BALITOPIK.COM, DENPASAR – Saat Bali dilanda krisis BBM dan antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU beberapa waktu lalu, publik bertanya di manakah Giri Prasta saat Wayan Koster turun ke lapangan?
Ini jawabannya, bukan menghilang, melainkan mendapat arahan dari Koster untuk urus hal yang lain. Begitu pengakuan Giri Prasta. Kemudian ia menegaskan dirinya tidak boleh melampaui Gubernur Wayan Koster.
Giri mengaku mendapat penugasan lain dari Koster sehingga menjalankan tugas sesuai arahan gubernur, bukan mengambil alih agenda yang menjadi kewenangan kepala daerah.
“Yang penting bagaimana caranya agar betul-betul paket ini, siapa pun paket gubernur, wali kota, dan bupati, harus bersinergi,” ujarnya di Kantor DPRD Bali, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, hubungan gubernur dan wakil gubernur harus berjalan dalam satu garis komando, dengan wakil gubernur mendukung visi-misi serta tugas yang diberikan gubernur.
Di tengah sorotan publik terhadap penanganan krisis BBM di Bali, pernyataan Giri ini menjelaskan bagaimana pembagian tugas antara dirinya dan Koster berlangsung.
Giri Prasta juga menekankan bahwa visi dan misi pemerintahan berada pada gubernur sebagai kepala daerah. Karena itu, wakil gubernur bertugas mendukung pelaksanaan visi dan misi tersebut.
“Visi dan misi pun tidak ada visi dan misi Wakil Gubernur. Visi dan misi itu karena visi dan misi Gubernur. Kami mendukung sepenuhnya,” katanya.
Terkait penanganan krisis BBM di Bali, Giri Prasta menilai bahwa Gubernur Koster telah mengambil langkah of out the box.
Giri Prasta pun membantah bahwa dirinya tidak dilibatkan, ia mengatakan pada hari pertama Bali dilanda krisis BBM, ia mendampingi Gubernur Koster rapat dengan pertamina.
“Ketika rapat pertama kami mendampingi,” terangnya. (*)









