• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika. -IST

Proyek Irigasi Rp137 Miliar di Bangli Dinilai Tak Beri Manfaat

20 menit ago
Kelian Subak Puluai, Ketut Sirka. -IST

Petani Ungkap Kejanggalan Proyek Irigasi Rp137 Miliar di Bangli

16 detik ago
Irigasi Subak Tampuagan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli. -IST

Polda Bali Dalami Dugaan Penyimpangan Proyek Irigasi Rp137 Miliar di Bangli

11 menit ago
Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Pasma Royce didampingi I Nyoman Parta. -BALITOPIK.COM

Pasma Royce dan Parta Bertekad Bersihkan Bali dari Narkoba

1 jam ago
Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Pasma Royce didampingi I Nyoman Parta. -BALITOPIK.COM

Kapolda Bali yang Baru Akan Pelajari Perspektif Tajen, Tak Ada Toleransi untuk Judi

2 jam ago
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri HUT ke-25 Laskar Bali Shanti di Wantilan Pendopo Sri Kesari Warmadewa, kawasan Pura Agung Besakih, Karangasem, Jumat (23/10/2026). -IST

Giri Prasta Ajak Laskar Bali Shanti Terus Tebar Kedamaian dan Mengabdi untuk Bali

2 hari ago
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta (tengah) didampingi Ketua IWO Bali Tri Widiyanti (kiri) dan Kadis KLH BaliI Made Dwi Arbani . -BALITOPIK.COM

Tanam saja tak cukup, Giri Prasta ajak IWO Bali rawat dan awasi Mangrove

2 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat meluncurkan 11 unit bus listrik Trans Sarbagita dan enam infrastruktur pengisian daya di Lapangan Timur Niti Mandala Renon, Kamis (22/10/2026). -IST

Koster Luncurkan 11 Bus Listrik Trans Sarbagita, Bali Percepat Transisi Energi Bersih

2 hari ago
Bappeda Badung Gelar Rakor Percepatan Penanganan Stunting Tahun 2026, Perkuat Intervensi dari Hulu

Angka Stunting Badung Naik, Pemkab Perkuat Deteksi dari Hulu

3 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Proyek Irigasi Rp137 Miliar di Bangli Dinilai Tak Beri Manfaat

Reporter balitopik.com
25 Oktober 2026 - 5:46 am
Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika. -IST

Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika. -IST

BALITOPIK.COM, BANGLI – Anggaran Rp137,36 miliar untuk rehabilitasi jaringan irigasi di Bangli kini dipertanyakan manfaatnya. Di Subak Tampuagan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, petani masih mengeluhkan distribusi air, sementara terowongan yang disebut menjadi titik persoalan utama belum masuk penanganan.

Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika menilai pekerjaan yang tersebar di sejumlah lokasi belum menjawab persoalan mendasar jaringan irigasi. Ia mengaku turun langsung bersama pengurus Subak setelah menerima keluhan petani.

“Proyek itu tidak bermanfaat. Jadi proyek itu tidak dalam proses menyelesaikan masalah di bawah, malah menambah masalah,” kata Suastika kepada media, Selasa (13/10/2026).

Menurutnya, pekerjaan di 68 lokasi perlu dievaluasi berdasarkan kebutuhan teknis dan fungsi jaringan secara menyeluruh. Ia mempertanyakan penanganan sejumlah bagian saluran ketika titik yang dikeluhkan petani justru belum diperbaiki.

“Secara fakta memang yang justru bermasalah ini tidak dikerjakan,” ujarnya.

Persoalan lain yang disampaikan pengurus Subak adalah perubahan lingkup pekerjaan dari rencana awal sekitar satu kilometer menjadi kurang lebih 500 meter. Mereka juga mempertanyakan mutu sejumlah konstruksi beton dan pembangunan senderan di lokasi yang dinilai bukan prioritas.

Namun, keluhan mengenai kualitas konstruksi tersebut masih memerlukan pemeriksaan teknis berdasarkan spesifikasi kontrak. Hingga kini, belum ada rincian hasil pemeriksaan yang menjelaskan apakah pekerjaan tersebut telah memenuhi seluruh ketentuan teknis.

Suastika juga menyoroti tidak ditemukannya papan informasi proyek saat melakukan inspeksi. Kondisi itu membuat informasi dasar mengenai pekerjaan, nilai kontrak, dan masa pelaksanaan sulit diketahui masyarakat di lokasi.

Ia meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, kontraktor PT Hutama Karya, konsultan pengawas, pengurus Subak, serta pihak terkait duduk bersama untuk menjelaskan persoalan yang muncul.

“Kalau proyek itu masih memungkinkan untuk dilakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan fungsinya dan bisa nantinya dimanfaatkan, lakukan perbaikan. Kalau proyek itu sudah ada penyimpangan di dalamnya, tindak saja,” tegasnya.

BWS Akui Ada Perubahan Pekerjaan

Direksi Teknis proyek, Putu Rio, sebelumnya menjelaskan bahwa penentuan lokasi dan lingkup pekerjaan didasarkan pada usulan pemerintah daerah. Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (12/10/2026), ia menyebut rehabilitasi terowongan yang dikeluhkan petani belum dimasukkan sebagai prioritas karena penutupan aliran air dan keterbatasan waktu pelaksanaan.

Rio menegaskan proyek tersebut berstatus rehabilitasi, bukan pemeliharaan. Ia juga membenarkan adanya adendum atau perubahan pekerjaan berdasarkan kondisi di lapangan. Perubahan lingkup dan volume itu, menurutnya, dilakukan karena waktu pengerjaan yang singkat serta telah mendapat persetujuan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Terkait pengawasan, Rio menyatakan BWS menggelar rapat progres secara rutin dengan dukungan konsultan pengawas. Ia juga menyebut pemeriksaan mutu konstruksi telah dilakukan. Apabila ditemukan kerusakan, kontraktor diminta melakukan perbaikan karena masih terdapat tahapan pemeliharaan.

Rio turut menyampaikan bahwa BWS telah melakukan klarifikasi bersama pihak Subak di lapangan. Namun, keterangannya belum memerinci hasil pemeriksaan mutu, bentuk perbaikan yang telah atau akan dilakukan, maupun langkah penyelesaian terhadap keluhan terowongan yang belum ditangani.

Untuk dokumen kontrak, rincian anggaran, spesifikasi teknis, dan adendum, Rio mempersilakan masyarakat mengajukan permohonan kepada instansi yang menguasai dokumen sesuai kewenangan dan ketentuan keterbukaan informasi. Adapun kebutuhan yang belum terakomodasi disarankan untuk diusulkan kembali dalam kegiatan berikutnya.

Persoalan ini menyisakan pertanyaan mengenai kesesuaian antara pekerjaan yang telah dilaksanakan dan kebutuhan utama petani. Manfaat rehabilitasi irigasi pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh jumlah titik yang dikerjakan, tetapi juga oleh kemampuan jaringan mengalirkan air ke lahan pertanian. (*)

Tags: BWS Bali-PenidaDesa PeninjoanHutama Karyairigasi Baliirigasi Rp137 miliarKetut Suastikapetani BangliProyek InfrastrukturProyek irigasi BangliPutu RioSubak Tampuagan
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Petani Ungkap Kejanggalan Proyek Irigasi Rp137 Miliar di Bangli
  • Polda Bali Dalami Dugaan Penyimpangan Proyek Irigasi Rp137 Miliar di Bangli
  • Proyek Irigasi Rp137 Miliar di Bangli Dinilai Tak Beri Manfaat
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist