miliar atau sekitar 2,87 persen. PAD yang sebelumnya berada di kisaran Rp4,2 triliun lebih dirancang meningkat menjadi Rp4,3 triliun lebih.

Fraksi Demokrat-NasDem meminta Gubernur Bali memaparkan strategi peningkatan PAD secara berkelanjutan tanpa menjadikan masyarakat maupun pelaku usaha sebagai pihak yang menanggung tambahan beban.

“Fraksi Demokrat-Nasdem ingin mendapatkan penjelasan Saudara Gubernur terkait dengan strategi yang akan dilakukan untuk meningkatkan PAD secara berkelanjutan dengan tanpa menambah beban masyarakat dan pelaku usaha,” demikian disampaikan dalam pandangan umum fraksi.

Pandangan tersebut dibacakan I Gede Ghumi Asvatham, S.ST.Par., dalam Rapat Paripurna ke-50 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 DPRD Provinsi Bali, Senin, 14 September 2026.

Tidak hanya menyangkut angka-angka dalam perubahan APBD, Demokrat-NasDem juga menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.

Fraksi meminta pengawasan terhadap harga kebutuhan pokok, terutama beras, diperkuat. Pemerintah juga didorong mengantisipasi potensi kriminalitas yang melibatkan jaringan internasional.

Di sektor lingkungan, perhatian diarahkan pada pencegahan kebakaran hutan di kawasan mangrove Bali Barat serta pengawasan terhadap pengolahan sampah menggunakan teknologi modern di seluruh kabupaten/kota.

Untuk sektor kesehatan, Demokrat-NasDem mendorong Pemprov Bali memberikan dukungan kepada rumah sakit umum daerah yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Dukungan tersebut dapat diberikan melalui skema bantuan keuangan khusus maupun hibah.

Fraksi juga meminta sistem layanan kesehatan antarrumah sakit daerah diperkuat, terutama menyangkut konektivitas layanan dan akses rujukan dalam kondisi emergensi, sehingga penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat dan terintegrasi. (*)

Tags: APBD Bali 2026BaliBelanja ModalDemokrat-NasDemDPRD BaliGubernur BaliPAD baliRetribusi DaerahSiLPA
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Koster Respon Catatan DPRD soal APBD Bali 2026
  • Belanja Modal Baru 16 Persen, Demokrat-NasDem Wanti-wanti SiLPA
  • Pinjaman Bali Berulang Enam Kali, Gerindra-PSI Minta Penjelasan
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?