BALITOPIK.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi buku Kompas Moral Wartawan karya jurnalis senior Emanuel Dewata Oja. Menurut Koster, buku tersebut tidak hanya mengangkat moral wartawan, tetapi juga memberikan panduan dan arah bagi jurnalis dalam menjalankan profesinya.
“Ini bagus sekali. Mengangkat moralnya itu suatu kemajuan, setingkat. Kemudian, tingkatan yang lebih tinggi lagi memberikan kompas, memberikan panduan, memberikan arah,” kata Koster saat menghadiri peluncuran buku tersebut di Inna Bali Heritage Hotel, Denpasar, Rabu (28/10/2026).
Koster menilai, panduan mengenai etika dan profesionalisme penting bagi wartawan agar memahami secara utuh tanggung jawabnya dalam bekerja.
Terlebih, Bali menjadi daerah yang mendapat perhatian dunia sehingga informasi yang disampaikan media turut memengaruhi pandangan publik terhadap Pulau Dewata.
“Ini penting dalam rangka kita membangun pengetahuan tentang wartawan, memahami secara utuh bagaimana wartawan itu mesti bekerja secara profesional,” ujarnya.
Koster juga menyoroti peran media dalam menghubungkan pemerintah dengan masyarakat. Menurutnya, pers memiliki fungsi penting dalam menyampaikan informasi sekaligus menjalankan kontrol terhadap kebijakan pemerintah.
Buku Kompas Moral Wartawan disusun Emanuel Dewata Oja dari materi presentasi dan pengalaman jurnalistik yang dikembangkan sejak 2011. Isinya membahas etika pers, tanggung jawab profesional, hubungan wartawan dengan narasumber, hingga tantangan media di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Emanuel, yang akrab disapa Edo, menilai persoalan jurnalistik tidak selalu berhenti pada terpenuhinya kaidah pemberitaan. Sebuah berita yang dianggap sudah sesuai standar oleh wartawan dan redaksi bisa saja dipandang berbeda oleh narasumber yang merasa dirugikan.
“Sebuah berita yang dianggap telah memenuhi kaidah jurnalistik oleh wartawan dan redaksi belum tentu diterima dengan cara yang sama oleh narasumber yang merasa dirugikan,” kata Edo.
Sementara, Ketua PWI Bali I Wayan Dira Arsana turut mengapresiasi penerbitan buku tersebut. Ia berharap buku ini dapat menjadi pegangan bagi wartawan, terutama di tengah maraknya disinformasi dan perubahan ekosistem media.
“Di tengah-tengah banyaknya disinformasi tentang media, maka kehadiran buku Kompas Moral Wartawan yang ditulis oleh Bang Edo akan menjadi tuntunan bagi kita, penguat bagi kita untuk rajin membaca,” ujarnya. (*)









